Progress Edisi Oktober 2015

Oktober 2015

 

Bencana kekeringan di berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini semakin terasa, seiring meningkatnya fenomena EL-Nino saat ini. BMKG dan berbagai lembaga metereologi di dunia menyatakan bahwa saat ini sedang terjadi  EL-Nino moderat menuju kuat dan diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2016.

 Dampak dari kekeringan ini terasa di beberapa daerah di Indonesia, beberapa daerah mengalami kesulitan air bersih. YBM-BRI tidak tinggal diam melihat hal ini, diprakarsai oleh YBM-BRI Kanwil Malang yang memberikan bantuan berupa air bersih di 20 titik kekeringan di Malang, Tulungagung, Trenggalek dan Ngawi. Masing-masing desa diberikan dua tangki air dengan volume masing-masing 5000 liter yang setara dengan Rp 50.600.000,-.
 
Selain Malang, YBM-BRI juga turun di Kanwil Semarang. Tanggap bencana kekeringan dilaksanakan di wilayah kerja Kanca BRI Blora. Total 120 tangki air dengan total penyaluran sebesar Rp.34.200.000,- diberikan di 12 titik kekeringan. Selain Blora, tanggap bencana kekeringan juga dilaksanakan di Wilayah Kerja Kanca BRI Purwodadi dengan total penyaluran 50 tangki air senilai Rp 24.800.000,-

 Setelah Malang dan Semarang, Tanggap bencana kekeringan juga dilaksanakan oleh YBM-BRI Kanwil Yogyakarta, diselenggarakan di 5 Kanca BRI dengan total penyaluran sebanyak 185 tangki air, bantuan toren air dan pipanisasi senilai Rp.67.400.000,-
 

Bantuan berupa air bersih diberikan juga oleh YBM-BRI Kanwil Bandung untuk 23 Desa terdampak kekeringan di Jawa Barat. Bantuan diberikan berupa air bersih  masing-masing 4000 liter dan 6000 liter, dimana setiap desa menerima 2 tangki air atau sekitar 46 tangki air senilai Rp 26.450.000,-. Dilepas langsung oleh Bpk. Tri Wintarto (Pinwil BRI Bandung /Ketua YBM-BRI) di Kanwil BRI Bandung.
 

Dengan bantuan air bersih yang diberikan ini diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan air bersih karena terdampak bencana kekeringan.