YBM BRI Entaskan Buta Aksara melalui IP2BK

  • Post published:15 Maret 2019

Sebanyak 11 provinsi di Indonesia tercatat memiliki persentase buta aksara masih di atas rata-rata nasional yaitu sekitar 2,07 persen. Maka dari itu, YBM BRI berikhtiar dengan Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Keluarga (IP2BK), yang di dalamnya dilakukan pembinaan, salah satunya membantu pengentasan buta aksara.

Ibu Wagini (40) salah satu peserta IP2BK YBM BRI Sentra Teratai, Kanwil Medan. Meski diusianya yang tak lagi muda dan putus sekolah karena masalah ekonomi, Bu Wagini tetap bersemangat untuk belajar membaca dan menulis.

Alhamdulillah, walaupun belajarnya tidak terlalu intens, karena terkadang Ibu Wagini meminta izin tidak belajar jika harus ke ladang. Kini, Ibu Wagini perlahan menunjukkan perubahan, Ibu Wagini mulai bisa menulis dan membaca. Diusianya yang 40 tahun, ditambah banyaknya permasalahan hidup, walau masih tertatih namun perkembangan beliau sangat kita syukuri. Bu Wagini juga sangat senang, tidak pernah menyangka kalau sampai bisa menulis dan membaca.

Hal ini tak lepas dari usaha Chairuna Syahputri, selaku Pendamping IP2BK, yang dengan sepenuh hati mendampingi para peserta binaannya untuk bisa membaca, menulis, menghitung, juga mengajarkan Al-Quran. Keberadaan Bu Putri sebagai pendamping program tidak hanya sebatas menjalani tugas semata, melainkan bentuk kepeduliannya terhadap sesama sehingga melalui tangannya para peserta dampingannya dapat terfasilitasi dengan baik. Hal ini membuat Bu Putri layak mendapatkan salah satu nominasi pendamping IP2BK terbaik YBM BRI pada Workshop Amil YBM BRI yang dilaksanakan pada 23-24 Feb 2019 di Jakarta.

Semoga semangat belajar Ibu Wagini ini menjadi semangat untuk kita semua, bahwa usia bukan menjadi halangan untuk kita bisa terus belajar hal baru.