Presma dan Wapresma UNSRI

Presma dan Wapresma UNSRI

  • Post published:Januari 8, 2020

Muadz dan Doki Efendi, mahasiswa semester 7 Universitas Sriwijaya merupakan penerima beasiswa Kader Surau UNSRI Angkatan 2. Muadz, besar di kota Lampung bersama 7 saudara kandungnya. Bapak dan Ibunya merupakan seorang wiraswasta. Sedangkan Doki, terlahir dari keluarga petani di sebuah desa di Bengkulu. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, tidak membuat semangat mereka luntur untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Alhamdulillah saat ini, Muadz dan Doki dititipkan amanah baru sebagai Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UNSRI 2019 – 2020. Tentunya, amanah baru ini menjadi tantangan bagi mereka berdua, yang harus dijalankan dengan rasa ikhlas dan bertanggung jawab. Menurut Muadz, salah satu hal yang memotivasi dirinya untuk menjadi presma yakni ialah perihal kebermanfaatan.

“Motivasi terbesar saya ialah perihal kebermanfaatan. ‘Khairunnas anfa’uhum linnas’ dan ‘fastabiqul khairot’, dua kalimat yang menjadi energy ‘mengapa kita sebagai manusia harus bermanfaat’. Menjadi Presma juga artinya adalah kesempatan untuk diri melipat gandakan kebaikan.” Ungkap Muadz.

“Mempimpin sebuah organisasi mahasiswa tertinggi di level Universitas tentunya tidak lagi berbicara tentang pribadi. Tetapi (sudah harus) bebicara sejauh mana nantinya manfaat-manfaat itu mengalir dan terasa di kalangan mahasiswa UNSRI.” Lanjut Muadz.

Selain menempuh pendidikan di bangku kuliah, Muadz dan Doki memiliki beragam aktivitas bermanfaat lainnya seperti aktif di berbagai macam organisasi kampus, mengikuti beberapa kompetisi di tingkat kampus, dan mengikuti kegiatan pembinaan kader surau di RPM. Selain itu, Muadz aktif di komunitas yang bergerak di bidang literasi dan diskusi. Sedangkan Doki, melatih bakat wirausahanya dengan menjalankan usaha rempeyek kater dan melakukan aktivitas pemberdayaan masyarakat, yang merupakan salah satu program kader surau. Tentu saja dengan segudang aktivitas yang dijalani, mereka perlu mengelola waktunya dengan sebaik mungkin.

Semoga, dengan adanya amanah baru ini dapat menjadikan Muadz dan Doki sebagai pribadi yang lebih bermanfaat untuk kebaikan.