PEMBERDAYAAN PETANI SEBAGAI IKHTIAR MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

PEMBERDAYAAN PETANI SEBAGAI IKHTIAR MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

  • Post published:25 September 2021

Pemberdayaan Petani Ikhtiar Mewujudkan Ketahanan Pangan

Sebagai negara kepulauan dan memiliki wilayah yang luas, Indonesia adalah negara yang dianugerahi oleh kekayaan alam yang tidak pernah ada habisnya. Dari keindahan alam untuk wisata hingga kekayaan alam yang bisa diproduksi menjadi sumber energi tersendiri, salah satunya berasal dari sektor pertanian.

Sejak disahkan UU Pokok Agraria pada tanggal 24 September 1960 yang diperingati sebagai Hari Tani Nasional memberikan harapan kesejahteraan petani sebagai aset utama dalam penyediaan pangan. Namun harapan hanyalah harapan, banyak perubahan alih fungsi lahan menjadi faktor utama penghambat para petani dalam keberlangsungan penyediaan pangan. Sehingga tak jarang membuat para petani beralih profesi dan digalangkannya generasi muda untuk menjadi petani modern.

Sebagai upaya membantu pemerintah dalam kewujudkan ketahanan pangan YBM BRI berinsiasi dan inovasi dalam program penyalurann zakat untuk pemberdayaan ekonomi yaitu program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat.

Tujuan program ini mengembangkan potensi dan kemandirian usaha mustahik melalui kegiatan pendampingan usaha dan pemberian stimulus modal usaha, salah satu keberhasilan program ini yaitu:

1.Kelompok Budidaya Cabai Merah, Desa Tanah Mas, Sumatera Selatan

Kelompok PKUR berhasil menambah keuntungan hingga 2 kali lipat. Program PKUR juga membuka akses ke pemerintah daerah sehingga pemerintah turut menggulirkan bantuan kepada kelompok. Kelompok juga berhasil membuka jaringan sejumlah pedagang di pasar sehingga hasil tani yang didapat bisa lebih tinggi dibanding daerah lain.

2.Kelompok Budidaya Jagung, Desa Pancasila dan Purwosari, Lampung

Dari hasil keuntungan panen, kelompok PKUR berhasil menambah aset usaha yakni membeli alat penanam jagung dan sapi, serta dapat menginfakkan hasil panennya dengan membeli jam digital untuk masjid desa.

3.Kelompok Budidaya Cabai Merah, Desa Cipapar, Jawa Barat

Anggota kelompok berhasil mendapat omset hingga 20 – 40 juta, sehingga dapat membeli 4 motor dan 1 ladang sebagai aset usaha.

4.Kelompok Budidaya Mina Padi, Desa Wonolopo, Semarang

Berawal dari musibah banjir yang melanda lahan pada periode awal program, membuat kelompok ini berhasil bangkit. Pemerintah melirik budidaya mina padi mereka dikarenakan potensi usaha yang dinilai bagus. Diproyeksikan sekitar lahan kelompok akan menjadi tempat wisata setelah adanya pembenahan lokasi. Kelompok juga berencana mengembangkan usaha menjadi tempat pemancingan dan membuat cafe. Selain itu kelompok juga membimbing karang taruna sekitar untuk menjadi petani milenial Desa Wonolopo.

5.Kelompok Budidaya Kemangi, Desa Badal, Jawa Timur

Kelompok PKUR berhasil membangun kebiasaan menabung dan berinfaq. Salah satu peserta juga dapat menyekolahkan anak – anaknya di pondok pesantren hingga lulus.

 

Salurkan kebaikanmu

No.rek 0206-01-002801-30-1 a.n Dana Infaq Yayasan Baitul Maal BRI

 

Informasi dan konfirmasi

https://wa.me/6282112444549