Gulirkan Program untuk 190.000 Penerima Manfaat Di 2016

  • Post published:1 Februari 2017

Pemberdayaan Disabilitas YBM BRI

JAKARTA – Pagi itu, Kamis (26/1), dengan mengambil tempat di Hotel Peninsula, Jakarta, Yayasan Baitul Maal – Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), melaporkan kinerja dan transparansi penyaluran dana, kepada masyarakat luas. Tak hanya itu saja, masayarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan mustahik dan melihat produk pemberdayaannya. Dari pemberdayaan batik, produk olahan makanan, kerajinan tangan dan juga produk pemberdayaan untuk penyandang difable turut dipamerkan dalam acara tersebut.

Sektor ekonomi dan sosial menjadi pilar penting atau basis utama bergulirnya program-program pemberdayaan. Lebih dari 190.000 mustahik atau penerima manfaat yang tersebar di seluruh Indonesia melalui 19 kantor wilayah, menjadi sasaran YBM-BRI untuk diberdayakan menjadi insan berdikari.

“Alhamdulillah di 2016 ini, dengan amanah dana Rp. 93,3 Milyar, YBM-BRI dapat terus bersama dan merangkul lebih dari 190.000 penerima manfaat, untuk bertansformasi menjadi insan berdaya. Integrasi program berbasis pondok pesantren dan Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), menjadi program utama dan proyek jangka panjang dalam memantik keberdayaan mustahik,” tutur Dwi Iqbal Noviawan, General Manager YBM-BRI.

Melalui dana yang terhimpun tersebut, pada 2016 YBM-BRI menyalurkannya untuk lebih dari 190.000 penerima manfaat yang terbagi dalam dua pilar program, yaitu sosial dan ekonomi. Sebanyak 187.991 mustahik, memperoleh manfaat penyaluran dana dari pilar program sosial, dan 2.111 mustahik, menjadi penerima manfaat pemberdayaan dari pilar ekonomi. Selain itu, di 2016, YBM-BRI juga turut membantu 383 proposal program dari masyarakat, yang setara dengan nominal Rp. 7,1 Milyar.

Integrasi program berbasis pondok pesantren seperti santunan untuk marbot, guru pesantren, santri, beasiswa kader surau, bedah rumah, dai perbatasan, santunan fakir miskin, hingga bakti sosial kesehatan, merupakan program-program yang bergulir dari sektor sosial. Kemudian di sektor ekonomi ada guliran program PKUR, Badan Usaha Milik Pesantren, gerobak bersemangat, bedah warung ustadz, hingga bantuan usaha difabel.