Qais Bin Saad Sang Dermawan

Qais Bin Saad Sang Dermawan

  • Post published:Oktober 14, 2019

Qais bin Sa’ad bin `Ubadah merupakan salah satu sahabat Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang berasal dari keluarga terhormat di Madinah, bahkan sejak sebelum hijrahnya Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Beliau masuk Islam saat usianya masih anak-anak. Beliau merupakan putra pemimpin Suku Khazraj di Yastrib (Madinah).

Sebuah riwayat menyebutkan, Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ cukup terkesan dengan Qais. Sejak saat itu, kedekatan Qais dengan Rasulullah terbina baik. Salah seorang sahabat, Anas bin Malik pernah mengungkapkan, “Kedudukan Qais bin Sa’ad bin ‘Ubadah di sisi Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tidak ubahnya seperti seorang ajudan.”

Baik sebelum maupun setelah masuk Islam, Qais terkenal sebagai pribadi yang dermawan tetapi juga berakal panjang. Hal inilah yang membuat kebanyakan masyarakat Madinah gentar terhadapnya. Setelah keimanan menetap dalam hatinya, Qais mengubah kepiawaiannya dalam mengakali orang-orang dengan kejujuran. Baginya, Islam merupakan jalan menuju rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, Qais lebih konsisten mengamalkan sifat kedermawanan, sebagaimana didikan dari keluarga besarnya.

Secara turun-temurun, Ibnu `Ubadah termasuk keluarga yang ringan hati dalam membantu masyarakat Madinah. Bahkan, Rasulullah pernah berkata, Kedermawanan merupakan tabiat anggota keluarga ini (bani `Uba dah).

Pada suatu hari, Qais bin Sa’ad bin ‘Ubadah bersedia memberikan pinjaman kepada seorang kawannya yang sedang terlilit kesulitan. Beberapa lama berselang, kawannya ini mendapatkan kemudahan rezeki sehingga bisa membayar utangnya itu. Namun, Qais dengan halus menolaknya, “Kami tidak hendak menerima kembali apa-apa yang telah diberikan,” katanya.