Badan Usaha Milik Pesantren

Pesantren adalah sebuah institusi pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri(1). Pesantren memiliki dua jenis metode pengajaran yaitu salaf dan modern. Lembaga ini sekaligus juga berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, lembaga dakwah dan lembaga sosial kemasyarakatan. Pesantren sebagai wadah mencetak generasi-generasi unggul yang berkomitmen mendedikasikan dirinya untuk kemajuan bangsa dilandasi oleh jiwa yang ikhlas dalam berjuang dan beramal.

Pesantren merupakan akar pendidikan kemandirian di Indonesia jika disandingkan dengan lembaga pendidikan yang pernah muncul di Indonesia, pesantren merupakan sistem pendidikan tertua dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia yang indigenous. Kini pesantren telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan masyarakat dan kebijakan pemerintah berkaitan dengan sistem pendidikan. Salah satu perubahan tersebut adalah biaya pendidikan yang semakin tinggi sehingga membutuhkan sumber pendanaan lain diluar sumber pendanaan tradisional yang mengandalkan partisipasi orang tua santri dan donasi berbagai pihak.

Pesantren dituntut kemandiriannya, dan kemandirian pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, dapat menjadi cikal bakal kebangkitan perekonomian di Indonesia. Salah satu upaya untuk mendorong kemandirian tersebut adalah melalui pendirian Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Pemberian stimulan kemandirian ekonomi  kepada Pesantren BUMP merupakan ikhtiar YBM sebagai lembaga yang berperan untuk membangun kemandirian sekaligus optimalisasi dana zakat secara tepat dan berhasil guna.

VISI
Terwujudnya kemandirian pesantren sebagai pusat pengembangan kewirausahaan.

MISI

  1. Membangun sarana pembelajaran kewirausahaan santri
  2. Membangun lembaga usaha yang dapat menopang kemandirian pesantren
  3. Berikhtiar turut membangun pondasi ekonomi nasional

TUJUAN

  1. Adanya bekal pengalaman kewirausahaan bagi santri
  2. Berkontribusi terhadap biaya operasional pesantren
  3. Meningkatnya pemahaman bahwa pesantren memiliki peran penting untuk menjalin kemitraan dengan lembaga lain baik pemerintah maupun swasta.

LANDASAN PROGRAM

  1. SDG’s butir ke 1, 8, 9, dan 10
  2. SK Badan Pengurus YBM BRI No B.697/ YBM-BRI/ VI/ 2014 tentang Pendayagunaan Dana Zakat Melalui  Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pesantren.
  3. Rencana Kerja Anggaran Divisi Ekonomi Tahun 2017

PENGERTIAN

  1. Yayasan Baitul maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) adalah Lembaga Zakat Nasional yang menghimpun zakat dan mengelolanya dalam program-program pendayagunaan, diantaranya, pendidikan, kesehatan, social dakwah, dan ekonomi. Sejak tahun 2014, YBM BRI menyusun program integrase melalui pondok pesantren.
  2. Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) adalah program pemberdayaam ekonomi dalam bentuk pemberian modal usaha dan pembinaan kepada pesantren yang sesuai dengan kriteria program dengan tujuan kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat lingkungan pesantren.

JENIS BANTUAN YANG DIBERIKAN

  1. Bantuan Modal Usaha dan
  2. Kegiatan Pendampingan Usaha

KRITERIA KHUSUS PONDOK PESANTREN

  1. Memiliki legalitas yang jelas (akte Yayasan, izin operasional kemenag, dan kepemilikan tanah)
  2. Pimpinan pesantren berkhidmat secara penuh membina pesantren dengan terlibat langsung dalam pengelolaan pesantren, serta tinggal dan menetap di lingkungan pesantren bersama santri.
  3. Memiliki jumlah santri mukim (tinggal di pondok) minimal 50 orang dan maksimal 500 orang
  4. Iuran santri tidak lebih dari Rp. 500.000/bulan/santri
  5. Belum pernah mendapat bantuan dari YBM BRI

KETENTUAN USAHA
Dalam program ini diutamakan usaha pada bidang agribisnis (on farm) dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Masa panen maksimal 4 bulan
  2. Terdapat tenaga ahli dalam aspek budidaya dan pemasaran
  3. Komoditas unggulan pemerintah
  4. Resiko usaha yang relatif kecil
  5. Potensi keuntungan yang besar

Berikut pilhan rekomendasi jenis usaha yang dapat dijalankan :

  1. Hidroponik/aeroponik sayuran
  2. Kedelai
  3. Melon
  4. Semangka
  5. Kacang tanah
  6. Jagung
  7. Cabe besar
  8. Cabe rawit
  9. Ikan lele
  10. Peternakan ayam
  11. Padi
  12. Bawang Merah
  13. Jamur Tiram
  14. Penggemukan kambing/domba
  15. Peternakan telur ayam
  16. Pepaya
  17. Cacing tanah

Adapun jenis usaha lainnya dapat diusulkan pesantren dengan persyaratan sebagai berikut

  1. Memiliki potensi sumberdaya yang dapat dikembangkan
  2. Memiliki potensi pasar dan perkembangan yang jelas
  3. Memiliki mitra usaha sebagai pendamping usaha yang diusulkan

PERSYARATAN PENGAJUAN

  1. Surat permohonan dari pesantren
  2. Mengisi formulir pengajuan (dapat diunduh di www.ybmbri.org)
  3. Fotokopi akta pendirian yayasan
  4. Fotokopi Izin operasional pesantren
  5. Struktur organisasi
  6. Fotokopi legalitas kepemilikan tanah pesantren
  7. Fotokopi legalitas kepemilikan lahan usaha (Jika diperlukan lahan usaha selain milik pesantren)
  8. Foto kondisi pesantren (Ruang kelas, Halaman pesantren, Lahan usaha dan Fasilitas lainnya)
  9. Proposal usaha (Menjelaskan tentang usulan Usulan Jenis Usaha, Rincian Anggaran dan Analisa Usaha)
  10. Profil mitra usaha

TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM

KETENTUAN PENDAFTARAN
Pendaftaran dilakukan via online melalui link berikut ini.

  1. Ponpes juga wajib mengisi form pendaftaran melalui https://goo.gl/forms/9byGhg24yGYoOOKE2
  2. Ponpes wajib mengisi Form kelayakan Usaha melalui https://goo.gl/forms/IsBHnlXQM0PXYp7A2
  3. Berkas persyaratan pengajuan dapat dikirim berupa softcopy ke alamat email : eco.admin@baitulmaal.id Dengan Subject : [PESANTREN_PROPINSI]. CONTOH : [HIDAYATULLAH_JAWA_BARAT]

KETENTUAN LAINNYA

  1. Tidak dipungut biaya
  2. Kuota terbatas, hanya kepada pondok pesantren yang memenuhi persyaratan administratif yang dapat kami diproses.
  3. Keputusan penerima manfaat oleh ybm-bri kantor pusat dan tidak dapat diganggu gugat.