ZAKAT PENGHASILAN DAN KETENTUANNYA
Habiskan gaji mu untuk investasi dunia dan akhirat.

ZAKAT PENGHASILAN DAN KETENTUANNYA

  • Post published:22 April 2021

Zakat Penghasilan

Definisi Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan jenis zakat mal yang tidak dibahas oleh kalangan ulama terdahulu. Namun menurut ijtihad kalangan ulama fikih kontemporer harta dari penghasilan profesi bukan berarti tidak menunaikan zakat. Sesuai dengan firman Allah Q.S Al-Baqarah 2: 267

“Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagai dari hasil usahamu yang baik-baik.”

Hakikat dari zakat adalah sebagai instrument kesejahteraan dari orang yang memiliki harta lebih kepada orang yang wajib menerima zakat. Jika perhitungan penghasilan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup maka tidak wajib melakukan zakat karena syarat nishab tidak tercapai.

Zakat penghasilan adalah zakat yang dipungut sebesar 2.5% dari total penghasilan yang diterima. Menurut fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) penghasilan dalam konteks ini merujuk pada setiap pendapatan berupa gaji, honor, upah, dan jasa lainnya yang diperoleh melalui cara yang halal sehingga jenis zakat kontemporer yang tidak hanya mengikat bagi masyrakat yang memiliki penghasilan rutin tetapi juga bagi orang islam yang memiliki pendapatan dari pekerjaan bebas lainnya.

Kaidah Zakat Penghasilan

Walaupun dalam fikih klasik tidak ditemukan adanya zakat penghasilan namun menurut ulama kontemporer yaitu Syaikh Muhammad Al Ghazali berpendapat seorang muslim yang memiliki pendapatan lebih dari pendapatan petani maka wajib mengeluarkan zakat.Sedang menurut Dr. Yusuf Al-Qardlawi melalui karyanya yang berjudul Fiqh al-Zakat bahwa penghasilan yang diterima dari setiap pekerjaan atau profesi baik dilakukan sendiri maupun lembaga melalui jalan yang halal maka wajib dikeluarkan zakat.

Selama ini ada banyak yang berbeda pendapat tentang zakat profesi, namun dalam buku Panduan Zakat Praktis karya. Zakat penghasilan diqiyaskan kepada dua jenis zakat yaitu:

  1. Zakat pertanian dengan ketentuan pengeluaran setiap kali pada maka diqiyaskan pada setiap menerima gaji/upah
  2. Zakat harta simpanan/kekayaan dengan ketentuan nishab 85 gram emas dan kadar yang dikeluarkan sebesar 2.5%

Kedua poin ini menjadi kajian MUI dalam mengeluarkan fatwa No. 3 tahun 2003 tentang zakat penghasilan yang menyebutkan bahwa penghasilan wajib dizakati adalah penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Yayasan Baitul Maal BRI merupakan lembaga filantropi yang membersamai kontribusi anda melalui pengelolaan zakat, infaq dan sedekah untuk memberi makna Indonesia.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Para ahli fikih kontemporer bersepakat bahwa hasil dari profesi merupakan jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya jika sudah mencapai nishab. Nishab atau capaian batas penghasilan yang harus dikeluarkan zakat senilai dengan 85 gram emas per tahun, maka dibagi 12 bulan untuk nisbah perbulan. Namun jika seorang muslim mengeluarkan zakat penghasilan setiap bulan, maka telah gugur kewajibannya menunaikan zakat pada akhir tahun.

Cara menghitung zakat profesi dengan melihat penghasilan baik secara bulanan maupun tahunan seperti contohnya

  1. Pak Hasan memiliki gaji Rp72.000.000 atau Rp6.000.000 per bulan. Harga 1 gram emas saat itu Rp800.000, maka nishab zakat profesi 85 gram x Rp800.000 = Rp68.000.000
  2. Maka penghasilan Pak Hasan sudah mencapai nishab dan wajib untuk dikeluarkan zakat dengan nilai yang dikeluarkan 2.5% x Rp6.000.000 = Rp150.000 per bulan
  3. Jika Pak Hasan ingin menunaikan zakat profesi yang terakumulasi selama 1 tahun maka. 2.5% x Rp6.000.000 x 12 bulan = Rp1.800.000

Mudahnya kamu bisa menghitung melalui kalkulator zakat

Tunaikan Zakatmu Di sini, 2.5%  tak membuat kekurangan tapi bagi mereka berharga.