Digitalisasi UKM Nasional

Digitalisasi UKM Nasional

  • Post published:23 Juli 2019

Bogor, 9 Juli. YBM BRI menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) dan Badan Usaha Milik Pesantern (BUMP) yang dilaksanakan di Bogor pada 7-9 Juli 2019. Acara ini dihadiri oleh 98 Pendamping Program PKUR dan BUMP dari Seluruh Indonesia.

Mengangkat tema Digitalisasi UKM Nasional, YBM BRI berupaya mengangkat UKM binaan YBM BRI agar bisa lebih meningkat lagi usahanya. YBM BRI berkontribusi untuk negeri dengan menggandeng banyak pihak dalam penunaian amanahnya.

Berbagai rangkaian kegiatan dalam acara yang berlangsung selama 3 hari ini diantaranya, Workshop aplikasi Teman Bisnis (Tebi), Diskusi mengenai Digital Marketing bersama Bukalapak, Sharing Session bersama Teten Djaka Triana, serta rangkaian kegiatan lainnya.

“Jika kita bisa mengolah produk binaan PKUR YBM BRI dari bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, maka harga jualnya akan lebih tinggi. Untuk mensejahterakan binaan kita maka orientasi menjual barang jadi harus menjadi fokus utama,” ungkap Ma Isa Lambo, pemateri dari Bukalapak.

Isa juga menyampaikan, “Sejak awal Bukalapak didirikan tujuan kami masih sama, Kami (Bukalapak) ingin UKM di Indonesia naik kelas. Jika UKM yang banyak ini naik kelas, maka Indonesia bisa tumbuh merata. Bukalapak senang berpartner dengan YBM BRI, kita bisa sama-sama mengakselerasi dan mempercepat proses itu (naik kelas UKM).”

Kolaborasi kebaikan yang dijalin antara YBM BRI bersama Tebi ini berupaya agar usaha-usaha yang dijalankan penerima manfaat program PKUR dan BUMP mampu mengontrol keuangan usaha, agar usaha terus berkelanjutan dan para penerima manfaat menjadi pengusaha yang mandiri.

“Bapak-Ibu di sini adalah pendamping dari usaha para mustahik, yang memiliki niat mulia agar usaha para mustahik ini lebih maju dan ada peningkatan kualitas hidup para mustahik, tapi kalo kita sendiri pengelolaan keuangannya masih berantakan gimana kita mau membantu orang lain. Di sini kita belajar agar mampu mengontrol usaha yang dijalankan, bisa mengevaluasi hasil usaha melalui aplikasi ini, sehingga usaha yang dijalankan bisa berkelanjutan,” ungkap Abidah, Founder Teman Bisnis.

YBM BRI melihat, salah satu penentu keberhasian program PKUR adalah pendampingnya. Bahwa pendamping memiliki peran penting dalam upaya pemberdayaan usaha para penerima manfaat. Maka pelatihan ini menjadi upaya YBM BRI mempersiapkan para Pendamping Program PKUR agar program pemberdayaan bisa optimal.

“Menjadi pendamping ini merupakan tantangan yang luar biasa, menghadapi langsung usaha di lapangan seperti apa. Sulitnya akses yang kami tempuh tidak menyurutkan semangat kami para pendamping untuk tetap memastikan niat baik para muzakki YBM BRI dirasakan oleh para mustahik,” ungkap Ayu, pendamping program PKUR wilayah Banten.