Kembalikan Keceriaan Aldi

Kembalikan Keceriaan Aldi

  • Post published:13 Agustus 2020

Siapa yang menginginkan sakit ? Tentu tak ada satupun yang menginginkannya walau hanya sekedar flu atau luka kecil. Apalagi ditengah kondisi seperti ini, semua pasti berharap diberikan kesehatan dan terhindar dari segala macam musibah.

Namun takdir tak bisa ditolak, apapun itu. Kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga diri, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Begitu yang dirasakan Aldi, seorang mahasiswa kewirausahaan ITB 2017.

Kini ia tengah terbaring tak berdaya di rumah, setelah sebelumnya masuk rumah sakit dikarenakan pendarahan hebat melalui hidung yang tak kunjung henti hingga kurang lebih 8 jam lamanya.

“Aldi sosok teman yang senantiasa ceria dan senang tersenyum di antara kami. Aldi seringkali memberikan kegembiraan pada kami dalam berbagai kesempatan.” Ungkap Reka, Mentor Bright Scholarship ITB angkatan 3.

Namanya Aldi Aldinar. Mahasiswa dengan segudang aktivitas organisasi dan prestasi. Prestasi terkininya, Aldi lolos program YSEALI (Young South East Asian Leaders Initiative), USA 2020 dan juga YLI (Young Leaders for Indonesia).

Aldi juga merupakan awardee Bright Sholarship ITB Angkatan 3. Dalam aktivitas internal awardee, Aldi adalah kepercayaan teman – temannya dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Namun pada Juni 2020 lalu, keceriaan Aldi menghilang. Setelah mengalami pendarahan dan dilarikan ke rumah sakit, berbagai tes dan pemeriksaan telah dilakukan oleh dokter termasuk proses oral chemotheraphy dan bone marrow aspirations test.

Aldi didiagnosa mengidap penyakit anemia aplastik, salah satu jenis kelainan darah yang disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah. Pada kondisi ini, sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Penyakit ini jika berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, otak, dan organ lainnya dalam tubuh serta berujung pada kematian.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk kesembuhannya ialah melalui transplantasi sumsum tulang belakang, dengan biaya mencapai lebih dari 800 juta, serta biaya perawatan mencapai 100-200 juta.

Namun pengobatan tersebut terhambat karena terkendala biaya. Penghasilan Ibu Aldi sebagai pedagang rengginang di Cipanas, tidak cukup untuk memenuhi biaya pengobatan anak tercintanya.

Menurut dokter yang menangani Aldi, jika tidak segera dilakukan transpalantasi, angka harapan hidupnya berada pada kisaran 30%.

Yuk bantu Aldi supaya bisa kembali ceria dan beraktivitas lagi, dengan memberikan semangat dan doa agar diberikan kesembuhan. Kalian juga bisa meringankan beban biaya pengobatan Aldi melalui :

Rekening BRI 0206-01002801-30-1 a.n YBM BRI QQ Dana Infaq
Rekening BRIS 1001-727-121 a.n YBM BRI QQ Dana Kemanusiaan
Atau scan QRIS kami melalui platform Link Aja, ovo, gopay, shopee pay, dan dana

Berikan kode unik 01 pada nominal infaq, contoh : Rp. 200.001
Konfirmasi ke WA Center
wa.me/6282112444549