PKUR Jamur Tiram Bawa Munanto Sekolahkan Anaknya Di Perguruan Tinggi

  • Post published:28 Juni 2017

PKUR Jamur Tiram Semarang

SEMARANG — Ibukota Jawa Tengah tersebut begitu kental dengan jajanan khas Lumpianya. Tak jarang para pelancong yang berkunjung kesana, selalu menyempatkan untuk membelinya, entah untuk sekedar mencicipi atau menjadi buah tangan. Namun kali ini, ada cerita lain dari Kota Semarang yang dihimpun tim Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Ya, cerita itu adalah kisah dari Munanto. Semangatnya membuat YBM-BRI urun tangan untuk menjadikannya penerima manfaat dari program pemberdayaan ekonomi.

Pria asli Semarang yang tinggal di Dukuh Tlumpak, Kelurahan Tandang, Tembalang tersebut, hanya berprofesi sebagai buruh bangunan. Tentu dengan penghasilan yang pas-pasan, yaitu sekitar Rp. 90ribu per harinya. Untuk menambah penghasilan, ia mencoba beternak sapi yang dapat dijual pada hari raya Idul Adha. Namun keuntungannya juga tak menentu. Hingga akhirnya pada 2015, Munanto, dipertemukan dengan YBM-BRI melalui melalui program pemberdayaan ekonomi, budidaya Jamur Tiram.

Pria 59 tahun tersebut, dengan semangat menggarap budidaya Jamur Tiram yang diinisiasi oleh para penerima Beasiswa Kader Surau YBM-BRI. Berkah ketekunannya, Munanto dapat mengubah bantuan modal awal senilai Rp. 900 ribu, untuk melanggengkan usaha Jamur Tiramnya hingga kini. Melalui 1.000 baglog yang dimilikinya, Munanto mampu menghasilkan uang Rp. 78 ribu sampai Rp. 180 ribu setiap harinya.

“Semangat dan kegigihan menjalankan program pemberdayaan, patut kita apresiasi. Munanto menjadi contoh sukses dari ribuan penerima manfaat YBM-BRI. Ahamdulillah bantuan pertama berhasil, kini kami tak ragu menggulirkan program kedua melalui PKUR, dan menjadikan Munanto sebagai leadernya,” ungkap Dwi Iqbal Noviawan, selaku GM YBM-BRI.

Salah satu hasil nyata yang dapat dilihat saat ini dari kegigihan Munanto adalah, dari hasil tersebut, ia dapat membiayai anaknya yang kuliah di Universitas
Diponegoro, jurusan Geodhesi. Selain itu, berbekal pengalaman dan data-data keberhasilan beliau selama ini, Munanto menjadi salah satu alasan YBMBRI
memberikan bantuan kembali untuk wilayah sekitar tempat tinggalnya dalam bentuk
program PKUR jamur tiram.

“Alhamdulillah, saat ini beliau dan beberapa warga di sekitarnya, sudah mampu membuat baglog jamur tiram secara mandiri, tanpa harus membeli dari luar kota. Ini juga merupakan salah satu prestasi,” pungkas Iqbal.