Menembus Desa Sukamulih

Menembus Desa Sukamulih

  • Post published:10 Januari 2020

Bogor (6/1). Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (1/1) lalu, masih menyisakan duka mendalam bagi para penyintas, salah satunya Desa Sukamulih dengan jumlah penyintas hingga 220 jiwa. Hanya desa ini yang memungkinkan untuk ditembus oleh Tim Layanan Kesehatan Bergerak YBM BRI, sedangkan desa lainnya masih terisolir akibat longsor dan endapan lumpur.

Untuk menyelamatkan diri berpindah ke tempat yang lebih aman, para penyintas harus berjalan kaki dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Salah satunya Ibu Siti Aisyah. Beliau bersama keluarga dan beberapa penyintas lainnya, hari ini berencana untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman, karena khawatir lokasi tinggalnya di Desa Pasir Madang akan longsor kembali, akibat hujan yang tidak berhenti sejak dini hari.

Namun, dengan kondisi hamil muda dan jarak tempuh sejauh 7 km, membuat Ibu Siti Aisyah kelelahan dan lemah. Alhamdulillah, beliau tertangani oleh Tim Layanan Kesehatan Bergerak YBM BRI, untuk diberikan penanganan lebih lanjut.
Saat ini, kondisi Ibu Siti Aisyah sudah lebih baik setelah mendapat pengobatan, serta makanan siap santap yang diberikan oleh tim Layanan kesehatan Bergerak YBM BRI.

Penyintas lainnya, Bapak Amir Makmur menuturkan, “Alhamdulillah merasa terbantu sekali bisa berobat di sini, karena jarak dari puskesmas dan tempat pengungsian jauh sekitar 5 km. Saya mewakili jama’ah masjid mengucapkan terima kasih atas kehadiran layanan kesehatan ini.”

Sampai hari ini, Tim Layanan Kesehatan Bergerak YBM BRI terus berusaha, menjangkau wilayah yang sulit mendapat akses bantuan dan layanan kesehatan untuk para penyintas. Semoga, Tim Layanan Kesehatan Bergerak YBM BRI, para penyintas, dan pasien diberikan kesehatan serta perlindungan oleh Allah.