PANDEMI BELUM BERAKHIR

PANDEMI BELUM BERAKHIR

  • Post published:1 Agustus 2021

Mutasi virus yang semakin beragam dan tingkat penularan yang semakin tinggi menandai bahwa pandemi yang disebabkan oleh virus covid-19 masih belum berakhir.

Coronavirus Disease 2019 yang saat ini bermutasi dengan varian Delta plus adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Gejala dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus. Orang dengan gejala di bawah ini mungkin memiliki Covid-19:

  1. Demam atau kedinginan
  2. Batuk
  3. Nafas pendek atau sulit bernapas
  4. Kelelahan
  5. Otot atau sakit tubuh
  6. Sakit kepala
  7. Kehilangan rasa atau bau baru
  8. Sakit tenggorokan
  9. Hidung tersumbat atau berair
  10. Mual atau muntah
  11. Diare
Untuk memutus tali penyebaran covid-19 serangkaian penerapan pola hidup sehat dan penerapan 5M yaitu,

Memakai masker, Himbauan penggunaan double masker ketika memiliki keperluan di luar rumah juga sangat dianjurkan dengan penggunaan masker medis yang dilapisi dengan masker kain. Efektifitas penggunaan double masker medis dan kain dipercaya dapat menghalangi 92,5% partikel yang berpotensi menular. (Hasil studi dari Centers Of Disease Control and Prevention (CDC) 2021)

Mencuci tangan, Pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktifitas, jika tidak terdapat sabun dan air dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung bahan aktif minimal 60%

Menjaga Jarak, Jika memiliki keperluan yang mengharuskan keluar rumah dan bertemu dengan orang lain maka pastikan menjaga jarak antara 1 – 2 meter.

Membatasi mobilitas dan interaksi, Usahakan untuk tetap di rumah dan tidak bepergian jika tidak dalam kepentingan yang mendesak.

Menjauhi kerumunan, Berkerumunan dapat membuat sirkulasi udara menjadi tidak baik dan memudah meningkatkan penularan. Usahakan selalu jaga jarak ketika sedang dalam kerumunan.

Saat ini pelaksanaan penerimaan vaksinasi sangat dianjurkan. Meskipun virus corona terus bermutasi, tidak membatasi efektivitas vaksin dan asupan bergizi yang diterima oleh tubuh.