Zakat Untuk Orang Tua

  • Post published:21 Maret 2014

Zakat Untuk Orangtua 2

TANYA :
Assalamu’alaikum wr, wb,
Prof, saya orangtua tunggal dari 2 orang anak berusia 6 dan 4 tahun. Saya dan suami sudah bercerai 6 bulan lalu. Alhamdulillah, hak pengasuhan anak jatuh ke tangan saya. Namun, apakah kewajiban membayar zakat fitrah anak pun jadi beralih kepada saya atau
justru tetap kewajiban mantan suami? Jika memang demikian, berapa batas waktu saya untuk membayarkan zakat untuk anak? Bagaimana perhitungannya Prof? Terimakasih.
JAWAB :
Waalaikumsalam wr, wb,
Sesuai dengan pesan pada surat Al-Baqarah ayat 233, secara prinsip tanggung jawab untuk pembiayaan kehidupan anak berada pada ayahnya, terutama jika ayahnya memiliki kemampuan  untuk  itu.  Namun,  seorang  Ibu  pun  memiliki  kewajiban  untuk  membiayai kehidupan anak,  jika ibu memiliki kemampuan dan kemauan untuk itu. Terutama di saat ayahnya tidak memiliki kesanggupan untuk membiayai kehidupan rumah-tangga.
Terkait  dengan  peristiwa  yang  Ibu  alami,  maka  kewajiban  pemenuhan  biaya  hidup  anak masih  berada  di  tangan  mantan  suami.  Adapun  mengenai  zakatnya  fitrah,  maka  zakat kedua anak Ibu (baik yang berusia 6 tahun maupun yang 4 tahun) itu secara hukum menjadi kewajiban ayahnya. Namun,  jika Ibu berkenan membayarkan zakat fitrah kedua anak Ibu, maka hukumnya tetap boleh dan sah.
Selain itu, uang belanja yang diberikan mantan suami Ibu untuk kedua anak tersebut, tidak ada kewajiban untuk mengeluarkan zakatnya. Kecuali  jika uang yang mereka (kedua anak  Ibu)  terima  itu  dalam  jumlah  besar  dan  bisa  dikelola  oleh  Ibu.  Misanya,  ditabung, dideposito,  atau  digunakan  untuk  usaha-usaha  produktif  lainnya  sehingga  membuahkan hasil,  maka  Ibu  berkewajiban mengeluarkan  zakat  uang  kedua  anak  Ibu.  Terutama  dari hasil tabungan atau depositonya. Besar jumlah zakat yang harus dibayarkan adalah  2,5 %, dari  besaran uang yang disimpan berikut  pengahsilannya. Misalnya, jika uangnya sebesar Rp. 1 Miliar, lalu Ibu depositokan untuk jangka waktu 1 tahun dengan bagi  hasil Rp 12 juta persatu bulan sehingga dalam setahun (haul) mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 120 juta. Uang zakatnya berarti sebesar Rp. 25 juta  dari yang Rp. 1 miliar (uang pemberian dari sang ayah) ditambah  2,5 % wajib zakat dari bagi hasil yang berjumlah Rp. 120 juta = Rp 300.000. Jadi, keseluruhan zakat yang harus dikeluarkan oleh Ibu berjumlah Rp. 25 juta + 300.000 = Rp 25.300.000. Uang zakat sebesar 25.300.000,  ini bukan menjadi kewajiban Ibu dan juga bukan menjadi kewajiban mantan suami Ibu; sebab kewajiban zakatnya diambi dari uang kedua anak Ibu itu sendiri. Demikian jawabannya, semoga bisa dipahami, terima kasih.