YBM-BRI Gelar Pelatihan Tahsin Al-Qur’an untuk Guru TPA & Marbot Malang

YBM-BRI Gelar Pelatihan Tahsin Al-Qur’an untuk Guru TPA & Marbot Malang

  • Post published:April 29, 2014

YBM-BRI Gelar Pelatihan Tahsin Al-Qur’an untuk Guru TPA & Marbot Malang

Sebanyak 54 peserta yang terbagi dari kelompok  guru TPA  dan marbot di Kantor Wilayah Bank Rakyat Indonesia Malang mengikuti pelatihan Tahsin dan Tartil Al-Qur’an, dengan metode Maisura.

Kegiatan berbagi syiar  dari YBM-BRI  yang berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal 26-27 April 2014 ini dilaksanakan di Aula kampus STIE ABM Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan monitoring program bantuan sarana ibadah, pemberdayaan marbot, takmir masjid dan guru TPA di YBM-BRI Kanwil Selindo. Selain itu, digelarnya pelatihan ini juga karena ingin memberikan nilai tambah dalam program penyaluran bidang sosial dakwah.  Serta menambah pemahaman membaca dan mengamalkan ilmu Al-Qur’an khususnya bagi peserta dan umat Islam pada umumnya. Pelatihan Tahsin dan tartil Al-Qur’an yang sangat bermanfaat ini pun merupakan salah satu kegiatan lanjutan dari bagian sosial dan dakwah YBM-BRI dalam program ‘Berbagi Syiar Indonesia’  yang digagas oleh Prof Bunasor Sanim, selaku Komisaris Utama Bank BRI.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan beberapa fasilitas untuk mendukung kegiatan tersebut, seperti ruang pelatihan yang nyaman, konsumsi, dan peralatan lainnya yang disediakan panitian YBM-BRI untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan acara pelatihan Tahsin dan Tartil Al-Qur’an.  Selain itu, para peserta juga mendapatkan uang saku berupa tabungan BRI dan sertifikat yang menyatakan mereka telah mengikuti pelatihan. Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada peserta setelah pelatihan, hampir seluruh peserta merasa puas dengan kegiatan tersebut. Selain karena mereka bisa memahami dan dapat membaca ayat Al-Qur’an dengan makhraj yang benar, mereka pun berkesempatan untuk menjadi peserta pelatihan lanjutan lainnya.
Penggagas Metode Maisura yakni Dr. H. Ahmad Fathoni, Lc., M.A, menyatakan metode Maisura dirancang berbasis teori, praktik, dan pelatihan. Metode tersebut, diperuntukkan bagi pembaca Al-Qur’an yang masih berada di tingkat sekadar bisa membaca. Dalam hal ini, sambung Fathoni, metode Maisura berikhtiar agar kualitas tartil yang optimal dalam membaca Alquran dapat dicapai dengan cepat. Di akhir pelatihan, fathoni mengatakan “Dalam mencari ilmu jangan dikalkulasikan sekarang. Artinya, jangan menghitung atau mempertimbangkan besoknya mau jadi apa. Jangan mengkalkulasikan untung dan ruginya. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya!”.