Perawat Muslimah Pertama di Dunia Islam

Perawat Muslimah Pertama di Dunia Islam

  • Post published:6 November 2019

Rufaidah binti Sa’ad al-Bani Aslam al-Khazraj, merupakan salah seorang mujahidah handal yang hadir pada masa – masa peperangan, dibawah kepemimpinan Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . Beliau hidup di masa Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ di abad pertama Hijriah (abad ke-8 Masehi) dan termasuk kaum Anshor, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Rufaidah digambarkan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati.

Keahliannya di bidang ilmu keperawatan, membuat hatinya terpanggil untuk menjadi sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang. Selain itu, beliau pun mendirikan rumah sakit lapangan yang sangat membantu para mujahid saat perang. Semangat Rufaidah membuat Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ memerintahkan para korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah. Keahlian Rufaidah menitis dari sang ayah yang berprofesi sebagai dokter. Sedari kecil beliau sering kali membantu merawat orang sakit.

Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Kelompok ini mengambil peran penting dalam Perang Khaibar. Mereka meminta izin kepada Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ untuk ikut di garis belakang pertempuran serta merawat mujahid yang terluka. Tercatat pula dalam sejarah saat Perang Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga pulih. Momen ini dikenang sebagai awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.

Tak hanya merawat orang sakit atau terluka, beliau juga menaruh perhatian pada kegiatan sosial. Dalam hal ini, beliau memberi layanan kesehatan kepada anak yatim dan penderita gangguan jiwa. Layanan ini dilakukan dengan tulus dan penuh pengabdian.

Inilah kisah Rufaidah binti Sa’ad sosok perawat muslimah pertama yang ikut berjihad di jaman Rasulullah dengan kemampuannya di bidang keperawatan.

(Sumber : Republika.co.id)