Program BUMP Ikan Gurame, Hidupkan Gairah Ekonomi Ratusan Santri Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin di Lampung

YBM_Program BUMP Ikan Gurame3

LAMPUNG — Jauh dari hiruk-pikuk sebuah kota besar, terdapat Pondok Pesantren yang membina ratusan santri baik dari luar kota maupun masyarakat sekitar. Pondok Pesantren yang terletak di Srimulyo, Lampung Tengah, memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Sehingga kemandirian sebuah Pondok Pesantren menjadi contoh bagi lainnya yang ada di Indonesia. Kemandirian secara ekonomi merupakan sebuah pembelajaran dari adanya program Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) yang diinisiasi oleh Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). YBM_Program BUMP Ikan Gurame1

Menurut Sepyan Uhyadi, selaku Sekretaris Jendral YBM BRI, saat ditemui disela-sela kunjungan ke Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) “Neng’s Creative Home” di Lampung, menjelaskan “YBM BRI menggulirkan bantuan bersifat sosial dan bantuan yang mendorong agar mustahik (penerima zakat) dapat menjadi muzaki (pemberi zakat) di kemudian hari. Sudah banyak bantuan YBM-BRI di Lampung. Salah satunya yang bergulir sejak tahun 2014 yaitu bantuan untuk Pondok Pesantren dan termasuk pada Integrasi Program Berbasis Pondok Pesantren. Di mana dalam progran tersebut YBM-BRI memberikan bantuan kepada ponpes yang memenuhi tiga syarat utama (memiliki santri yang tinggal di ponpes kurang lebih 50-250 orang, memiliki izin pendirian ponpes, dan tidak terafiliasi partai politik) yakni Beasiswa santri, apresiasi pendidik, sarana dan prasarana, serta Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP)”.

“Sejak 2014, YBM  BRI menjadikan Pondok Pesantren sebagai basis bergulirnya bantuan-bantuan yang diberikan, baik di Lampung maupun di seluruh Indonesia. Selain itu, program-program yang diadakan setiap kanwil adalah hasil dari rencana kerja tahunan yang telah disetujui oleh Badan Pengurus YBM-BRI Kantor Pusat, kemudian dihadapan Badan Pengurus YBM-BRI Kantor Wilayah,” tutur Sepyan Uhyadi .

YBM_Program BUMP Ikan Gurame2Beliau juga menambahkan “Berangkat dari bahwasanya Pondok Pesantren merupakan lembaga yang keberadaannya tidak begitu dirasa oleh khalayak, akan tetapi Ponpes merupakan salah satu sumber pencetak pemuda-pemudi berkarakter baik dari segi agama maupun ilmu pengetahuan.  Namun, masyarakat umum tetap dapa mengajukan diri sebagai penerima manfaat melalui jalur ritel”.

Menurut Solahudin (35) sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin, mengatakan, “Adanya program BUMP YBM BRI sungguh membantu perekonomian Pondok Pesantren kami. Karena Pondok Pesantren merupakan cikal para pemimpin berakhlak dan sumber masyarakat untuk menuju sebuah peradaban zaman. Sekitar 100 santri yang kami bina dengan adanya BUMP dari YBM-BRI hingga bantuan beasiswa bagi santri dan apresiasi pendidik, membuat kami termotivasi untuk lebih maju serta menjadi contoh bagi Pondok Pesantren di seluruh Indonesia. Sehingga dengan adanya manfaat berkelanjutan, kami semua dapat mandiri dalam mengelola perekonomian Pondok Pesantren”.

“Usaha yang kami miliki yaitu usaha perikanan gurame, dengan hasil capaian panen gurame 8 Kuintal per 4 bulan. Gurame yang kami sortir adalah gurame dengan kualitas A, dan didistribusikan untuk restauran, hotel-hotel hingga pasar swalayan yang langsung memesan melalui kami,” lanjut Solahudin.

Ahmad Khoiri (13) salah satu santri Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin, menuturkan, “Alhamdulillah dengan adanya bantuan di Ponpes kami, saya sangat senang dan dapat belajar tentang ilmu Ponpes yang salah satunya menerapkan kemandirian ekonomi melalui sektor perikanan”.

Posted in Berita, Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren.