Ikhtiar Suprayetno Banyuasin

Ikhtiar Suprayetno Banyuasin

  • Post published:28 Januari 2021

Suprayetno (52) merupakan salah satu dari 10 anggota kelompok PKUR Cabai Merah Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebelum menjadi anggota PKUR Pak Suprayetno berprofesi sebagai petani cabai dan pedagang tempe di pasar kecil daerah Talang Kelapa.

Penghasilan yang didapat Pak Suprayetno dari berdagang hanya sebatas untuk mencukupi kebutuhan keseharian. Bahkan seringkali kekurangan sehingga ia meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan dan tambahan modal usahanya.

Sedangkan dari cabai yang ia tanam juga tidak memberikan hasil yang baik. Semenjak 3 tahun terakhir Pak Suprayetno mengalami gagal panen dengan kerugian yang cukup besar akibat penyakit jamur atau sering disebut patek menyerang tanamannya.

“Udah 3 tahun berturut-turut saya gagal panen cabe. Sehingga rugi cukup besar,” ungkap Pak Suprayetno.

Alhamdulillah setelah melalui proses tanam yang cukup panjang serta adanya pendampingan program PKUR yang menjembatani antara petani dengan para ahli pertanian di daerah Banyuasin, berhasil membuat Pak Suprayetno memanen cabai pertamanya sebanyak 700 kg. Total keuntungan yang didapat pada panen perdana ini sekitar Rp. 21.295.000,-.

Keberhasilan panen ini juga tidak terlepas dari gotong royong antar anggota kelompok dalam berbagi ilmu dan saling membantu. Teknik budidaya yang dilakukan juga mulai modern. Mulai dari teknik penyemaian, bahan-bahan yang digunakan untuk menanam, serta cara penggunaan pupuk untuk meningkatkan kesehatan tanaman.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Awalnya sempet putus asa. Berkat bimbingan dan motivasi dari temen-temen kelompok dan YBM BRI, saya memberanikan diri lagi untuk menanam. Alhamdulillah kali ini hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya gembira.

Berkat ikhtiar dan ketekunan yang dilakukan Pak Suprayetno dalam merawat cabainya, akhirnya mendatangkan keuntungan pertamanya. Semoga pada panen selanjutnya Pak Suprayetno dapat memetik hasil yang lebih baik.