Kesuksesan Nabi Muhammad  صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kesuksesan Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

  • Post published:20 September 2019

Sebelum menerima risalah kenabian, Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dikenal luas sebagai seorang pedagang. Jangkauan bisnisnya tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga kawasan-kawasan luar, semisal Syam (Suriah).

Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sejak usia belia telah merasakan pahit-manisnya dunia perdagangan. Bersama dengan sang paman, Abu Thalib, beliau memahami bagaimana “seni” berdagang, sehingga meraup profit sekaligus reputasi orang berbudi pekerti luhur.

Ada beberapa kunci sukses Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebagai pedagang, seperti sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan bisnis dengan para pelanggan. Dengan kejujuran, beliau menjadi agen saudagar kaya Siti Khadijah Radhiyallahu ‘anha, yang akhirnya menjadi istri pertamanya. Saat melakukan perjalanan dagang ke Suriah, Yerussalem, Yaman, dan lain-lain tempat.

Dalam setiap perjalanan bisnis, Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ memperoleh keuntungan yang banyak, bahkan melampaui target penjualan. Hal ini membuat orang-orang senang berbisnis dengan beliau, yang terpercaya dan ramah kepada setiap pelanggan dan mitra.

Prinsip Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, ialah bahwa pedagang yang tak jujur akan gagal menekuni profesinya. Mungkin saja kebohongan akan membuatnya meraup banyak untung. Namun, hal itu sifatnya amat sementara, karena ketika kebenaran terbongkar, maka kepercayaan yang sudah dibina hilang seketika.

Karena itu, beliau selalu menasehati sahabat-sahabatnya untuk selalu jujur dalam berbisnis atau dalam menjalani setiap peran di kehidupan. Saat Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ memimpin umat di Madinah, keadilan merata bagi seluruh warga. Termasuk dalam bidang ekonomi. Patut diperhatikan pula standardisasi timbangan dan ukuran, sehingga pembeli mendapatkan bagian yang adil dan transparan.

Nabi Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sangat menjunjung tinggi kejujuran. Sampai-sampai, orang yang jujur dalam berdagang, digaransinya masuk dalam golongan para nabi. Abu Sa’id meriwayatkan bahwa Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, “Pedagang yang dapat dipercaya dan jujur akan bersama-sama dengan para nabi, shiddiqin, syuhada.” (HR. At Tirmidzi).