Chamber Ala Brighter

Chamber Ala Brighter

  • Post published:Mei 21, 2020

Jember. Saat pandemi COVID-19 keberadaan alat bantu Disinfectan Chamber menjadi sangat berarti untuk sejumlah area perkantoran dan rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Namun karena jumlah produksi terbatas dan mahal, alat ini terbilang sulit untuk pengadaannya.

Hal inilah yang mendasari sejumlah awardee Bright Scholarship YBM BRI untuk menciptakan Chamber yang murah dan mudah untuk dibuat tanpa mengurangi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ialah Muhammad Wahyu Hidayat, salah seorang awardee Bright Scholarship YBM BRI yang merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Energi Terbarukan dari Politeknik Jember (Polije), telah berhasil mengembangkan inovasi Disinfectant Chamber. Alat buatannya mampu dioperasikan secara otomatis menggunakan rangkaian sistem otomasi bebasis arduino uno dan sensor. Inovasi ini membuat alatnya dapat berfungsi secara otomatis tanpa harus menggunakan tombol untuk menghidupkan pompa penyemprot seperti sebelumnya.

“Ini adalah bilik disfektan tanpa tombol dan dilengkapi sensor. Tidak lagi mengandalkan bantuan orang lain untuk menghidupkan dan mematikan tombol, karena alat ini bisa berfungsi otomatis,” tegas Wahyu.

Wahyu membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk merampungkan bilik disinfektan otomatis ini dengan biaya produksi senilai Rp 2,5 juta. Dirinya juga bersyukur alatnya berhasil berfungsi dengan baik ketika dipresentasikan di hadapan manajemen BRI Kantor Cabang Jember pada 5 Mei 2020.

“Selain memiliki keistimewaan menggunakan sensor otomatis, untuk bahan disinfektan tidak lagi pakai karbol dan pemutih pakaian. Namun memakai antiseptik sehingga tidak membahayakan kesehatan,” lanjut Wahyu, panggilan akrabnya.

Sementara itu Manajer Operasional BRI Kantor Cabang Jember, Bapak Hanny Marino Sahary sangat mengapresiasi dan memberikan acungan jempol kepada Wahyu atas kesuksesannya menciptakan bilik disinfektan muktahir. Terlebih lagi saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

 

“Tidak keluar rumah atau stay at home ternyata dimanfaatkan oleh Wahyu untuk terus berkarya dan berkarya. Contohnya seperti kita lihat bersama ini. Sehingga bilik disinfektan memiliki nilai lebih dan tampil beda,” ungkap Bapak Hanny.

Sob, yuk ikut berkontribusi #bantulawancorona melalui :

Rekening BRIS 1001-727-121
an. YBM BRI QQ Dana Kemanusiaan
Jangan lupa konfirmasi yaa ke 082112444549