HIKMAH DARI PERJALANAN ISRA MIRAJ

HIKMAH DARI PERJALANAN ISRA MIRAJ

  • Post published:11 Maret 2021

Isra Miraj memiliki makna dan nilai sendiri sebagai bentuk kekuatan dan keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT. Sebagai peristiwa yang sudah melekat untuk umat Islam melalui mukzijat Rasulullah Muhammad SAW.

Isra Miraj terjadi pada malam ke-27 bulan Rajab. Peringatan Isra Miraj di Indonesia bertepatan dengan Hari Libur Nasional pada Kamis, 11 Maret 2021. Sebagai wujud memperingati, masyarakat Indonesia dahulu beramai-ramai menggelar perayaan sebagai bentuk syiar dakwah. Namun, genap dua tahun kegiatan yang mengundang kerumunan, tidak disarankan untuk dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Walaupun dengan kondisi seperti ini bukan berarti kita tidak dapat memetik hikmah dari peristiwa Isra Miraj

Latar belakang peristiwa Isra Miraj adalah jamuan kemuliaan dari Allah untuk penghibur hati Rasul-Nya, atas penghinaan dan penolakan di Thaif serta atas wafatnya orang terdekat Nabi yaitu Abu Thalib dan Siti Khadijah.

Sebagaimana kedua tokoh tersebut memiliki peran yang sangat besar dari perjalanan dakwah Rasulullah Muhammad SAW. Perjalanan Isra Miraj menggunakan kendaraan Buraq yang dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian menuju Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan Rasulullah Muhammad SAW diperlihatkan lapis langit dan penduduknya yaitu nabi dan rasul terdahulu serta bagaimana Surga dan Neraka. Peristiwa Isra Miraj telah terakomodasi dalam dua surat yakni QS. Al Isra & QS. An Najm. Perjalanan luar biasa ini memberikan makna yang dalam dan terperinci antara lain:

  1. Meyakini kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang maha besar
  2. Rasulullah Muhammad SAW bukanlah pemimpin kalangan tertentu tetapi pembawa risalah untuk berbagai masa dan generasi
  3. Kewajiban melaksanakan Sholat Fardyu lima kali dalam sehari semalam.

Setelah perjalanan Isra Miraj tidak lagi merasakan kesedihan namun tergantikan dengan semangat baru untuk berdakwah yang menyelimuti kalbu Rasulullah. Peristiwa kesedihan menjadi pengingat bahwa tidak boleh berputus asa karena Allah yang selalu senantiasa bersama dengan hamba-Nya.

Begitupun dalam keadaan yang sedang kita alami, ditengah-tengah pandemic terkadang membuat kita merasa takut, sedih, dan putus asa, sehingga berprasangka bahwa pandemi tidak akan berakhir. Sebagai Muslim yang beriman, sebaiknya kita berserah diri kepada kuasa Allah dengan berikhtiar menggunakan akal pikiran dan ilmu pengetahuan. Sehingga, pandemi saat ini memberikan kekuatan iman.

Semoga kita tetap dapat bersabar dalam menghadapi pandemi dan bersyukur karena sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, maka akan melahirkan kebaikan baru.

Bersama #MemberiMaknaIndonesia, dengan bersedekah melalui YBM BRI

Zakat

BRI 0206-01-000968-30-1 a.n YBM BRI Dana Zakat

 

Infaq

BRI 0206-01-008726-50-9 a.n YBM BRI

BRIS 1001-727-121 a.n YBM BRI

 

Konfirmasi Donasi MelaluiCustomer Care YBM BRI 082112444549

This Post Has 2 Comments

  1. Zidane

    Terimakasih Artikelnya Sangat Bermanfaat

    1. Alfiyyah Putri

      Nantikan postingan & artikel kami yang lainnya ya Kak

Comments are closed.