Lidi Pinang Sebatang

Lidi Pinang Sebatang

  • Post published:26 Januari 2021

Menggelola limbah sawit menjadi bahan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis, menjadi inovasi ekonomi kreatif baru kelompok PKUR ibu-ibu rumah tangga (IRT) Desa Pinang Sebatang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Provinsi Riau.

Salah satu limbah sawit yang memiliki potensi dan manfaat ekonomi adalah lidi dari pelepah sawit. Melalui sentuhan tangan 10 ibu-ibu kelompok PKUR ini, usaha kerajinan lidi pelepah sawit kini terus berkembang.

Kelompok PKUR ini mengembangkan lidi sawit menjadi beberapa jenis produk kerajinan (handcraft) seperti piring anyaman, tempat pot bunga, tempat sendok, tempat tisu, topi, keranjang belanja, keranjang buah, dan keranjang baju.

Meskipun hanya menggunakan teknologi yang cukup sederhana dan masih manual, produk kerajinan lidi sawit ini mampu dihargai senilai Rp5.000-Rp. 70.000/satuan. Adapun pemasarannya dilakukan secara online melalui sosial media maupun offline dengan menyetok ke toko-toko dan membuka galeri kerajinan di rumah salah satu anggota kelompok.

Melalui program PKUR kerajinan lidi sawit ini para IRT bisa memanfaatkan waktu luangnya menjadi lebih bermanfaat dan membantu menambah penghasilan ekonomi keluarga masing-masing anggota kelompok.

“Sejak ada program PKUR, Alhamdulillah ibu-ibu Desa Pinang Sebatang ini dapat membantu sedikit-sedikit perekonomian rumah tangga mereka,” ungkap pendamping program PKUR, Suci Aprilna.

Suci berharap usaha kelompok dampingannya semakin besar dan pemasaran produk kerajinan lidi sawit semakin luas.

“Harapannya semoga usaha ini semakin besar. Mohon kiranya produk kami juga bisa difasilitasi dan dipromosikan oleh pemerintah dan instansi terkait, supaya kerajinan lidi sawit ini dapat dipasarkan lebih luas lagi. Demi kemajuan perekonomian masyarakat Desa,” lanjut Suci.