Bantu Jainul Pulih

Bantu Jainul Pulih

  • Post published:8 Januari 2020

“Saya tidak percaya anak saya menjadi korban kecelakaan. Padahal anak saya satu-satunya, anaknya baik, penurut dan patuh perintah orang tua. Saya gak sanggup menerima musibah ini, kali ini kesabaran keluarga kami diuji, mohon do’anya semoga kami kuat menerima cobaan ini” ucap Pak Jumali, tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya.

Jumali merupakan ayah dari Jainul Arrozag (14). Beliau bersama istri dan Jainul tinggal di Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. Beliau hanya bekerja sebagai buruh bangunan, dan istrinya Sapinah, merupakan seorang pedagang kerupuk.

Kecelakaan ini terjadi pada Jum’at malam (4/11) di Dalung, sepulang Jainul bermain futsal bersama temannya. Jainul mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan tempurung kepalanya retak. Akibat pendarahan yang dialaminya, kondisi Jainul semakin kritis dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Kejadian ini membuat Jumali dan Sapinah sangat terpukul, anak semata wayangnya harus terbaring tak berdaya di Rumah Sakit Bros Hospital.

Saat ini, Jainul telah menjalani 2 kali tindakan operasi untuk menutup tempurung kepalanya. Biaya operasi yang dibutuhkan Jainul sangatlah besar. Tentu saja Pak Jumali kesulitan untuk membiayai operasi Jainul. Selama Pak Jumali menjaga Jainul di Rumah Sakit, beliau tidak bekerja sehingga tidak ada pendapatan yang bisa Beliau dapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Nasib baik, Jainul mendapatkan bantuan donasi untuk melunasi biaya operasinya. Alhamdulillah, bersyukur masih banyak orang baik disekitar Pak Jumali. Namun, hasil dari donasi ini belum cukup untuk melunasi biaya pengobatan Jainul. Untuk itu, YBM BRI memberikan bantuan kesehatan sebesar Rp. 50.000.000 untuk meringankan beban biaya pengobatan Jainul.

“Saya ucapkan terima kasih kepada YBM BRI, mohon maaf saya tidak bisa membalas kebaikan para donator, semoga Allah yang membalasnya”, ucap Bapak Jumali seraya bersyukur.