Jembatan Aek Kuasan

Jembatan Aek Kuasan

  • Post published:25 Februari 2020

Sejak tahun 2003, jembatan yang menjadi penghubung antara Dusun 6 Aek Kuasan dengan pusat pemerintahan Kelurahan Aek Loba Pekan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara mengalami kerusakan. Jembatan yang dibangun pada tahun 1994 ini, mengalami keretakan dan terjadi pergeseran pondasi yang diakibatkan oleh gerusan air sungai dan usia jembatan yang tergolong tua. Kerusakan ini berdampak pada terganggunya beberapa akses masyarakat sekitar seperti akses menuju dusun sebelah, pusat pemerintahan, dan sarana pendidikan yang menjadi terhambat. Dampak buruk lainnya ialah banyak masyarakat yang terjerembab atau terperosok saat melewati jembatan rusak tersebut.

Sebagai wujud kepedulian terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat Aek Kuasan, YBM BRI hadir memberikan bantuan perbaikan infrastruktur berupa revitalisasi jembatan. Setelah rampung selanjutnya jembatan diresmikan dan diserahkan secara simbolis oleh Pengurus YBM BRI Kanwil Medan dan disaksikan oleh perangkat desa, tokoh agama, dan anggota masyarakat Dusun 6 Aek Kuasan. Dalam sambutannya Lurah Aek Loba, Pekan Rasid Denwanto mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hadirnya bantuan revitalisasi infrastruktur ini.

“Atas nama masyarakat, kami menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pembangunan jembatan yang diberikan oleh YBM BRI. Dengan terbangunnya Jembatan ini masyarakat kami sangat merasakan manfaatnya, terutama mendekatkan hubungan masyarakat kepada pusat pemerintahan, pendidikan dan ekonomi”, Ungkapnya.

Sekretaris YBM BRI Kanwil Medan Fitri Wahyuni mengatakan, “Dana pembangunan Jembatan senilai Rp. 120.000.000,- ini merupakan bentuk kepedulian para donatur dan karyawan BRI terhadap masyarakat setempat. Alhamdulillah pembangunan jembatan ini sudah selesai. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, mohon dapat di jaga dan dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan”.

Perubahan positif dengan adanya revitalisasi jembatan tersebut masyarakat setempat mulai membuka kedai atau warung di sekitar jembatan. Para pemuda sekitar juga turut mengembangkan potensi sungai dengan membangun usaha budidaya ikan nila sistem keramba, dan menjadikan jembatan ini sebagai sarana hiburan atau wisata lokal bagi anak – anak dan masyarakat sekitar. Revitalisasi jembatan ini juga membuat akses jalan menuju pasar, pusat pemerintahan, dan sarana pendidikan menjadi lebih dekat, yakni sekitar 1 – 3 KM yang sebelumnya mencapai 5 – 7 KM.

Dengan adanya revitalisasi jembatan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat sekitar dalam beraktivitas dan mampu mendorong laju perekonomian masyarakat.