PKUR YBM-BRI Rintis Petani Berdaya Melalui Jagung Hibrida

  • Post published:24 Maret 2017

YBM_PKUR YBM-BRI Rintis Petani Berdaya Melalui Jagung Hibrida

DELI SERDANG, SUMATERA UTARA — Teriknya matahari di area lahan perkebunan eks PTPN 2, tak menyurutkan langkah tim survey Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Mereka dengan semangat menyusuri area perkebunan dan mendatangi para petani. Ini bertujuan untuk memastikan kelayakan mustahik dan usaha yang diusulkan ke YBM-BRI Kanwil Medan.

Ya, survey tersebut bergulir di kelompok petani jagung di Dusun Pondok Rowo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kawasan tersebut dihuni 400 kepala keluarga dengan minimnya fasilitas dan infrastruktur. Jalanan berlubang penuh debu menjadi lintasan keseharian masyarakat dalam beraktivitas.

Mereka yang bermukim di Dusun Pondok Rowo, rata-rata juga bekas karyawan perkebunan PTPN 2, dan kini tak lagi memiliki pekerjaan tetap. Minimnya modal usaha, hanya membawa mereka pada profesi sebagai buruh tani, peternak dan pekerja kebun milik tokeh pemodal, untuk terus menggerakkan roda ekonomi keluarga. Bagi hasil sebesar 25% terpaksa mereka terima sebagai upah pekerja kebun milik para tokeh pemodal. Tentu, itu menjadi penghasilan yang tergolong kecil, seolah hanya diperas tenaganya saja.

“Ya mau gak mau bang, daripada hanya menganggur. Sedikit-sedikit hasil tak apalah, yang penting halal dan ada penghasilan. Lumayan buat bayar sekolah anak. Kalau untuk makan, ya kita cari pekerjaan serabutan lainnya,” ucap Gito, ketua kelompok tani di Pondok Rowo.

Menjadi sebuah ironi, mereka bermukim dalam kepungan tanah perkebunan nan luas. Namun, ketidak mampuan dana untuk menyewa lahan, membuat mereka hanya bertahan sebagai pekerja serabutan dan buruh tani. Tentu, bukan hasil maksimal yang diperoleh dari keuntungan tinggal di area lahan perkebunan nan luas.

Tetapi, kini mereka boleh sedikit berlega hati. Hadirnya tim surey YBM-BRI ke dusun tersebut, tentu dengan maksud memberdayakan dan menggelorakan semangat berIndonesia para petani setempat. Program PKUR digadang-gadang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat petani Pondok Rowo.

“Alhamdulillah kami dapat melakukan survey langsung di Pondok Rowo. Semoga program ini dapat segera bergulir dan mengangkat perekonomian para petani. Jenis usaha budidaya Jagung Hibrida sudah kami siapkan untuk penerima manfaat di Pondok Rowo. Semoga PKUR ini menjadi manfaat berkelanjutan para petani, untuk berdikari di dusun sendiri,” harap Jhon Eriadi, salah satu tim pelaksana harian YBM-BRI Kanwil Medan.