Kader Surau Kunjungi Bukalapak

Kader Surau Kunjungi Bukalapak

  • Post published:Juli 23, 2019

Jakarta, 18 Juli. Dalam rangkaian acara Sarasehan Nasional Kader Surau YBM BRI, peserta Kader Surau Angkatan 4 mengunjungi kantor Bukalapak. Kunjungan ini menjadi suatu momen yang penting, dengan harapan para Kader Surau mampu menjadi sociopreuner, usaha berbasis sosial yang diperuntukkan untuk membantu sesama dalam operasionalnya sekaligus memberikan edukasi-edukasi di sekitar Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM).

Dalam perjalanan menuju kantor Bukalapak, peserta diberikan tantangan, masing-masing tim sesuai kampus harus menuju kantor Bukalapak menggunakan transportasi umum di Jakarta. Ada tim yang menggunakan MRT, bus, dan taksi online.

“Terima kasih kawan-kawan sudah datang ke Bukalapak,” sambut Ma Isa Lombu selaku Strategic Advisor Manager Bukalapak.

Dalam kunjungan ini, Tim Bukalapak membuka ruang diskusi bersama peserta KS Angkatan 4, membahas mengenai Entrepreneurship dan Perkembangan Digital di Indonesia.

“Entrepreneur ini adalah spirit, apapun profesinya bisa jadi entrepreneur. Entrepreneur ini yang membuat home industry jadi lebih berkembang. Hari ini mungkin jadi perspektif baru ya bahwa menjadi entrepreneur itu gak harus terpaku pada satu profesi. Apapun profesi kalian, harus mengoptimasi internet dan jaringan, supaya bisa mempercepat proses perkembangan kalian,” tutur Isa.

Isa mengajak para mahasiswa agar mampu memanfaatkan perkembangan digital dan peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitar agar tercipta lebih banyak ide kreatif yang aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

“Yang dibutuhkan hari ini adalah orang-orang yang bisa cepat belajar dan adaptif. Nah dengan kalian tergabung di Kader Surau, ini jadi privillage buat kalian karena pembinaan dan pelatihan yang diberikan harusnya bisa melaju lebih cepat dari teman-teman yang lain.”

Bukalapak berupaya mendorong generasi muda untuk menciptakan peluang usaha baru dengan pemanfaatan teknologi digital.

“3 hal penting dalam mengembangkan diri diantaranya skill, network, dan value. Sebagai seorang pengusaha, banyak rintangan yang harus dihadapi. Apalagi untuk perusahaan baru yang mesti mendapatkan kepercayaan kuat dari pelanggan pertamanya. Di saat itulah karakter, kreativitas, dan jaringan begitu penting diaplikasikan,” tutur Isa.

Ruang diskusi ini menjadi momen bagi mahasiswa yang juga berjualan untuk bertanya tips dan trik agar usaha yang dijalankan bisa terus berkembang.

“Saya Yuyun Khairun Nisa, dari Sastra Inggris Universitas Jember. Saya termasuk mahasiswa yang berjualan, Alhamdulillah keuntungan yang didapatkan bisa buat nabung dan memberi THR ke temen yang jadi rekan bisnis saya. Namun hingga saat ini saya masih ragu untuk berjualan online dan melakukan ekspansi usaha yang lingkup yang lebih luas. Nah di sini saya mau tau tips dari Bukalapak, bagaimana bukalapak bisa melakukan ekspansi usaha,” tutur salah satu mahasiswi dari Universitas Jember.

Tidak hanya cakap dalam mengukir prestasi dan memiliki hafalan Alquran, bersama dengan Bukalapak para kader surau juga diharapkan dapat menjadi seorang sociopreneur yang sukses sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi ummat khususnya dari golongan mustadafin yang berada di sekitar Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM).