Pangkas Angka Buta Karena Katarak dengan BRI Melihat Dunia

  • Post published:22 Maret 2017

YBM_Pangkas Angka Buta Karena Katarak dengan BRI Melihat Dunia1

JAKARTA — Angka kebutaan akibat katarak secara nasional masih tergolong tinggi. Berdasar survey WHO (organisasi kesehatan dunia) terhadap 15 provinsi di Indonesia secara acak, angka kasus katarak rata-rata masih 2% dari jumlah populasi. Padahal, untuk dapat dikatakan bebas katarak, hanya tercatat angka 0,5% saja.

Untuk menekan angka katarak di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia melalu Yayasan Baitul Maal (YBM-BRI) dan BRIMEDIKA, menggelar bakti sosial operasi katarak gratis untuk 1.000 pasien, yang tersebar di 19 kantor wilayah seluruh Indonesia. Gelaran tersebut berlangsung sejak November 2016 dan akan ditutup pada awal 2017 ini. Baksos ini merupakan rangkaian dari kemeriahan HUT ke-121 PT. Bank Rakyat Indonesia.

YBM_Pangkas Angka Buta Karena Katarak dengan BRI Melihat Dunia2

Gelaran yang mengusung tema “BRI Melihat Dunia,” tidak disangka akan dibanjiri pendaftar operasi katarak. Di Kanwil Jakarta 1, pasien yang mendaftar lebih dari 200. Padahal kuota yang tersedia untuk kanwil tersebut hanya 70 saja. Tentu pasien yang mendaftar harus melalui tahapan screening terlebih dahulu.

“Alhamdulillah, sebagai wujud syukur bertambahnya usia BRI, kami dapat menggelar baksos operasi katarak untuk masyarakat tidak mampu di Indonesia, khususnya DKI Jakarta. Tidak menyangka kalau antusias pasien yang mendaftar luar biasa, tiga kali lipat dari kuota yang kami sediakan. Semoga kedepannya dapat kami tingkatkan kuotanya, agar masyarakat Indonesia bebas buta karena katarak,” ungkap Dwi Iqbal Noviawan, selaku General Manager YBM-BRI.YBM_Pangkas Angka Buta Karena Katarak dengan BRI Melihat Dunia3

YBM-BRI dan BRIMEDIKA menjadwalkan secara bertahap operasi katarak kali ini. Untuk 70 pasien yang lolos screening, akan melangsungkan operasinya di RSPAD Gatot Subroto, yang sudah menjalin kerjasama dengan BRIMEDIKA.

“Saya sangat terharu sekali. Tidak menyangka mata saya dapat melihat kembali dengan normal. Terima kasih  saya ucapkan kepada BRI yang telah memberikan operasi katarak gratis kepada saya. Sudah lama ingin melihat normal seperti ini, namun kembali lagi terkendala biaya. Sekali lagi terima kasih,” tutur bahagia Raharjo (62), salah satu pasien operasi katarak gratis asal Sunter.