Ukir Senyum Leuwisimar

Ukir Senyum Leuwisimar

  • Post published:Oktober 21, 2020

“Kegiatan di masjid ini cukup aktif. Biasanya anak–anak ngaji ba’da maghrib, setelah itu dzikir ba’da sholat isya’. Biasanya juga ada kegiatan istighosah untuk ibu – ibu dan bapak-bapak. Tapi setelah ada banjir, kegiatan berenti,” ujar Tatang Mulyana, pengurus DKM masjid Miftahul Al – Hijaiah,

Ketika banjir bandang melanda, genset masjid Miftahul Al – Hijaiah yang biasa digunakan oleh warga Kampung Leuwi Simar, Desa Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk sebagai sumber listrik dan penerangan darurat mati karena terendam banjir. Selain itu pengeras suara yang digunakan untuk mengumandangkan adzan sudah tidak berfungsi dengan baik.

Mendengar kondisi tersebut Tim Tanggap Bencana @ybmbri_bandung menyalurkan genset dan pengeras suara untuk Masjid Miftahul Al – Hijaiah pada (16/10). Bantuan tersebut diterima oleh pengurus DKM, Tatang Mulyana.

Selain itu tim juga menyalurkan bantuan berupa 200 paket alat tulis untuk penyintas anak–anak yang terdiri dari buku tulis, pulpen, pensil, penghapus, pensil warna dan buku gambar. Karena banyak dari mereka yang perlengkapan belajarnya hanyut dan terendam banjir.

Tak hanya itu tim tanggap bencana juga menyalurkan 5 karton biskuneo untuk memenuhi kebutuhan gizi penyintas, serta memberikan 2 paket lampu penerangan jalan untuk warga Kampung Leuwi Simar.

Sendi Priyatna, Ketua RW Kampung Leuwi Simar merasa senang dan berterima kasih atas kepedulian pekerja BRI.

“Gak bisa balas apa-apa, cuma bisa berdoa semoga Allah berikan keberkahan untuk BRI yang sudah peduli sama kami,” kata Tatang.