FIDYAH DAN CARA MEMBAYARNYA

  • Post author:
  • Post published:25 Maret 2021
  • Post category:Artikel

Ibadah puasa di Bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslimin yang dikerjakan secara langsung. Bagi mereka yang memiliki udzur sehingga tidak sanggup mengerjakan puasa Ramadhan maka setelah selesai Ramadhan wajib untuk mengganti puasa dengan cara mengqadha’.

Tetapi bagi mereka yang tidak mampu mengganti puasa Ramadhan, seperti

  1. Orang tua yang sudah rentan dan tidak mampu berpuasa
  2. Orang sakit yang kecil kemungkinan sembuh
  3. Ibu hamil dan menyusui jika berpuasa khawatir dengan bayinya (atas rekomendasi dokter)
  4. Orang yang memiliki kewajiban mengqadha’ puasa akan tetapi tidak mengerjakan tanpa udzur hingga Ramadhan berikutnya.

Maka Allah memberikan keringanan untuk melakukan fidyal. Berdasarkan firman Allah pada Q.S Al-Baqarah

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Fidyah menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’I yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum atau 6 ons setara 0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa. Menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha’ gandum. (½ sha’ berarti sekitar 1,5 kg).

Cara membayar fidyah ada 3 menurut Imam Ar Ramli dalam Fatawa Ar Ramli, yaitu:

  1. Cara membayar fidyah di akhir Ramadhan. Semisal, orang tidak sanggup berpuasa dari awal sampai Ramadhan hampir selesai. Cara membayar fidyah cukup dibayar sekali dengan jumlah sebagaimana puasa yang ditinggalkan.
  2. Cara membayar fidyah setiap hari begitu tidak puasa. Dianjurkan fidyah diberikan setelah terbit fajar. Misalnya, seseorang tidak bisa puasa di hari pertama Ramadhan. Maka ketika terbit fajar pertama Ramadhan, fidyah dibayarkan.
  3. Cara membayar fidyah setelah Ramadhan selesai. Bisa dengan sekaligus atau dicicil setiap hari sampai lunas seperti puasa yang ditinggalkan.

Besaran fidyah dihitung dengan mengalikan jumlah hari tidak mampu berpuasa dengan harga bahan atau makanan pokok siap saji di lingkungan terdekat. Pembayaran fidyah dapat dilakukan sendiri atau diwakilkan karena fidyah tergolong ibadah maaliyah (harta) bukan ibadah fardiyah (fisik).

Yayasan Baitul Maal Bank BRI menerima pembayaran fidyah berupa uang yang akan disalurkan kepada penerima fidyah dalam bentuk bahan atau makanan siap saji.

Tunaikan Fidyah Disini.

 

(lebih…)

Continue Reading FIDYAH DAN CARA MEMBAYARNYA