Ketahanan Pangan Keluarga

Ketahanan Pangan Keluarga

  • Post published:21 Mei 2020

“Alhamdulillah seneng banget apa yang sudah ditanam akhirnya bisa dipanen,” ungkap Ibu Julaeha. Ekspresi yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh ibu lainnya. “Bahagia rasanya bisa melihat tanaman tumbuh subur dan bisa menghemat uang belanja”, kata ibu Lanlan, “Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil panen juga dijual ke Pasar Cimurah, Garut.”

Ibu Julaeha, ibu Lanlan beserta ibu lainnya merupakan penerima manfaat program IP2BK (Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Keluarga) sentra Cimurah, Garut. Sehari-hari Ibu Julaeha berjualan jajanan anak di sekolah. Namun karena wabah Covid-19 dan anak-anak tidak belajar di sekolah, maka Ibu Julaeha terpaksa tidak berjualan lagi.

Sudah tiga bulan ibu-ibu IP2BK Sentra Cimurah memiliki aktivitas berkebun dengan memanfaatkan halaman sekitar rumah. Selama #dirumahaja ibu-ibu IP2BK ini banyak memanfaatkan waktunya untuk bercocok tanam. Mereka mulai dengan menanam sayuran, bumbu dapur, dan tanaman obat seperti cabai, bawang, tomat, daun bawang, jahe, kunyit, sereh wangi, lidah buaya, pare, kangkung, dan singkong. Selama isolasi diri dari wabah corona, peserta IP2BK beserta keluarga banyak memanfaatkan waktu untuk bercocok tanam di halaman rumah masing-masing.

Nah sob, saat pandemi kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sangat menentukan kesehatan anggota keluarganya. Melalui pemberdayaan keluarga dengan program aktivitas berkebun dihalaman rumah masing-masing diharapkan dapat membangun kemandirian melalui potensi ketahanan pangan keluarga.

Jadi selama #dirumahaja adakah yang sudah mencoba mulai bertanam di sekitar rumah?