Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dengan Sistem Tumpang Sari

  • Post published:2 Agustus 2018

Tumpang sari adalah salah satu sistem pada pertanian, sistem yang dikenal sebagai plyculture ini merupakan bentuk pertamanan campuran dimana melibatkan dua jenis atau lebih pada area laha yang ditanam. Salah satu keuntungan pola ini adalah penggunaan waktu dan ruang yang lebih efesien karena dapat menghasilkan dua jenis hingga lebih tanaman dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan.

Pada umumnya, sistem tumpang sari yang dilakukan dalam waktu hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman yang hampir bersamaan seperti jagung dengan kacang tanah, jagung dengan kedelai, papaya dengan kacang panah, terong dengan jagung, terong dengan oyong, dan timun dengan kacang panjang. Dengan sistem ini, lahan tanam dapat dimanfaakan secara maksimal.

Melihat nilai ekonomi pada sistem tersebut, maka dari itu Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) melalui Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) memberikan modal dan pendamping usaha bagi kelompok petani sayur-mayur. Salah satunya di Desa Taman Cari, Kec. Purbolonggo, Lampung Timur.

Zakariya, salah satu anggota binaan PKUR bertani dengan sistem tumpang sari dimana ia menanam jagung manis dan tering. Ia berhasil panen jagung manis sebanyak lebih dari 1,5 ton dan terong sebanyak lebih dari 3 ton dengan harga pasaran masing-masing Rp. 2.000/kg dan Rp. 2.500/kg. Dengan masing-masing total yang di dapat adalah jagung manis sebesar Rp. 3.000.000,- dan terong sebesar Rp. 7.500.000,-. Dengan diterapkannya sistem tumpang sari, maka diharapkan program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.