Pulet Ayam Petelur Bantuan YBM-BRI Mulai Masuk Kandang Budidaya

Pulet Ayam Petelur Bantuan YBM-BRI Mulai Masuk Kandang Budidaya

Pulet Ayam Petelur Bantuan YBM-BRI Mulai Masuk Kandang Budidaya

LAMPUNG TIMUR — Pondok Pesantren Al Fattah Tribakti Attaqwa, di Desa Rama Puja, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, kini mendapatkan bantuan pengembangan Badan usaha milik Pesantren (BUMP), pada Senin (12/6). Bantuan tersebut berupa penambahan modal usaha budidaya ternak ayam petelur dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI).

BUMP merupakan program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk modal usaha, dan pembinaan kepada Pesantren yang sesuai. Kriteria bergulirnya program adalah dengan tujuan membangun kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat di lingkungan pesantren.

Menurut Kyai Imam Ghozali, selaku pimpinan pesantren dan penanggung jawab usaha, kali ini mulai masuk 500 ekor ayam petelur bantuan YBM-BRI kedalam kandang bersama. Diharapkan, dengan bertambahnya jumlah ayam petelur, semakin menguatkan kemandirian ekonomi pesantren. Selain itu juga melengkapi 250 ekor ayam petelur milik pesantren yang sudah ada.

Selain itu, berkembangnya kewirausahaan dari BUMP ini, akan menjadi sarana pembelajaran bagi santri. Juga berperan membantu menopang kemandirian pesantren dan membangun pondasi ekonomi nasional.

“Terima kasih untuk YBM-BRI yang sudah peduli dengan kemandirian pesantren. Tentu ini merupakan cita cita dari semua pesantren yang ada. Semoga dapat memberikan manfaat berkelanjutan yang lebih banyak dan lebih luas lagi untuk pesantren di Indonesia,” tutup Kyai Imam.

YBM_AlBarokah Air Isi Ulang1

BUMP Al Barokah, Hadirkan Air Minum Isi Ulang Nan Menyehatkan

YBM_AlBarokah Air Isi Ulang1

LAMPUNG — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan berbasis pesantren. Dengan memilih lokasi di Pondok Pesantren Al Barokah, Poncowarno, Kalirejo, Lampung Tengah. Kali ini YBM-BRI menghadirkan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) air minum isi ulang.

Bahkan, saat peninjauan langsung oleh pengurus pusat YBM-BRI ke lokasi BUMP Al Barokah, usaha air minum isi ulang tersebut semakin produktif. Semakin banyak konsumen yang menikmati air minum isi ulang dari BUMP Pondok Pesantren tersebut. Sehingga memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, khusunya keluarga pesantren tersebut.

YBM_AlBarokah Air Isi Ulang4“Alhamdulillah saat kami meninjau langsung ke lokasi program, bagus sekali usaha ini. Memberikan banyak manfaat dan bisa dibilang laris manis. Mungkin karena ini spesial dari pondok, bisa saja plus dengan doa para santri yang tentu menyehatkan. Sehingga banyak yang cocok dengan kualitas air isi ulang dari BUMP Al Barokah ini. Semoga usaha ini terus memberikan manfaat berkelanjutan,” ungkap Tri Wintarto, Ketua Badan Pengurus YBM-BRI, saat mengunjungi beberapa program pemberdayaan di kawasan Lampung.
YBM_AlBarokah Air Isi Ulang3

 

Tak hanya menguntungkan bagi masyarakat. Keberadaan BUMP di Pondok Pesantren Al Barokah, juga membina dan memberikan tambahan ilmu bagi para santri dalam menjalankan wirausaha. Sehingga semakin banyak bekal ilmu saat nyantri di Al Barokah.

YBM_Pesantren Melalui BUMP Ayam Kampung Petelur1

Hidupkan Perekonomian Pesantren Melalui BUMP Ayam Kampung Petelur

YBM_Pesantren Melalui BUMP Ayam Kampung Petelur1

PADANG — “Atas nama pondok pesantren, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) yang telah menggulirkan program bantuan di sini. Adanya Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) Ayam Kampung Petelur, perlahan meningkatkan kehidupan ekonomi pondok pesantren,” ungkap Ustadz Baiquni Harahap, Pimpinan Pondok Pesantren Assyarifiyah.YBM_Pesantren Melalui BUMP Ayam Kampung Petelur2

Itulah kebahagiaan yang tersampaikan saat pelaksana harian YBM-BRI Padang melakukan monitoring dan evaluasi program tersebut yang berada di Desa Sidingkat, Padang Bolak, Padang Lawas Utara. Kini pondok pesantren tersebut memiliki 371 ekor ayam produktif. Namun terkendala mahalnya biaya pakan. Sehingga membutuhkan adanya pakan alternatif.

“Hasil monitoring dan evaluasi ini, tentu akan kami bantu untuk mencari solusi terbaik. Adanya sinergi dan diskusi tadi, juga memberikan informasi kepada kami dan semoga kedepannya terus mengalirkan semangat berkelanjutan,” tutur Jon, selaku Pelaksana Harian YBM-BRI kanwil Padang.

Dengan adanya monitoring dan evaluasi, tentu akan semakin mudah untuk menyelesaikan kendala dan problematika. Sehingga kedepannya program BUMP akan terus berkembang.

YBM_Program BUMP Ikan Gurame3

Program BUMP Ikan Gurame, Hidupkan Gairah Ekonomi Ratusan Santri Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin di Lampung

YBM_Program BUMP Ikan Gurame3

LAMPUNG — Jauh dari hiruk-pikuk sebuah kota besar, terdapat Pondok Pesantren yang membina ratusan santri baik dari luar kota maupun masyarakat sekitar. Pondok Pesantren yang terletak di Srimulyo, Lampung Tengah, memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Sehingga kemandirian sebuah Pondok Pesantren menjadi contoh bagi lainnya yang ada di Indonesia. Kemandirian secara ekonomi merupakan sebuah pembelajaran dari adanya program Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) yang diinisiasi oleh Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). YBM_Program BUMP Ikan Gurame1

Menurut Sepyan Uhyadi, selaku Sekretaris Jendral YBM BRI, saat ditemui disela-sela kunjungan ke Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) “Neng’s Creative Home” di Lampung, menjelaskan “YBM BRI menggulirkan bantuan bersifat sosial dan bantuan yang mendorong agar mustahik (penerima zakat) dapat menjadi muzaki (pemberi zakat) di kemudian hari. Sudah banyak bantuan YBM-BRI di Lampung. Salah satunya yang bergulir sejak tahun 2014 yaitu bantuan untuk Pondok Pesantren dan termasuk pada Integrasi Program Berbasis Pondok Pesantren. Di mana dalam progran tersebut YBM-BRI memberikan bantuan kepada ponpes yang memenuhi tiga syarat utama (memiliki santri yang tinggal di ponpes kurang lebih 50-250 orang, memiliki izin pendirian ponpes, dan tidak terafiliasi partai politik) yakni Beasiswa santri, apresiasi pendidik, sarana dan prasarana, serta Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP)”.

“Sejak 2014, YBM  BRI menjadikan Pondok Pesantren sebagai basis bergulirnya bantuan-bantuan yang diberikan, baik di Lampung maupun di seluruh Indonesia. Selain itu, program-program yang diadakan setiap kanwil adalah hasil dari rencana kerja tahunan yang telah disetujui oleh Badan Pengurus YBM-BRI Kantor Pusat, kemudian dihadapan Badan Pengurus YBM-BRI Kantor Wilayah,” tutur Sepyan Uhyadi .

YBM_Program BUMP Ikan Gurame2Beliau juga menambahkan “Berangkat dari bahwasanya Pondok Pesantren merupakan lembaga yang keberadaannya tidak begitu dirasa oleh khalayak, akan tetapi Ponpes merupakan salah satu sumber pencetak pemuda-pemudi berkarakter baik dari segi agama maupun ilmu pengetahuan.  Namun, masyarakat umum tetap dapa mengajukan diri sebagai penerima manfaat melalui jalur ritel”.

Menurut Solahudin (35) sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin, mengatakan, “Adanya program BUMP YBM BRI sungguh membantu perekonomian Pondok Pesantren kami. Karena Pondok Pesantren merupakan cikal para pemimpin berakhlak dan sumber masyarakat untuk menuju sebuah peradaban zaman. Sekitar 100 santri yang kami bina dengan adanya BUMP dari YBM-BRI hingga bantuan beasiswa bagi santri dan apresiasi pendidik, membuat kami termotivasi untuk lebih maju serta menjadi contoh bagi Pondok Pesantren di seluruh Indonesia. Sehingga dengan adanya manfaat berkelanjutan, kami semua dapat mandiri dalam mengelola perekonomian Pondok Pesantren”.

“Usaha yang kami miliki yaitu usaha perikanan gurame, dengan hasil capaian panen gurame 8 Kuintal per 4 bulan. Gurame yang kami sortir adalah gurame dengan kualitas A, dan didistribusikan untuk restauran, hotel-hotel hingga pasar swalayan yang langsung memesan melalui kami,” lanjut Solahudin.

Ahmad Khoiri (13) salah satu santri Pondok Pesantren Riyadlatul Falahin, menuturkan, “Alhamdulillah dengan adanya bantuan di Ponpes kami, saya sangat senang dan dapat belajar tentang ilmu Ponpes yang salah satunya menerapkan kemandirian ekonomi melalui sektor perikanan”.

YBM_BUMP Sasar Bumi Reog untuk Perluas Jangkauan Penerima Manfaat

BUMP Sasar Bumi Reog untuk Perluas Jangkauan Penerima Manfaat

YBM_BUMP Sasar Bumi Reog untuk Perluas Jangkauan Penerima Manfaat

PONOROGO — Menitik beratkan bergulirnya program pemberdayaan berbasis pondok pesantren, kini Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) terus memperluas jangkauannya. Kali ini Ponorogo, Jawa Timur menjadi tujuannya.

Di Bumi Reog tersebut, pada Senin (5/4), YBM-BRI menggulirkan kerjasama program Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), di Pondok Pesantren Tahfidul Qur’an Hasan Munadi. Seluruh santri di pondok pesantren tersebut, rata-rata berasal dari kalangan keluarga tidak mampu. Bahkan pengurus pondok pesantren tidak memungut biaya untuk para santri yang belajar di situ.

Menilik dari kisah dan potensi tersebut, YBM-BRI resmi menjalin kerjasama program BUMP dengan seluruh santri dan pengurus Pondok Pesantren Tahfidul Qur’an Hasan Munadi. Tentu dengan harapan dapat membantu dan menebar manfaat berkelanjutan bagi para santri.

“Melalui usaha di BUMP ini, YBM-BRI berharap, para santri dapat menekuni usaha dan membantu mereka. Sehingga semakin banyak manfaat berkelanjutan dan berkesinambungan bagi santri-santri lainnya,” tutur

Ihsan, selaku Pengurus YBM-BRI kantor cabang Ponorogo.

Namun sedikit berbeda dengan apa yang dirasakan Kyai Agus, selaku pengasuh pondok pesantren. Selain rasa bahagia yang luar biasa, beliau juga sedikit takut atas amanah yang diberikan YBM-BRI.

“Alhamdulillah atas bantuan yang diberikan YBM-BRI kepada pondok pesantren ini. Sebuah perhatian yang luar biasa bagi kami di sini. Semoga kebahagiaan atas bantuan program BUMP ini, sejalan dengan amanah kami dalam mengelolanya bagi kelangsungan hidup pesantren. Insyaa Allah, kami akan mengelolanya semaksimal dan sebaik mungkin, serta berlimpah manfaat untuk kita semua,” ucap Kyai Agus, seusai menerima bantuan tersebut.

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging1

Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging1

BARITO KUALA — Mengangkat perekonomian melalui pondok pesantren menjadi salah satu terobosan terbaik dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Sebagai pengelola zakat, infak, sedekah dari para pekerja BRI, kemudian YBM-BRI mengubahnya menjadi program-program pemberdayaan dengan berbagai sektor usaha. Salah satunya adalah Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), yang menggerakkan lini usaha di lingkup pesantren.

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging2Untuk terus memastikan usaha-usaha di BUMP bergulir dengan baik, pihak YBM-BRI terus memberikan pembinaan dan monitoring. Seperti yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Mujahidin, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Jumat (24/3). Di pondok pesantren tersebut, YBM-BRI merintis BUMP dengan konsentrasi usaha ternak ayam pedaging.

Pengelolaan BUMP ternak ayam pedaging dikelola oleh ustadz dan santri dari pondok pesantren tersebut. Untuk penanggung jawab utama, berada pada komando dua ustadz. Kemudian untuk perawatan ayam termasuk menjaga kandang dan memberikan makanan, dibagi sesuai jadwal yang dilaksanakan para santri.

“Ini menjadi salah satu program unggulan YBM-BRI dalam menebar manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang bergulir di Pondok Pesantren Al Mujahidin, salah satunya kami menggulirkan program BUMP usaha ternak ayam pedaging. Diharapkan ini dapat membantu dalam memberikan tambahan pemasukan bagi pesantren,” ungkap Dwi Iqbal Noviawan, selaku General Manager YBM-BRI pusat.

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging3

Saat monitoring dan pembinaan berlangsung, Jumat (24/3), usia ayam ternak di kandang Pondok Pesantren Al Mujahidin telah memasuki usia 32 hari. Saat dilakukan penimbangan, bobot ayam sudah mencapai dua kilogram per ekor. Bahkan, sudah banyak yang memesan ayam-ayam tersebut untuk dibeli dan kemudian dikonsumsi.

“Alhamdulillah, ini merupakan perputaran kedua dari ternak ayam pedaging ini. Setelah pada panen pertama November lalu, kami berhasil meraup laba Rp. 6 juta dari 500 ekor ayam, yang kemudian kami lanjutkan untuk periode ternak kedua ini. Alhamdulillahnya lagi, di periode kedua ini, sudah banyak masyarakat yang memesan ayam-ayam ini dan kami menjualnya Rp. 19.000/Kilogram. Terima kasih sekali atas dukungan dan bantuan dari YBM-BRI, ini terus memotivasi kami dalam menggerakkan usaha-usaha produktif di pesantren ini,” tutur Ustadz Nur Khair, selaku penanggung jawab BUMP ternak ayam pedaging Pondok Pesantren Al Mujahidin.

YBM_Salurkan Bantuan Program Sanitasi Total Berbasis Komunitas Di Pesantren Walisanga Ende2

Ajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat Melalui STBK Pesantren Walisanga Ende

YBM_Salurkan Bantuan Program Sanitasi Total Berbasis Komunitas Di Pesantren Walisanga Ende2

ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR — Sanitasi menjadi salah satu sara penting bagi kehidupan masyarakat. Dengan adanya sanitasi dasar yang baik, dapat mewujudkan masyarakat berpola hidup sehat. Sehingga, kesehatan masyarakat dan lingkungannya dapat terjaga.

Menyadari pentingnya kebutuhan tersebut, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Denpasar, menyalurkan bantuan program Sanitasi Total Berbasis Komunitas (STBK). Untuk menggulirkan program tersebut YBM-BRI memilih pondok pesantren Walisanga Ende, Flores, sebagai lokasi STBK.

Selain menyajikan sarana sanitasi dan kebutuhan air bersih untuk masyarakat, penyaluran bantuan dan launching program tersebut merupakan rangkaian kemeriahan HUT ke-121 BRI. Penyaluran bantuan dan peluncuran program tersebut turut dihadiri oleh Umar Al-Faruq (AMP BRI Cabang Ende), pengurus YBM BRI Ende, jajaran pemerintahan di wilayah Kecamatan Ende Selatan, dan tokoh masyarakat setempat.

“Ini menjadi salah sath langkah kami dalam menjaga kesehatan masyarakat. Sekaligus juga menjadi sarana menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Semoga bantuan ini memiliki manfaat berkelanjutan yang luar biasa,” ungkap Umar Al-Faruq, di sela peresmian program.

YBM_Salurkan Bantuan Program Sanitasi Total Berbasis Komunitas Di Pesantren Walisanga Ende1

Bantuan yang diberikan berupa satu unit MCK dan bangunan penampungan air (torent utama) senilai Rp.134.129.000. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan Berbagi Sehat Rakyat Indonesia, dengan tujuan utama memberikan akses air bersih kepada pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya. Selain itu melalui program STBK, YBM-BRI berkontribusi dalam mencapai salah satu tujuan dari 17 goals, dokumen SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu “Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang”.

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat, serta santri di sini, kami menyampaikan terima kasih kepada YBM-BRI yang telah menyalurkan bantuan bermanfaat bagi pesantren dan masyarakat sekitar. Kami berharap, kerjasama antara pesantren dan BRI Ende dapat terus terjalain dalam bentuk apapun. Semoga ini tak hanya menjadi berkah kami di sini saja, tetapi juga keberkahan para muzakki (karyawan) BRI yang ikhlas menyisihkan hartanya untuk saudara sesama muslim, yang amat membutuhkan dukungan dalam mewujudkan pola hidup sehat,” ucap Siti Halimah, Pimpinan Yayasan Pesantren Walisanga.

YBM_HUTIwabri1

Ulang Tahun Ke 17, Iwabri Berbagi Sehat Di Rumpin

YBM_HUTIwabri1

BOGOR – Dalam rangka memperingati HUT ke-17 IWABRI, YBM-BRI melalui program Berbagi Sehat Indonesia, menggelar bakti sosial berupa layanan kesehatan dan bantuan pendidikan, serta renovasi tempat wudhu. Kali ini, total bantuan yang digulirkan sebesar Rp 167.100.000. Bantuan tersebut meliputi khitanan massal, renovasi tempat wudhu, pemberian Al Quran, karpet masjid, baju koko, dan pakaian muslimah.

YBM_HUTIwabri3Kegiatan bakti sosial dilaksanakan di Pondok pesantren Daar El Mansur, Jalan Raya Cicangkal Maloko, Kampung Banjar Pinang, Desa Tamansari, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (8/3). Gelaran bakti sosial dihadiri oleh seluruh Pengurus IWABRI Pusat, dan disambut oleh Agus, selaku Kepala Seksi Kesra mewakili Camat Rumpin, kemudian juga Tuti Kustinah, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Daar El Mansur.

 

Menurut Mala, Staff Manajerial Representatif Kanwil BRI Jakarta 3, “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini adalah memberikan keringanan dan kemudahan bagi santri, serta warga sekitar pondon pesantren Daar El Mansur dalam mengakses layanan kesehatan. Selain itu, kami juga menggelar khitanan massal dan renovasi fasilitas sanitasi, yakni menghadirkan tempat wudhu yang baik”.YBM_HUTIwabri2

Kemudian kegiatan berlanjut dengan penyerahan simbolis bantuan layanan kesehatan dan pendidikan senilai Rp. 142.100.000, yang diberikan langsung oleh perwakilan IWABRI, Aryani Asmawi Syam, kepada perwakilan Camat Rumpin. Sedangkan bantuan renovasi tempat wudhu senilai Rp. 25.000.000 diserahkan oleh perwakilan pengurus IWABRI, Rena Sunarso, kepada pimpinan pondok pesantren Daar El Mansur.

 

“Alhamdulillah bantuan renovasi ini dapat berjalan dengan baik. Semoga renovasi tempat wudhu yang ada di pondok pesantren Daar El Mansur bermanfaat bagi seluruh masyarakat Rumpin,” ungkap Aryani Asmawi Syam, seusai penyerahan bantuan.

Ponpes Sultan Hasanudin YBM BRI

Program BUMP Jahe Merah, Perkuat Ekonomi Pondok Pesantren Baduy

Ponpes Sultan Hasanudin YBM BRI

BANTEN — Hamparan tanah gembur di halaman belakang Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin yang subur, tak dibiarkan begitu saja. Tampak dari kejauhan bak rumput-rumput ilalang yang tumbuh tinggi. Namun saat didekatki, ternyata itu adalah tanaman Jahe Merah. Dengan beragam manfaat bagi kesehatan, Jahe Merah menjadi komoditas utama bagi pondok pesantren tersebut dalam meningkatkan ekonomi bagi.

Pondok Pesantren yang dihuni 110 santri dengan rincian 54 santri putra dan 56 santri putri, telah mengelola kebun Jahe Merah sejak akhir 2015. Menurut Chandra Dispratomo, selaku pelaksana harian YBM BRI kanwil Jakarta 3, “Usaha jahenya merupakan turunan dari program Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), dan kita berikan modal Rp. 49 juta yang dibagi dalam dua termin pencairan.

“Asumsi nilai tersebut adalah untuk 5.000 bibit jahe. Di mana ponpes melakukan pembelian bibit tahap 1 sejumlah 2.000 bibit dan tahap 2 untuk 3.000 bibit. Pengelolaan dan perawatan jahe diserahkan kepada pihak ponpes dengan melibatkan santri dan warga sekitar. Satu bibit jahe setidaknya dapat menghasilkan hingga 5 – 10 kg, dan kemungkinan gagal panen 20%. Sehingga total panen untuk 5.000 bibit Jahe adalah sekitar 20.000 kg dengan harga jual sekitar Rp. 6.000 / Kg,” jelas Chandra.

Ponpes Sultan Hasanudin YBM BRI

“Pada tingkat pasar, Jahe Merah merupakan komoditas unggulan bagi wilayah Banten. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat sebagai obat atau minuman herbal. Maka Jahe Merah dipilih sebagai usaha utama Pondok Pesantren dari program BUMP binaan YBM-BRI

Kemudian dipasarkan melalui Pasar Ciboleger, yang merupakan pintu masuk kawasan Wisata Suku Baduy,” tambah Chandra.

Hingga saat  ini sudah ada sejumlah alumnus pondok pesantren yang melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena pendidikan merupakan hal yang penting dalam menciptakan perubahan ekonomi bagi warga. Khususnya bagi mereka yang berasal dari Suku Baduy. Dengan demikian, masyarakat Baduy akan menjadi insan yang semakin berwawasan,” ujar Kyai Zainudin Amir, pemimpin Pondok Pesantren Modern Sultan Hasanuddin.

“Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama atau MTS dan memberlakukan kurikulum sejajar dengan pendidikan pada umumnya. Hanya pemahaman agama diperbanyak. Yang menarik dari pembelajaran di sini adalah ilmu tentang toleransi yang kami ajarkan. Sebagaimana anak-anak Suku Baduy untuk berbaur dengan lingkungan yang berbeda dengan adat istiadat dan kebiasaan mereka,” tambah Kyai Zainuddin.

“Banyak ilmu yang saya dapatkan, Alhamdulillah saya sudah lancar Berbahasa Inggris, Arab dan Indonesia. Selain itu ilmu disiplin yang saya peroleh selama di Pondok Pesantren juga semakin menguatkan. Banyak kegiatan ekstrakuliler seperti pramuka yang bergulir menunjang pembelajaran. Ilmu agamapun bertambah atas bimbingan Kyai Zainudin Amir,” cerita Sarinah (17), salah satu santri Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin.

Ponpes Sultan Hasanudin YBM BRI

YBM BRI Berdayakan Pondok Pesantren Pertama Pendidik Agama Islam Suku Baduy

Ponpes Sultan Hasanudin YBM BRI

BANTEN — Gerimis mengguyur wilayah Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Di kecamatan tersebut terkenal dengan sebutan wilayah Suku Baduy. Ya, memang sebagian besar Suku Baduy menetap di sana.

Di kawasan tersebut juga berdiri Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin, yang memiliki 110 santri termasuk 20 anak santri asli Suku Baduy baik putra berjumlah 54 dan putri berjumlah 56. Ponpes rintisan Kyai Zainudin Amir, telah lama merangkul anak-anak Suku Baduy. Perlahan dengan pasti, pembekalan ilmu dan pengetahuan Agama Islam, tertanam di anak-anak Baduy.

Melihat aktivitas Suku Baduy yang nomaden dan ketertinggalan akan pendidikan, melatar belakangi Kyai Zainudin mendirikan ponpes. Awal 1985 adalah mulai dirintisnya ponpes tersebut. Sehingga, lebih dari 30 tahun, Ponpes Sultan Hasanuddin konsisten membumikan Islam di Tanah Baduy.

Melihat konsistensi tersebut, YBM BRI melalui program beasiswanya menyuntikkan semangat belajar bagi santri di ponpes binaan Kyai Zainudin tersebut. Tercatat ada 30 santri penerima beasiswa, dan 20 diantaranya adalah anak Baduy. Tak hanya beasiswa, menurut Chandra Dispratomo, selaku pelaksana harian YBM BRI kanwil Jakarta 3.

Ponpes Sultan Hasanudin YBM BRI“YBM BRI pada akhir 2015 memberikan bantuan berupa pembuatan fasilitas MCK baik bagi pondok pesantren maupun masyarakat umum. Kemudian di lain sisi, santri-santri Pondok Pesantren diberikan bibit Jahe Merah dan pembekalan penanamannya oleh YBM BRI. Luas area tanam Jahe Merah sekitar  200 Meter persegi dan mampu menghasilkan sekitar 2 Ton Jahe Merah pada masa panen. Keuntungannya untuk membantu biaya operasional atau pengeluaran Pondok Pesantren, seusai Jahe Merah dijual ke Pasar Ciboleger,” ujar Chandra.

Lanjut Chandra mengatakan, “Pengelolaan dan perawatan jahe diserahkan kepada pihak ponpes dengan melibatkan santri dan warga sekitar. Ini merupakan wujud dari program Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), yang mana satu bibit jahe dapat menghasilkan hingga 5 – 10 Kg. Namun tetap ada kemungkinan gagal panen, yaitu sekitar 20%. Sehingga, total panen untuk 5.000 bibit jahe adalah 20.000 Kg, dengan harga jual sekitat Rp.6.000 / kg. Sehingga total keuntungan minimal yang bisa didapat adalah Rp. 120 juta untuk setahun. Maka, BUMP ini dapat menjadi solusi untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan di ponpes tersebut”.

“Sedangankan di hal lain, YBM BRI memberikan insentif asatidz yang termasuk bagian dari integrasi pemberdayaan ponpes. Di mana uang senilai Rp. 250.000 tersebut setiap bulannya diberikan untuk 6 asatidz yang belum menikah dan telah mengabdi lebih dari 4 tahun,” pungkas Chandra.