Kembali Tambah Permodalan Badan Usaha Milik Pesantren Di Lampung Tengah

  • Post published:4 Agustus 2017

Kembali Tambah Permodalan

LAMPUNG TENGAH — Awal Agustus, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Bandar Lampung, kembali menggiatkan program pemberdayaan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Kali ini YBM-BRI menggilirkan BUMP peternakan ayam petelor di Pondok Pesantre Darussalam, Adi Jaya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Sebanyak 850 ekor ayam petelur sudaj memenuhi kandang di pondok pesantren tersebut. Santri-santri pun menyambut hadirnya BUMP Ternak Ayam Petelor dari YBM-BRI dengan semangat. Mereka mulai bergantian memberikan makan dan membersihkan kandang ayam sesuai jadwal.

BUMP merupakan program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk modal usaha dan sekaligus pembinaan kepada pesantren yang ditunjuk menerima bantuan. Tentunya sesuai dengan kriteria program yang bertujuan untuk memandirikan ekonomi pesantren, dan juga tentunya masyarakat di lingkungan pesantren.

Kali ini dana sebesar Rp. 90 juta bergulir untuk Pondok Pesantren Darussalam dari program BUMP YBM-BRI Kanwil Bandar Lampung. Dana tersebut untuk penambahan modal usaha budidaya peternakan ayam petelur di pondok pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, kami melalui YBM-BRI Kanwil Bandar Lampung kembali menggulirkan program BUMP untuk Pondok Pesantren Darussalam di Lampung Tengan. Adanya dana dan pembinaan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan, serta meningkatkan perekonomian pesantren dan masyarakat di sekitarnya,” ungkap Dwi Iqbal Noviawan, selaku GM YBM-BRI kantor pusat Jakarta.

YBM-BRI tentunya masih membuka peluang bagi pondok pesantren lain yang ingin mengakses dana program tersebut. Perwakilan pondok pesantren dapat langsung menghubungi kantor YBM-BRI yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Alhamdulillah berkah bantuan dana dari YBM-BRI pesantren kami telah memasukan 850 ekor ayam petelur ke kandang yang tersedia. Semoga penambahan bantuan modal BUMP akan semakin cepat mewujudkan kemandirian pesantren sebagai pusat pengembangan kewirausahaan,” harap Kyai Imam Hadiyin, selaku Pimpinan Pesantren Darusaalam.