YBM-BRI Bantu Modal Usaha Penyandang Difabel

  • Post published:Januari 21, 2016

photo_2016-01-21_10-47-11

Masih dalam rangkaian memperingati HUT BRI ke-120, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 60.700.000 bagi penyandang difabel melalui Perkumpulan Kesejahteraan Penyandang Cacat (PKPC) Pekanbaru.

Bantuan modal usaha ini diserahkan ketua YBM-BRI Pekanbaru Rully didampingi Pelaksana Harian (PH) Sutrisno Badroen kepada ketua PKPC Pekanbaru Syurflayman didampingi pelatih PKPC Teguh Priyono, SPd. Penyerahan ini dilaksanakan di Hotel Angkasa, Rabu (20/01).

Rully yang didampingi didampingi Sutrisno mengatakan, YBM-BRI merupakan lembaga amil zakat nasional yang menghimpun dana zakat dari seluruh pekerja BRI muslim Seluruh Indonesia maupun dari daerah yang dikelola untuk kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan.

“Kali ini YBM-BRI memilih memberikan bantuan modal usaha bagi kaum difabel melalui program Difabel Punya Karya (DPK). Di mana anak-anak keterbatasan fisik dilatih untuk menghasilkan karya seni dan kerajinan yang memiliki nilai jual sehingga bisa menambah ekonomi keluarga,” ujar Rully.

Dikatakan Rully, dana untuk kegiatan bakti sosial berasal dari kumpulan zakat pekerja BRI yang dipotong setiap bulannya dari gaji mereka. Dana ini dikelola YBM-BRI secara nasional. Dimana dalam serangkaian HUT ke-120 BRI, YBM-BRI membuat kegiatan-kegiatan yang berdayaguna bagi masyarakat luas, salah satunya pemberian modal usaha ini.

“Kita percaya bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi bantuan ini untuk menghasilkan karya handycraft (kerajinan) yang tidak kalah dengan hasil kerajinan masyarakat umum lainnya,” ungkap Rully.

Sementara itu Sutrisno kepada Riau Pos menjelaskan untuk wilayah Pekanbaru, YBM-BRI telah melaksanakan beberapa kegiatan sosial di antaranya operasi katarak sebanayak 50 orang, benah warung ustadz sebanyak 20 warung yang tersebar di sekitar wilayah, 25 gerobak bersemangat, senyum lansia untuk 50 orang yang berasal dari pensiunan BRI dan nikah massal 20 pasangan yang akan diadakan Kantor Cabang (Kanca) Tuanku Tambusai dalam waktu dekat.

Ada bantuan Informatika untuk daerah terluar di Natuna, bantuan untuk pulau tertinggal berupa paket pendidikan di Pulau Selat Nenek, Kepri dan bantuan mobil untuk Witama School Pekanbaru. 120 juta pembuatan sumur bor, taman kota dan masing-masing kabupaten juga melakukan hal untuk lingkungan.

Sementara itu, Syurflayman kepada Riau Pos mengatakan, PKPC sudah terbentuk sejak 2005 lalu untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang cacat. “Kami sangat berterima kasih kepada YBM-BRI yang sudah memberikan bantuan modal usaha bagi penyandang difabel. Kami yakin bantuan modal ini sangat bermanfaat guna meningkatkan ekonomi keluarga,”katanya.

Dijelaskan Syurflayman, dengan modal udaha sebesar Rp 60.700.000 ini telah mampu melatih 20 orang anak difabel sehingga mereka benar-benar terampil dan memiliki keahlian handicraft sehingga nantinya mereka bisa mandiri.

Sumber: Riau Pos, 21 Januari 2016