You are currently viewing Rasanya Satu Circle dengan Rasulullah

Rasanya Satu Circle dengan Rasulullah

  • Post published:19 Oktober 2021

Pemuda di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sangat menyukai waktu pagi bersama beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa menjadi imam shalat subuh, lalu duduk di masjid setelahnya hingga waktu dhuha bahkan sampai menjelang zuhur. Beliau mengisi waktu tersebut dengan zikir juga shalat dhuha. Bahkan jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tertinggal untuk shalat malam, maka Beliau akan menggantinya di waktu tersebut.

Nah di waktu-waktu seperti ini banyak sahabat dan pemuda yang membuat lingkaran-lingkaran di area masjid untuk membahas banyak hal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mengunjungi lingkaran-lingkaran tersebut selepas menunaikan shalat dhuha. Lalu seperti apa sih rasanya duduk melingkar bersama Beliau?

 

Mengisi Kekosongan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan mengambil tempat yang tersedia dalam lingkaran (Ash Shama’il Al Muhammadiyah 335).

Jadi di mana lingkaran kelompoknya berhenti, di sanalah beliau duduk.

 

Jangan Menyambutnya dengan Berdiri

Anas Ibn Malik radhiyallahu’anhu, yang juga termasuk golongan pemuda pada saat itu, mengatakan “tidak ada yang lebih kami cintai dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Meskipun begitu, jika kami melihatnya, kami tidak akan berdiri menyambutnya karena kami tahu betapa Beliau sangat tidak menyukai hal tersebut.”

 

Memberi Atensi Penuh pada Tiap Orang

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah bergabung dalam suatu lingkaran, Beliau akan memberikan atensi penuh pada tiap orang. Sehingga tidak akan ada yang merasa terabaikan. (Ash Shama’il Al Muhammadiyah 335)

 

Tidak Membiarkan Mereka Pulang dengan Tangan Kosong

Kemudian, jika ada yang meminta tolong atau memiliki urusan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau berusaha memenuhi semua kebutuhannya, sekalipun hanya dengan kalimat-kalimat yang menenangkan. (Ash Shama’il Al Muhammadiyah 335)

 

Tidak Mengambil Alih Pembicaraan

Saat sahabat-sahabatnya throwback ke masa-masa jahiliyah, melantukan syair dan tertawa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengambil alih pembicaraan, melainkan berzikir sambil tersenyum mendengarkan.

Suatu ketika ada yang bertanya, apakah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat juga bersenang-senang? Seperti bercanda, tertawa, seperti manusia pada umumnya?

Ya, mereka juga sama. Bahkan Umar radhiyallahu’anhu, adalah orang yang suka bercanda dan membuat syair.

 

Menyisipkan Hikmah pada Tiap Perbincangan

Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu menceritakan ketika mereka membahas perihal dunia bahkan hanya sekadar makanan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga akan melakukan hal yang sama. Namun, Beliau akan menyisipkan kebermanfaatan dalam pembicaraannya, seperti sharing mengenai makanan favorit Beliau yang baik untuk tubuh.

Para pemuda saat itu juga suka membahas soal pernikahan, maka lahirlah hadist yang mahsyur “jika kamu sudah punya kesiapan untuk menikah, maka menikahlah. jika belum, berpuasalah.”

 

Kita Ingin Berlama-lama dengan Beliau

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki daya tarik yang membuat kita ingin duduk berlama-lama dengan Beliau. Beliau juga sangat approachable, duduk di lantai yang sama dengan kita, beliau tidak mengganggu/memotong pembicaraan, orang-orang sadar akan keberadaannya dan membuat mereka ingin mendengarkan Beliau. Saat di masjid kita juga bisa melihat Beliau bersandar, duduk bersila, seperti aktivitas manusia pada umumnya.

 

Perempuan juga Memiliki Hak yang Sama

Beliau menyediakan waktu khusus bagi para muslimah untuk bertemu dalam majelisnya. Agar tiap orang baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengajaran dari Beliau.

Maka dimanapun, kapanpun, dengan siapapun. Saat duduk bersamanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberikan kita perspektif lebih besar mengenai hidup.

Semoga kita mendapat kesempatan untuk berkumpul dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ya Sob.

Sumber:
Tausiah Ustadz Oemar Suleiman “Sitting in His Circle” https://www.youtube.com/watch?v=2EjRAClt28M&list=PLQ02IYL5pmhHvZ02LKQVeey8H-2XBKMGb&index=8
https://www.republika.co.id/berita/qc5w93320/halaqah-taklim-melingkar-rasulullah-