Secercah Cahaya Semambu

Secercah Cahaya Semambu

  • Post published:11 Oktober 2021
  • Post comments:0 Comments

Sobat BRILiaN, Allah telah memberikan karunia iman dan islam kepada kita. Berkat karunia iman dan islam tersebut hidup kitapun menjadi tenang dan terarah. So, sudah sepatutnya kita mensyukuri karunia tersebut dengan menjadi muslim yang baik dan taat, bagaimanapun kondisi kita.

Begitupun dengan Ibu Susi, ia adalah salah seorang penerima manfaat zakat yang hidup sangat sederhana di Desa Pulau Semambu, Palembang. Meski dilingkupi kesederhanaan, ia dan keluarga mampu membuktikan bahwasanya keterbatasan tidak sepatutnya menjadikannya lalai dalam menunaikan kewajiban kepada Sang Pencipta.

Perubahan kehidupan keluarga I bu Susi bermula

3 tahun lalu, tepatnya tahun 2017 sejak ia bergabung dalam program IP2BK (Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Keluarga). Secara intensif Ibu Susi dan anggota kelompok lainnya diberikan pembinaan minimal satu pekan sekali oleh pendamping program.

Sebelumnya, Ibu Susi dan suami terbiasa meninggalkan kewajiban ibadahnya karena sibuk mencari nafkah dari ladang miliknya. Suaminya yang seharusnya menjadi teladan dan pembimbing bagi keluarga, tidak mampu berperan secara optimal karena rendahnya pemahaman agama, pendidikan yang rendah, dan keterampilan yang terbatas.

Sebuah kondisi yang kompleks, namun melalui program IP2BK secara perlahan Ibu Susi dan suami mengurai permasalahan keluarganya dimulai dari menemukan hakikat dirinya, untuk apa ia hidup dan akan kemana ia akan kembali.

 

“Alhamdulillah sejak menjadi anggota program IP2BK, kami diajarkan tentang pentingnya agama dalam kehidupan ini. Sekarang saya benar-benar merasa memiliki imam di rumah tangga kami.” ucap Susi.

Tidak sampai disitu, setiap orang tua tentu berharap anak anaknya mampu meraih pendidikan setinggi tingginya. Begitu juga dengan Ibu Susi dan suami, harapan itu yang kerap membayangi sehingga ia harus ekstra bekerja keras agar mampu menyekolahkan anak-anaknya. Seolah gayung bersambut, doa mereka diijabah melalui bantuan beasiswa pendidikan program IP2BK.

Bak tertimpa durian runtuh, rezeki mengalir kepada Ibu Susi dan anggota kelompok lainnya. Dana zakat sobat juga disalurkan kepada para penerima manfaat sebagai stimulus modal usaha dengan besaran yang cukup untuk memulai usaha kecil kecilan sebagai tambahan pendapatan dari hasil ladangnya.

“Dulu kami harus pinjam kesana kemari untuk modal usaha. Setelah adanya bantuan modal usaha dari YBM, kami tidak perlu minjam lagi. Sehingga uang yang biasanya kami gunakan untuk bayar pinjaman, kini bisa menambah pendapatan. Adanya beasiswa pendidikan juga sangat membantu kami. Anak – anak bisa beli perlengkapan sekolah tanpa harus nunggu sobek atau rusak dulu,” ungkap Susi melengkapi rasa syukurnya atas bantuan lainnya yang juga diberikan berupa fasilitas MCK, Advokasi BPJS, dan Paket Makanan Tambahan.

Sobat, kisah Ibu Susi adalah contoh kecil kebermanfaatan zakat dari ratusan ribu penerima manfaat. Saatnya melipatgandakan kebaikan dengan program kebaikan lainnya.

Tinggalkan Balasan