Budidaya Buncis: Langkah Awal Trenggalek Menuju Kancah Internasional

TRENGGALEK — Sejalan dengan peningkatan mutu industri cemerlang yang sedang diusung pemkab Trenggalek, YBM BRI kembali menebar manfaat dengan penandatanganan SPK PKUR budidaya buncis dengan kelompok tani di Desa Boto Putih, Kecamatan Bendungan (12/9) senilai Rp 99.295.000,-. Bantuan diberikan dalam bentuk modal usaha kepada 19 orang penerima manfaat yang menjadi anggota kelompok tani budidaya buncis.

Buncis merupakan salah satu komoditi ekspor yang potensial bagi sektor holtikultura Indonesia tidak diragukan lagi memiliki banyak peminat, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan. Meskipun buncis memiliki usia ketahanan pada suhu kamar yang sebentar, namun proses budidaya buncis pun terbilang singkat. Dengan begitu, petani juga dapat dengan segera memperoleh hasil pendapatan dari usahanya. Hal itu menjadi pilihan yang baik untuk memberikan kontribusi yang lebih baik kepada petani dan keluarganya, juga masyarakat di sekitarnya.

Turut hadir dalam acara Bpk. Roni Davi Pratama (Perwakilan Pengurus YBM BRI Kanca Trenggalek), Bpk. Candra Panji Nugroho (Mentor usaha), Ainun Najib (Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Malang),  pengepul buah dan sayuran dari Surabaya, dan peserta Program PKUR.

“Terima kasih YBM BRI telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menerima program ini. Merupakan tantangan bagi kami terutama bagi saya, bagaimana membawa para peserta ini semakin disiplin dan berhasil, cita – cita saya selanjutnya ingin membawa nama Trenggalek ke kancah internasional bahwa Trenggalek termasuk penghasil sayuran, karena selama ini sayuran kita dicap oleh pihak lain tanpa ada nama Trenggalek” Ujar Pak Candra.

Posted in Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia, Berita.