KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM

KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM

  • Post published:25 Agustus 2021

 

Sejarah Bulan Muharram

Bulan Muharram berasal dari kata haram yang artinya suci atau terlarang. Pada bulan suci tidak diperbolahkan untuk berperang atau membunuh terkecuali ketika musuh sudah mulai menyerang. Walaupun sejak dulu larangan tersebut sudah berlaku, namun umat islam tidak memiliki perhitungan secara tepat dalam perhitungan tahun hijriyyah. Hal ini menjadi masalah bagi para pejabat pemerintah pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab untuk menjalankan amanahnya.

Penetapan bulan pertama pada tahun hijriyyah menemui kesulitan dengan pilihan bulan islam apa yang dapat menjadi bulan di awal tahun hijriyyah. Saat itu, sahabat Utsman bin Affan memberi usulan bulan pertama pada tahun hijriyah adalah bulan muharram.  Hal ini dilatarbelakangi karena sejak dulu orang Arab menganggap Muharram adalah bulan pertama, umat Islam telah menyelesaikan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah, ketiga pada bulan Muharram merupakan bulan munculnya tekad hijrah ke Madinah setelah pada bulan Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II.

Penetapan pilihan tersebut diperkuat oleh pendapat Umar bin Khatab bahwa hijrah ke Madinah yang dilakukan setelah Baiat Aqabah II menjadi memontum pembeda antara yang haqq dan yang bathil.

Maka ditetapkanlah bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah.

 

Peristiwa Penting pada Bulan Muharram

Banyak peristiwa terjadi pada bulan suci ini, yaitu

  1. Kapal Nabi Nuh ‘alaihis salam berlabuh di bukit judi setelah banjir dahsyat yang menenggelamkan mayoritas penduduk bumi saat itu pada hari ke-10 muharram
  2. Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan menenggelamkan Fir’aun pada hari ke-10 bulan Muharram
  3. Pada Muharram 7 H, terjadi perang Khaibar. Kaum muslimin menang dengan gemilang.
  4. Pada 10 Muharram 61 H, terjadi musibah besar. Husain, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan keluarganya dibunuh di Karbala.

 

Keistimewaan Bulan Muharram

1. Bulan Haram (Suci)

Bulan Muharam merupakan salah satu bulan haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah : 36)

Empat bulan haram yang dimaksud dalam Surat At Taubah ayat 36 ini adalah bulan Dzulqidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ashurul haram (bulan haram), termasuk bulan Muharam ini adalah bulan yang dimuliakan Allah. Bulan-bulan ini memiliki kesucian, dan karenanya menjadi bulan pilihan. Di antara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan ini adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa; jika diserang oleh kaum kafir. Kaum muslimin juga diingatkan agar lebih menjauhi perbuatan aniaya pada bulan haram.

2. Bulan Allah (Syahrullah)

Keutamaan bulan Muharram yang kedua adalah, bulan ini disebut sebagai syahrullah (bulan Allah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

 

Amalan di Bulan Muharram

1.Memperbanyak puasa sunnah

Amalan sunnah pertama pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah. Sebab puasa sunnah paling utama adalah puasa sunnah di bulan ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim)

 

2.Puasa Asyura dan Puasa Tasu’a

Sangat mulianya bulan Muharram maka berpuasa ‘Asyura tanggal 10 Muharram sangat ditekankan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“… Dan puasa di hari ‘Asyura’ saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu.” HR Muslim no. 1162/2746.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan puasa tanggal 10 Muharram adalah karena pada hari itulah Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa álaihis salam dan umatnya, serta menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya, maka Nabi Musa ‘alaihis salam pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada-Nya.
Untuk membedakan perbuatan umat Nabi musa, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram.

 

3.Membantu Orang Lain

Bulan muharram sebagai bulan yang dianjurkan untuk berbuat baik, salah satu dengan membantu memudahkan urusan dan menyenangkan hati sesama muslim.

Sebagaimana nasihat yang disampaikan oleh Rasulullah

“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

 

Di bulan yang mulia ini, yuk Sobat BRILiaN tingkatkan perbuatan amal sholeh serta selipkan doa terbaiknya agar pandemi segara berakhir.

Sebagai bentuk ikhtiar Sobat juga dapat meringankan beban mereka yang terdampak pandemi bersama YBM BRI melalui Program Covid Response.

Klik disini untuk donasi

Salurkan kebaikanmu

No.rek 0206-01-002801-30-1 a.n Dana Infaq Yayasan Baitul Maal BRI

 

Informasi dan konfirmasi

https://wa.me/6282112444549

Sumber:

https://muslim.or.id/1711-keutamaan-puasa-di-bulan-muharram.html

https://bersamadakwahnet/muharram/