Merintis Budidaya Udang Vaname Bernilai Tinggi

  • Post published:30 Juli 2018

Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia melalui Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) melihat potensi ekonomi yang besar di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebagian besar wilayah Desa Tanjung Rejo adalah perikanan tambak dan lahan pertanian. Sektor yang paling mendominasi adalah sektor perikanan yaitu budidaya Udang Vaname yang memiliki tambak seluas 200 m2 dengan rata-rata potensi penghasilan masyarakat sebesar Rp. 3.000.000,- per bulan.

Udang Vaname dengan bahasa latin Lithopenaeus Vannamei adalah jenis udang introduksi dari Amerika Selatan. Indonesia sendiri sudah melakukan budidaya udang vaname sejak akhir tahun 90-an sebagai pengganti udang windu yang sulit dibudidayakan akibat serangan virus White Spot.

Udang vaname memiliki kemampuan adaptasi dengan angka kehidupan (survival rate) hidup yang tinggi. Laju pertumbuhan juga relatif cepat dan harga di pasaran sekitar Rp. 130.000,- hingga Rp. 180.000,- per kg. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya.

YBM BRI kanwil Medan tidak menyia-nyiakan potensi ini. Pada akhir Juni 2018, YBM BRI kanwil Medan melakukan launching program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) unit usaha budidaya udang vaname guna mengoptimalkan dana zakat untuk peningkatan taraf hidup mustahik di wilayah Desa Tanjung Rejo yang selama ini hanya bisa melihat dan mendengar keberhasilan masyarakat yang sudah memiliki tambak untuk budidaya udang vaname. Melalui program ini, YBM BRI berkeinginan untuk menjadikan Desa Tanjung Rejo sebagai sentra budidaya udang vaname di Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah atas bantuan modal dan pembinaan yang diberikan oleh YBM BRI. Berkat bantuan ini, kami sudah memiliki tambak udang vaname sendiri dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga kami. Semoga semakin banyak yang mendapat kebermanfaatan dari YBM BRI.” Tutur Bpk. Nyoto selaku peserta program.