Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah1

Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah

Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah1

PADANG KUYIK, BUKITTINGGI —Roda perekonomian tidak hanya berputar kencang di kota-kota besar, di wilayah pelosok roda perekonomian sedang menghadapi laju yang kencang sehingga harus diseimbangkan dengan pola program perekonomian secara benar, baik dari pendampingan dan pemberian modal agar dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha besar lainnya. Saat ini sosok pria lebih akrab sebagai penggerak roda ekonomi keluarga, namun pada jaman sekarang penggerak ekonomi tidak hanya sosok pria, namun para kaum wanita akan menjadi era kemajuan dalam bersama-sama menggerakan ekonomi keluarga. Hal itu dilihat dengan diadakan Program Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR).

Bertempat di rumah Ibu Sri Mulyati Salah Satu Peserta PKUR Menjahit Bordir Mukenah Padang Kunyik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam telah dilaksanakan launching Program Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) Menjahit Bordir Mukenah. Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah1

Bapak Milati Wikra sebagai ketua Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) Cabang Bukittinggi mengatakan, “YBM BRI merupakan lembaga zakat yang zakatnya berasal dari pekerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang gajinya di potong setiap bulan. Dari zakat pekerja BRI dan selanjutnya disalurkan melalui beberapa program salah satunya berbagi sejahtera rakyat indonesia, program PKUR ini adalah program unggulan dari Pemberdayaan Ekonomi YBM BRI, dengan tujuan menjadikan penerima manfaat menjadi donor atau penyumbang zakat sehingga diharapkan dengan adanya pengembangan Usaha PKUR ini peserta dapat belajar menimba ilmu dengan baik sehingga kebutuhan ekonomi kedepanya bisa sejahtera”.

Pada kesempatan tersebut (YBM BRI) Kanca Bukittinggi Bapak Milati Wikra menyerahkan secara simbolis bantuan dana kepada ketua PKUR Menjahit Bordir Mukenah Ibu Eli Erti senilai RP. 46.060.000,-

Ibu Ernawati selaku mentor peserta PKUR di wilayah Padang Kuyik mengucapkan, “Banyak terimakasih kepada YBM BRI karena telah mempercayakan untuk membimbing peserta PKUR, semoga dengan kerjasama yang solid bisa mengembangkan usaha para kaum wanita yang ada di wilayah Padang Kuyik, kaum wanita diharapkan bisa menjadi lebih produktif serta membangkitkan perekonomian keluarga, untuk saat ini anggota PKUR terdiri 10 orang”.

Budidaya Buncis: Langkah Awal Trenggalek Menuju Kancah Internasional

TRENGGALEK — Sejalan dengan peningkatan mutu industri cemerlang yang sedang diusung pemkab Trenggalek, YBM BRI kembali menebar manfaat dengan penandatanganan SPK PKUR budidaya buncis dengan kelompok tani di Desa Boto Putih, Kecamatan Bendungan (12/9) senilai Rp 99.295.000,-. Bantuan diberikan dalam bentuk modal usaha kepada 19 orang penerima manfaat yang menjadi anggota kelompok tani budidaya buncis.

Buncis merupakan salah satu komoditi ekspor yang potensial bagi sektor holtikultura Indonesia tidak diragukan lagi memiliki banyak peminat, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan. Meskipun buncis memiliki usia ketahanan pada suhu kamar yang sebentar, namun proses budidaya buncis pun terbilang singkat. Dengan begitu, petani juga dapat dengan segera memperoleh hasil pendapatan dari usahanya. Hal itu menjadi pilihan yang baik untuk memberikan kontribusi yang lebih baik kepada petani dan keluarganya, juga masyarakat di sekitarnya.

Turut hadir dalam acara Bpk. Roni Davi Pratama (Perwakilan Pengurus YBM BRI Kanca Trenggalek), Bpk. Candra Panji Nugroho (Mentor usaha), Ainun Najib (Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Malang),  pengepul buah dan sayuran dari Surabaya, dan peserta Program PKUR.

“Terima kasih YBM BRI telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menerima program ini. Merupakan tantangan bagi kami terutama bagi saya, bagaimana membawa para peserta ini semakin disiplin dan berhasil, cita – cita saya selanjutnya ingin membawa nama Trenggalek ke kancah internasional bahwa Trenggalek termasuk penghasil sayuran, karena selama ini sayuran kita dicap oleh pihak lain tanpa ada nama Trenggalek” Ujar Pak Candra.

Banten : Memberdayakan Penerima Manfaat dengan Multi Usaha

Banten, 16-17 Agustus 2017. Semangat untuk terus memberikan manfaat tidak akan pernah surut, YBM BRI kembali menyerahkan bantuan dengan total nilai Rp 297.625.000,- kepada 3 kelompok PKUR dan 1 kelompok BUMP. Usaha yang mendapatkan bantuan kali ini datang dari berbagai jenis budidaya antara lain: budidaya itik petelur di Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang; budidaya cabai rawit di Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, dan Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak; dan budidaya sereh wangi di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang. Bantuan diserahkan oleh M. Salman (Staf Ekonomi) kepada perwakilan dari masing-masing kelompok.

“Terimakasih YBM BRI telah memberi kepercayaan untuk mendapatkan bantuan ini. Semoga dapat menambah motivasi kami dalam menafkahi keluarga kami, serta senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Semoga YBM BRI selalu menebar manfaat” Ujar Pak Riski, salah satu peserta budidaya itik petelur.

Selain itu, pada waktu sama juga dilaksanakan penandatanganan SPK PKUR budidaya cabai rawit di Desa Majasari, Kecamatan Majasari dan Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak senilai Rp 111.060.000,-.

Tidak berhenti sampai disitu, survey potensi juga dilakukan di beberapa calon lokasi PKUR antara lain; di Desa Kadudampit, Kecamatan Saketi, dan Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

 

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah2

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah2

BANDUNG — Pada 22 September 2017, dengan mengambil tempat di Aula Gedung Menara BRI lantai 3, Kanwil BRI Bandung, kembali melakukan penandatanganan surat perjanjian kerja (SPK) untuk program PKUR Usaha Budidaya Cabe Merah. Kali ini Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) menggelontorkan dana unutuk program tersebut sebesar Rp. 108.650.000,-.

Paksana harian YBM-BRI Kanwil Bandung menjadi perwakilan yang menyaksikan dan melaksanakan langsung penandatanganan SPK tersebut. Turut hadir pula, Rohyadi, selaku mentor usaha, dan Zakariya Anshor, selaku Ketua Kelompok yang akan mewadahi 20 mustahik penerima program PKUR YBM-BRI. Dalam acara yang sederhana dan hangat ini, YBM-BRI resmi mengangkat semangat para mustahik untuk berbudidaya cabe merah.

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah1“Kami sampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada YBM-BRI. Tak menyangka jika kelompok kami mendapat kepercayaan sebagai pelaksana program PKUR YBM-BRI ini. Semoga senantiasa mengalirkan keberkahan dan menjadi pemicu membawa perjalanan hidup kami kearah lebih baik. Selain itu juga bisa meningkatkan penghasilan dan perekonomian bagi keluarga,” tutur Zakariya, dengan binar bahagia di wajahnya.

Dengan ditandatanganinya SPK tersebut, telah menjadi bukti bahwa YBM-BRI, mendukung semangat berwirausaha bagi para mustahik. Semoga terus mengalirkan keberkahan bagi para mustahik dan juga muzakki.

Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri1

Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri

Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri1

SEMARANG — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), melalui Program Beasiswa Kader Surau menggelar pembinaan mahasiswa penerima beasiswa. Gelaran kali ini diisi dengan kegiatan pelatihan videografi yang terlaksana selama dua hari, pada 16 dan 17 September 2017.

Kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Layanan Ummat Kader Surau UNDIP ini, bertujuan sebagai ajang berbagi pengalaman dan meningkatkan kompetensi pengolahan video bagi Mahasiswa kader surau. Sehingga kedepannya mampu menginspirasi orang lain melalui karya-karya video yang unik, kreatif, dan menginspirasi.

Pelatihan ini di pandu oleh dua mentor berpengalaman di bidang jurnalistik, yakni Firtra Ratory dan Wendi. Keduanya memaparkan materi dasar tentang teknik pengambilan gambar, analisis unsur-unsur dalam video, analisis video yang tengah viral, hingga pendampingan penyusunan script video. Tentunya setelah pemaparan mateti, masing-masing mahasiswa kader surau akan membuat video sesuai dengan tema dan cerita yang menginspirasi hasil kreadi sendiri. Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri1

Tercatat 17 peserta yang terdiri dari 12 kader surau angkatan 2017, dan 5 kader surau angkatan 2016, terlihat sangat antusias dan merasa tertantang untuk membuat karya videografi berkualitas. Lebih dari itu, hasil garapan karya video mereka akan ditampilkan dan dipresentasikan di hadapan seluruh peserta pelatihan. Tentunya dengan harapan, para mahasiswa kader surau mampu mengupas lebih dalam lagi penerapan teori-teori videografi yang berkolaborasi pada karya masing-masing peserta.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak YBM-BRI sudah memberikan pelatihan seperti ini kepada kami. Ternyata pembuatan karya video berkualitas enggak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali teori atau aturan dasar yang belum kami tahu. Ini bermanfaat sekali bagi kami, anak-anak muda yang hidup di era digital seperti sekarang ini,” ujar Ruci, salah satu peserta pelatihan.

Melalui pelatihan ini, semoga Kader Surau YBM-BRI semakin eksis dan menebar manfaat lebih luas lagi. Terutama akan menambah semangat berIndonesia dan menginspirasi masyarakat semua. Aamiin.

Mengembangkan Bidang Usaha Tataboga dengan Launching Pemberdayaan Program Usaha Kue Pastry

KLUNGKUNG —  YBM BRI Kanwil Denpasar melaksanakan launching Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) bidang usaha kue pastry di Kampung Lebah, Kabupaten Klungkung, Bali (20/9).

Dalam kegiatan launching tersebut diserahkan secara simbolis dana bantuan senilai Rp. 67.770.000,- oleh Bpk. Malik Ziadi (Ketua YBM BRI Semarapura) kepada Bpk. Syamsuri (Ketua Kelompok Usaha Kue Pastry Kampung Lebah). Bantuan diberikan dalam bentuk stimulus modal usaha kepada 10 orang penerima manfaat yang berprofesi menjadi pedagang kue basah di pasar sekitar. Melalui program ini, penerima manfaat dapat menambah jenis kue pastry yang dijual seperti muffin, soes, brownies, cake, dan sebagainya.

Turut hadir dalam acara Bpk. H. Muzani (Ta’mir Masjid Al-Hikmah Kp. Lebah), Bpk. Syahril (perwakilan Kepala Kp. Lebah), Zainul Fuadi Akbar (Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Denpasar), dan 10 orang penerima manfaat.

“Terima kasih YBM BRI telah menyalurkan dana zakat bagi pengembangan usaha kelompok masyarakat di Kampung Lebah” ujar Pak Muzani.

 

 

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1

BANDUNG — Mengambil tempat di Aula Gedung Menara BRI lantai 3, Kanwil BRI Bandung, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), melaksanakan penandatanganan kerjasama untuk pemberdayaan bidang ekonomi. Penandatanganan Surat Perintah Kerja kali ini untuk pemberdayaan ekonomi Usaha Budidaya Labu Butternut, dengan total Dana Program sebesar Rp. 99.250.000,-.Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1

Penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan langsung Pengurus YBM-BRI Kanwil Bandung, yang dalam hal ini diwakili oleh Rizali, selaku Bendahara. Turut hadir dalam acara tersebut, Kiki, selaku mentor usaha sekaligus sebagai Ketua Muda Petani Kuningan, dan Jumhari, sebagai Ketua Kelompok “Tiana Jaya,” yang mewadahi 20 orang mustahik penerima program PKUR YBM-BRI.

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1“Kami sampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada YBM-BRI yang telah memercayakan program ini kepada kelompok kami. Semoga berkah dan menjadi pemicu untuk mengubah hidup kami. Juga menjadi jalan mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga,” tutur Jumhari.

Adanya program pemberdayaan ekonomi PKUR budidaya Labu Butternut ini, diharapkan dapat melecut semangat berIndonesia bagi para penerima manfaat pelaku usaha kecil. Sukses dan berkembang pesat menjadi cita-cita dari kerjasama ini.

Pelatihan Budidaya Sereh Wangi

BOGOR – Sereh wangi memiliki banyak manfaat,  salah satunya sebagai penghasil minyak atsiri. Karakteristik sereh wangi yang cepat tumbuh (fast growing) dan mudah dibudidayakan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Selain itu, budidaya sereh wangi tidak banyak memerlukan persyaratan dan dapat ditanam pada tanah yang kurang subur. Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui bagaimana cara mengelola sereh wangi hingga menjadi minyak atsiri.Padahal Indonesia merupakan penghasil minyak atsiri terbesar di dunia.

Kali ini, YBM BRI melaksanakan Training dan workshop Budidaya Sereh Wangi untuk penerima manfaat BUMP Sereh Wangi, SMA Bina Putera, Kopo-Serang, Banten. Pelatihan ini bekerjasama dengan PT Pemalang Agro Wangi yang merupakan mitra Program Ekonomi YBM BRI. Tidak tanggung – tanggung, pelatihan dilaksanakan selama empat hari (9-12/8), langsung di kebun PT. Pemalang Agro Wangi, Sukamakmur, Jonggol.

Hadir langsung sebagai pengisi materi dari pelatihan kali ini adalah Ibu R.A Ety yang merupakan Direktur Utama PT. Pemalang Agro Wangi. Selain diberikan materi tentang sereh wangi, peserta juga melakukan praktik langsung di lapangan. Peserta mempraktikkan cara pembibitan, penanaman, pemanenan, dan sekaligus penyulingan sereh wangi.

 

Launching Enam Unit Usaha PKUR Makassar

MAKASSAR – YBM BRI melalui YBM BRI Kanwil Makassar melaksanakan launching Program PKUR di kantor BRI Kanwil Makassar Lantai 5 (27/7). Total bantuan yang digulirkan adalah senilai Rp 464.194.000 untuk enam unit usaha program PKUR. Unit usaha  tersebut antara lain; Budidaya ikan nila dan ikan hias, pembuatan telur asin, budidaya tanaman kangkung, pengolahan abon ikan lele dan pembuatan tempe, usaha ayam potong, dan budidaya sayur hidroponik.

Turut hadir dalam launching Bpk. Agus Suprihanto (Pimpinan Wilayah BRI Makassar), Bpk. Agus Pramono (Pembina YBM BRI Kanwil Makassar), dan Bpk Refmawardi (Ketua YBM BRI Kanwil Makassar).

“Harapan saya semua kelompok bisa lebih amanah dalam mengelola dana dari YBM BRI, terkhususnya program PKUR ini, dan kedepannya bisa menambah modal lagi dengan mengambil dana dari KUR. Agar bisa mensejahterakan keluarga, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah” Harap Bpk. Agus Suprihanto dalam sambutannya.

                        

 

 

 

 

 

 

Belajar-dengan-Mengikuti-Bazar

Belajar dengan Mengikuti Bazar

Belajar-dengan-Mengikuti-Bazar

MALANG — Antusiasme masyarakat tampak memadati bazar dalam rangka MTQMN di halaman Universitas Brawijaya, Malang, beberapa waktu lalu. Berbagai produk karya masyarakat UMKM di wilayah Malang dan sekitarnya tersaji dalam bazar tersebut. Tentu tak ketinggalan produk-produk dari ibu-ibu binaan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Malang.

Sejumlah pengunjung tampak antusias menyisir dari booth ke booth untuk sekedar melihat atau berbelanja produk UMKM, termasuk booth bazar produk binaan YBM-BRI. Bagi para penerima manfaat program YBM-BRI, ajang ini tak hanya sebagai sarana pemasaran produk. Tetapi juga sebagai sarana belajar dan mengenal kegiatan UMKM.

“Alhamdulillah ibu-ibu binaan UMKM program YBM-BRI Kanwil Malang begitu antusias mengikuti bazar ini. Selain memasarkan produk, mereka dapat saling mengenal dan belajar mengenai kegiatan UMKM, khususnya di wilayah Malang,” ungkap Ahmad Nafilul Huda, selaku penanggung jawab program binaan UMKM YBM-BRI Kanwil Malang.

Semoga semakin sukses untuk semua pelaku UMKM pada umumnya, dan binaan YBM-BRI Kanwil Malang pada umumnya. Sehingga dapat menjadi pemantik semangat keberIndonesiaan dalam berwirausaha, danbtentunya bangkit menjadi ibu mandiri yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga.