YBM-BRI Gelar Pelatihan Quran Bagi Muslim Tionghoa

  • Post published:8 April 2014

YBM-BRI Gelar Pelatihan Quran Bagi Muslim Tionghoa

Mungkin bagi kita melihat warga Tionghoa berkumpul mempelajari Al-Quran merupakan pemandangan yang sedikit tak biasa. Karena umumnya kita menganggap warga beretinis Tionghoa mayoritas beragama hindu, budha dan konghucu. Namun inilah yang kegiatan yang diselenggarakan oleh YBM-BRI.
Pelatihan membaca Al-Quran ini merupakan salah satu Program Berbagi Syiar Rakyat Indonesia YBM-BRI. acara yang berlangsung sabtu sampai ahad (5-6 April) merupakan pelatihan dengan metode cepat membaca Al-Quran yang diberi nama belajar Al-Quran Metode Islami.  Kegiatan ini bekerjasama dengan komumitas muslim Tionghoa Karim Oei yang juga sekaligus sebagai peserta dan tuan rumah acara. Dengan Achmad Farid Hasan sebagai pemateri,pimpinan dan pendiri Yayasan Islamic Course Asy-Syarif Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Karim OEI Lau Tse, Jl. Lautze Raya No.87-89 Jakarta Pusat ini diikuti oleh 46 warga muslim tionghoa. Mereka mengikuti kegiatan dengan serius dan antusias, hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang sering bertanya mengenai materi pelatihan dan mengikuti seluruh kegiatan dari awal hingga akhir acara.
Adapun Metode Pelatihan yang diberikan adalah ceramah disertai dengan sesi tanya jawab, pembahasan baca qur’an huruf per huruf, tajwid dan praktek membaca al-qur’an dan diselingi permainan/games. sedangkan materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar huruf al-qur’an, tanda baca, angka dalam bahasa arab, serta tajwid ringkas dan praktek mambaca al-qur’an.
Sedangkan tujuan YBM-BRI mengadakan kegiatan ini diantaranya sebagai sarana belajar bagi peserta yang belum bisa membaca Al-Qur’an sama sekali (NOL), pengenalan dan pemahaman dasar huruf Al-qur’an, tanda baca dan tajwid, menambah pengetahuan tentang membaca Al-Quran dengan metode Islami serta membentuk karakter Rabbani dan memotivasi peserta agar bersemangat menuntut ilmu dan mensyiarkan islam.
Pemateri pelatihan baca Al-Quran Metode Islami Achmad Farid Hasan ini juga menabahkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan adalah menumbuhkan keinginan yang kuat kepada umat Islam agar lebih banyak membaca, mempelajari, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  “Bangsa yang kuat dan memiliki harga diri tinggi adalah bangsa yang mengamalkan nilai-nilai Al Qur’an, sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi,  Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum (suku, bangsa) dengan sebab kalam ini (Al Qur’an), dan merendahkan derajat kaum yang lain dengan sebabnya (Al Qur’an),” Jelasnya.
Selain mendapatkan materi peserta juga mendapatkan fasilitas pelatihan seperti konsumsi, Mushaf Al-Quran, Buku Panduan Belajar Al-Quran Metode Islami, Sertifikat, seragam dan uang saku untuk peserta.  Pemimpin komunitas muslim tionghoa karim oei  pun mengucapkan rasa bahagia dan terima kasihnya kepada YBM-BRI yang telah mengadakan pelatihan membaca A-Quran kepada muslim Tionghoa karim Oei. “Alhamdulillah YBM-BRI adalah lembaga zakat pertama yang memberikan pelatihan membaca Quran dengan cara yang sangatmembantu muslim di sini. Karena biasa warga belajar Quran cepat merasa bosan karena caranya monoton sehingga mereka lama untuk bisa memahami cara membaca Al-Quran yang benar,” tutur Ali karim pemimpim komunitas karim oe.