Syiar di Area Minoritas, YBM BRI Berbagi dengan Muslim NTT

  • Post published:Desember 1, 2015

Syiar-di-Area-Minoritas-YBM-BRI-Berbagi-dengan-Muslim-NTT

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) Wilayah Denpasar menyalurkan bantuan sandang berupa pakaian Muslim ke Betun Malaka dan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan ini untuk memberi dukungan bagi masyarakat Muslim, khususnya di kawasan minoritas.

“Bantuan ini sangat diperlukan masyarakat dan siswa Muslim daerah perbatasan,” kata pengurus YBM BRI Kantor Cabang Atambua, Ariyadi, Senin (30/11).

Ariyadi mengatakan, tantangan perjuangan dakwah Islam di perbatasan terkendala sarana dan prasarana, serta lemahnya dukungan dari lingkungan.

YBM BRI akan tetap berupaya memberi dukungan, terutama yang bersifat produktif, seperti bantuan modal usaha bagi masyarakat kampung petani mualaf.

Hal ini diharapkan mampu memberi kesempatan bagi para mustahik untuk memperbaiki kondisi perekonomian dan kesejahteraannya. Dengan upaya ini, kata Ariyadi kondisi perekonomian para mustahik menjadi lebih baik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ‘Berbagi Syiar Rakyat Indonesia.’ Ini melibatkan 100 orang mustahik di daerah Sukabitetek dan masyarakat Muslim di Betun Malaka. Pemberian bantuan berupa mukena dan baju koko sebagai salah satu perlengkapan ibadah.

“Kami mendoakan keberkahan diberikan kepada muzakki yang ikhlas menyisihkan harta untuk saudara sesama Muslim yang berhak dan amat membutuhkan dukungan dalam mempertahankan akidahnya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqien.

YBM BRI juga menyalurkan bantuan paket pendidikan dan beasiswa kepada 200 siswa di Betun Malaka dan Atambua. Bantuan ini diberikan dalam rangka memperluas kesempatan bagi siswa-siswi di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mendapatkan sarana pendidikan memadai.

Dana kegiatan YBM BRI bersumber dari zakat penghasilan para pekerja BRI seluruh Indonesia. Penyalurannya sesuai dengan prinsip keasnafan, kebenaran dan ketetapan sesuai syariat Islam.

Sumber : Republika