Respon Gunung Agung

Memaknai Toleransi dengan Respon Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Respon Gunung Agung

BALI — Sejak 28 September 2017, status Gunung Agung masuk ke level Awas. Masyarakat di sekitar kaki gunung tersebut telah diinstruksikan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman oleh pemerintah setempat. Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat mencapai 134,229 jiwa yang tersebar di 484 titik.

Dengan status awas, tentu berbagai aktivitas masyarakat pun turut terhenti, dan hanya menjadi aktivitas seharian di pengungsian. Melihat kondisi tersebut, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), turut merespon cepat dengan menggulirkan paket bantuan. Tepatnya pada Minggu (1/10), YBM-BRI Kanwil Denpasar menjadi kepanjangan tangan dari kebaikan para pegawai BRI di seluruh Indonesia untuk menggulirkan paket Survival Kit kepada pengungsi Erupsi Gunung Agung.Respon Gunung AgungSebanyak 1.000 paket Survival Kit YBM-BRI terdistribusikan keempat titik posko pengungsian, dengan pembagian jumlah yang sama rata. Keempat titik posko pengungsian tersebut diantaranya: Pondok Pesantren Diponegoro Klungkung, Posko Banjar Bendul (lokasi di sekitar BRI Kanca Semarapura), Posko BRI Amlapura (berada di BRI Unit Manggis), dan juga Posko Masjid Al-Hikmah Buitan.

Penyaluran bantuan paket Survival Kit dihadiri langsung oleh Ulwan Hasbiani, selaku Ketua YBM-BRI Denpasar, kemudian I Gede Dianarta, selaku Pimpinan Cabang BRI Amlapura, Malik Ziadi (Ketua YBM BRI Semarapura), Dian Tilawati (pengurus YBM-BRI Amlapura), Ustadz Mustafid Amna Lc (Pimpinan Ponpes Diponegoro Klungkung), M. Maharta (Pelaksana Harian YBM-BRI Pusat), dan juga beberapa relawan di posko pengungsian. Masyarakat pun berbahagia menerima paket bantuan dari YBM-BRI tersebut.Respon Gunung Agung
“Terima kasih atas kepeduliannya kepada kami semua di sini. Sebuah toleransi yang luar biasa dari lembaga zakat YBM-BRI, yang sudi mengirimkan bantuan untuk para pengungsi,” ungkap Kadek Sumitra, selaku relawan posko Banjar Bendul.

Bantuan paket survival kit diberikan dan disesuaikan dengan kebutuhan para pengungsi di posko. Paket tersebut terdiri dari selimut, handuk, sandal, sikat gigi, pasta gigi, minyak kayu putih, susu UHT, lotion anti nyamuk, pembalut wanita, celana dalam wanita, sarung, dan sabun mandi. Dengan guliran paket survival kit tersebut, semoga masyarakat terus dimudahkan dalam pemenuhan kebutuhan untuk konsumsi dan kebersihan badan, serta sandang maupun P3K dasar.

SEAL1

ISEA, YBM BRI Kuatkan Badan Usaha Milik Pesantren Sebagai Sosial Enterprise Terproduktif

SEAL1

DENPASAR, BALI— Indonesia sebagai Negara dengan jumlah populasi penduduk yang besar menjadikannya sebagai negara yang mempunyai potensi untuk selalu tumbuh pesat perekonomiannya, seperti halnya Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi bangsa harus diimbangi dengan pemerataan distribusi pendapatan dan kekayaan di seluruh daerah dan seluruh lapisan masyarakat.

Distribusi pendapatan dan kekayaan yang tidak efisien akan menyebabkan ketidakadilan dan kemiskinan dalam masyarakat. Dalam perekonomian pasar bebas, pasar bisa bebas menentukan alokasi sumber dayanya. Dan, dalam masyarakat kapitalis murni, problem sosial, ketidaksetaraan dan kemiskinan meningkat sebagai akibat adanya kegagalan pasar. Dalam hal kegagalan pasar bercampur dengan kegagalan pemerintah, maka distribusi pendapatan dan kesejahteraan menjadi semakin tidak setara, sehingga menghasilkan kemiskinan yang akan meningkatkan ketimpangan pendapatan. (Selasa-Jumat, 26-29/09)

Upaya mengatasi ketimpangan kesejahteraan sosial di masyarakat banyak dilakukan, selain oleh pemerintah juga melalui keswadayaan masyarakat yang dilakukan melalui berbagai cara dan strategi. Salah satu upaya yang sekarang banyak berkembang adalah melalui pendekatan Kewirausahaan Sosial (Social entrepreneurship), di mana upaya-upaya untuk menyelesaikan permasalahan sosial, pengentasan kemiskinan dilakukan dengan pendekatan bisnis. Kewirausahaan sosial mencoba mendekati penyelesaian permasalahan dengan mengintegrasikan 2 (dua) misi, yaitu dengan tujuan pencapaian misi sosial, pelaku social enterprise melakukan upaya dengan menjalankan operasional bisnis. Pendekatan ini dipandang akan efektif tercapai karena masyarakat sasaran akan secara langsung terlibat secara produktif menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Menurut Iqbal Dwi Noviawan General Manager Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) mengatakan, “Kami juga mendapat banyak inspirasi terkait dengan metode pengukuran dampak program yang telah dilakukan oleh para praktisi Social enterprise utk mengevaluasi serta mempublikasi program mereka”.

“YBM BRI memiliki program Social enterprise diantaranya adalah Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), dengan keuntungan usaha yang di investasikan oleh YBM BRI digunakan untuk keberlanjutan usaha serta membantu kebutuhan operasional pondok pesantren”, lanjut Iqbal Dwi Noviawan.
Untuk menguatkan peran ISEA dalam pengembangan social enterprenuerhsip di Asia, secara periodik diadakan pertemuan, penelitian, diseminasi, dan konferensi terkait isu-isu SE. Tahun ini diselenggarakan SEAL ( Conference yang ke-2). Kehadiran SEAL (Social Enterprise Advocacy and Leveraging) Internasional Conference di Bali dengan penyelenggara Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya ini merupakan wujud kepercayaan dunia pada lembaga Nasional sekelas Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya dalam mewujudkan dan mengembangan Sosial Enterprise. Event SEAL Conference Internasional ini akan diikuti oleh pelaku, SE, akademisi, NGO, badan PBB, serta lembaga-lembaga yang berfokus dalam pengembangan SE dari berbagai Negara, yaitu antara lain dari Indonesia, Philipina, Thailand, Vietnam, India, Bangladesh, India, Jepang, Nepal, Taiwan dan Singapura.

Saat ini sosial enterprise masih banyak kendala dalam mengembangkan di tengah-tengah masyarakat baik masalah penjualan, permodalan hingga pendistribusian hal ini merujuk pada perkembangan pemasaran yang kurang mendapatkan perhatian, misalkan penjualan kopi yang berasal dari Kintamani, jika dipasarkan hanya untuk lokal saja maka dimungkinkan tingkat pasar kopi tidak akan meningkat beda halnya dengan pemasaran jika dilakukan ke tingkat luar negeri maupun luar daerah hal ini akan mempengaruhi peningkatan produk dan ekonomi masyarakat tersebut.

Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah1

Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah

Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah1

PADANG KUYIK, BUKITTINGGI —Roda perekonomian tidak hanya berputar kencang di kota-kota besar, di wilayah pelosok roda perekonomian sedang menghadapi laju yang kencang sehingga harus diseimbangkan dengan pola program perekonomian secara benar, baik dari pendampingan dan pemberian modal agar dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha besar lainnya. Saat ini sosok pria lebih akrab sebagai penggerak roda ekonomi keluarga, namun pada jaman sekarang penggerak ekonomi tidak hanya sosok pria, namun para kaum wanita akan menjadi era kemajuan dalam bersama-sama menggerakan ekonomi keluarga. Hal itu dilihat dengan diadakan Program Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR).

Bertempat di rumah Ibu Sri Mulyati Salah Satu Peserta PKUR Menjahit Bordir Mukenah Padang Kunyik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam telah dilaksanakan launching Program Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) Menjahit Bordir Mukenah. Angkat Wanita Sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga Dengan PKUR Menjahit Bordir Mukenah1

Bapak Milati Wikra sebagai ketua Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) Cabang Bukittinggi mengatakan, “YBM BRI merupakan lembaga zakat yang zakatnya berasal dari pekerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang gajinya di potong setiap bulan. Dari zakat pekerja BRI dan selanjutnya disalurkan melalui beberapa program salah satunya berbagi sejahtera rakyat indonesia, program PKUR ini adalah program unggulan dari Pemberdayaan Ekonomi YBM BRI, dengan tujuan menjadikan penerima manfaat menjadi donor atau penyumbang zakat sehingga diharapkan dengan adanya pengembangan Usaha PKUR ini peserta dapat belajar menimba ilmu dengan baik sehingga kebutuhan ekonomi kedepanya bisa sejahtera”.

Pada kesempatan tersebut (YBM BRI) Kanca Bukittinggi Bapak Milati Wikra menyerahkan secara simbolis bantuan dana kepada ketua PKUR Menjahit Bordir Mukenah Ibu Eli Erti senilai RP. 46.060.000,-

Ibu Ernawati selaku mentor peserta PKUR di wilayah Padang Kuyik mengucapkan, “Banyak terimakasih kepada YBM BRI karena telah mempercayakan untuk membimbing peserta PKUR, semoga dengan kerjasama yang solid bisa mengembangkan usaha para kaum wanita yang ada di wilayah Padang Kuyik, kaum wanita diharapkan bisa menjadi lebih produktif serta membangkitkan perekonomian keluarga, untuk saat ini anggota PKUR terdiri 10 orang”.

Banjir Bandang Padang2

Gulirkan Survival Kit untuk Korban Banjir Solok Selatan

Banjir Bandang Padang2

SOLOK SELATAN — Akhir September, bencana banjir kembali melanda Kabupaten Solok Selatan. Tercatat sekitar 160 kepala keluarga, terdampak dari bencana tersebut. Adapun daerah terparah yang terdampak adalah Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan KPGD, dan membutuhkan sejumlah bantuan khususnya logistik dari masyarakat lainnya.

Melihat kejadian tersebut, tim tanggap bencana Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), menerjunkan tim tanggap bencana. Dalam respon kali ini, tim
tanggap bencana YBM-BRI menggulirkan bantuan survival kit kepada masyarakat di Pakan Rabaa. Penyerahan pun berlangsung di posko bencana dan diserahkan secara simbolis oleh Helva Marlinda, selaku pengurus YBM-BRI kantor cabang Solok, pada Selasa (26/9). Bantuan yang bersumber dari zakat pegawai BRI seluruh Indonesia tersebut diterima langsung oleh Camat bapak camat KPGD, Syahrul Munir, yang didampingi Edi Torial, selaku Kepala BPBD Solok Selatan.

“Mewakili masyarakat terdampak banjir di KPGD, kami mngucapkan terima kasih kepada YBM-BRI atas kepedulian ini. Survival kit sebanyak 160 paket senilai Rp. 48.500.000,- insyaa Allah akan segera kami distrivusikan kepada masyarakat kami yang terdampak banjir. Alhamdulillah isi dari survival kit ini sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sekali lagi terima kasih,” ucap Syahrul Munir.Banjir Bandang Padang1

Pada kesempatan yang sama, di sela penyerahan bantuan, Helva Marlinda dari YBM-BRI Kanca Solok pun turut berbahagia dapat mengantarkan langsung Survival Kit amanah dari pegawai BRI seluruh Indonesia. Dimana paket tersebut berisi kain sarung, selimut dan pakaian dalam untuk wanita. Selain itu juga terdapat kebutuhan logistik darurat yang dapat dikonsumsi dengan cepat.

Terus semangat dan kembali bangkit untuk semua korban banjir di Solok Selatan. Tentu di balik musibah, akan ada hikmah dan berkah di kemudian hari. Aamiin.

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah2

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah2

BANDUNG — Pada 22 September 2017, dengan mengambil tempat di Aula Gedung Menara BRI lantai 3, Kanwil BRI Bandung, kembali melakukan penandatanganan surat perjanjian kerja (SPK) untuk program PKUR Usaha Budidaya Cabe Merah. Kali ini Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) menggelontorkan dana unutuk program tersebut sebesar Rp. 108.650.000,-.

Paksana harian YBM-BRI Kanwil Bandung menjadi perwakilan yang menyaksikan dan melaksanakan langsung penandatanganan SPK tersebut. Turut hadir pula, Rohyadi, selaku mentor usaha, dan Zakariya Anshor, selaku Ketua Kelompok yang akan mewadahi 20 mustahik penerima program PKUR YBM-BRI. Dalam acara yang sederhana dan hangat ini, YBM-BRI resmi mengangkat semangat para mustahik untuk berbudidaya cabe merah.

Perluas Program PKUR Melalui Pemberdayaan Program Usaha Budidaya Cabe Merah1“Kami sampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada YBM-BRI. Tak menyangka jika kelompok kami mendapat kepercayaan sebagai pelaksana program PKUR YBM-BRI ini. Semoga senantiasa mengalirkan keberkahan dan menjadi pemicu membawa perjalanan hidup kami kearah lebih baik. Selain itu juga bisa meningkatkan penghasilan dan perekonomian bagi keluarga,” tutur Zakariya, dengan binar bahagia di wajahnya.

Dengan ditandatanganinya SPK tersebut, telah menjadi bukti bahwa YBM-BRI, mendukung semangat berwirausaha bagi para mustahik. Semoga terus mengalirkan keberkahan bagi para mustahik dan juga muzakki.

Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri1

Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri

Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri1

SEMARANG — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), melalui Program Beasiswa Kader Surau menggelar pembinaan mahasiswa penerima beasiswa. Gelaran kali ini diisi dengan kegiatan pelatihan videografi yang terlaksana selama dua hari, pada 16 dan 17 September 2017.

Kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Layanan Ummat Kader Surau UNDIP ini, bertujuan sebagai ajang berbagi pengalaman dan meningkatkan kompetensi pengolahan video bagi Mahasiswa kader surau. Sehingga kedepannya mampu menginspirasi orang lain melalui karya-karya video yang unik, kreatif, dan menginspirasi.

Pelatihan ini di pandu oleh dua mentor berpengalaman di bidang jurnalistik, yakni Firtra Ratory dan Wendi. Keduanya memaparkan materi dasar tentang teknik pengambilan gambar, analisis unsur-unsur dalam video, analisis video yang tengah viral, hingga pendampingan penyusunan script video. Tentunya setelah pemaparan mateti, masing-masing mahasiswa kader surau akan membuat video sesuai dengan tema dan cerita yang menginspirasi hasil kreadi sendiri. Pelatihan Videografi Sebagai Modal Kader Surau Menginspirasi Negeri1

Tercatat 17 peserta yang terdiri dari 12 kader surau angkatan 2017, dan 5 kader surau angkatan 2016, terlihat sangat antusias dan merasa tertantang untuk membuat karya videografi berkualitas. Lebih dari itu, hasil garapan karya video mereka akan ditampilkan dan dipresentasikan di hadapan seluruh peserta pelatihan. Tentunya dengan harapan, para mahasiswa kader surau mampu mengupas lebih dalam lagi penerapan teori-teori videografi yang berkolaborasi pada karya masing-masing peserta.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak YBM-BRI sudah memberikan pelatihan seperti ini kepada kami. Ternyata pembuatan karya video berkualitas enggak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali teori atau aturan dasar yang belum kami tahu. Ini bermanfaat sekali bagi kami, anak-anak muda yang hidup di era digital seperti sekarang ini,” ujar Ruci, salah satu peserta pelatihan.

Melalui pelatihan ini, semoga Kader Surau YBM-BRI semakin eksis dan menebar manfaat lebih luas lagi. Terutama akan menambah semangat berIndonesia dan menginspirasi masyarakat semua. Aamiin.

YBM-BRI Kanwil BRI Bandar Lampung Bekali Ilmu Keislaman dan Keorganisasian Bagi Penerima Beasiswa Reguler1

YBM-BRI Kanwil BRI Bandar Lampung Bekali Ilmu Keislaman dan Keorganisasian Bagi Penerima Beasiswa Reguler

YBM-BRI Kanwil BRI Bandar Lampung Bekali Ilmu Keislaman dan Keorganisasian Bagi Penerima Beasiswa Reguler1

BANDAR LAMPUNG — Kegiatan pembinaan bagi penerima beasiswa reguler Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), merupakan agenda yang rutin digelar. Hal tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman keislaman mahasiswa, dan juga keorganisasian.

Proses pembinaan pada (15/9), berlangsung dengan pembelajaran beragam kajian dan sesi berbagi pengalaman. Kajian Tahsin Al Quran, taushiyah nasihat dan motivasi, menjadi nutrisi pemahaman keislaman bagi peserta. Selain itu, pembinaan kali ini diakhiri dengan sharing session terkait kegiatan akademis dan keorganisasian di Kampus.

YBM-BRI Kanwil BRI Bandar Lampung Bekali Ilmu Keislaman dan Keorganisasian Bagi Penerima Beasiswa Reguler1Kegiatan pembinaan diikuti seluruh penerima beasiswa YBM-BRI cluster Lampung, yang terdiri dari mahasiswa dari perguruan tinggi di wilayah tersebut dan juga Bengkulu. Sedangkan di wilayah Bengkulu, proses pembinaan dilakukan dengan penugasan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Pelaksanaan proses pembinaan berlangsung di RLU Kader Surau UNILA, dan ditangani langsung oleh Pelaksana Harian YBM-BRI Kanwil BRI Bandar Lampung. Turut serta dalam proses pembinaan yang dilakukan yaitu seluruh penerima beasiswa Kader Surau YBM-BRI.

“Mari lazimkan bacaan Al-Quran di manapun dan kapan pun waktunya. Terutama di rumah kita masing masing, sehingga kitab suci tersebut semakin membumi,” pesan pelaksana harian YBM-BRI Kanwil BRI Bandar Lampung.

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1

BANDUNG — Mengambil tempat di Aula Gedung Menara BRI lantai 3, Kanwil BRI Bandung, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), melaksanakan penandatanganan kerjasama untuk pemberdayaan bidang ekonomi. Penandatanganan Surat Perintah Kerja kali ini untuk pemberdayaan ekonomi Usaha Budidaya Labu Butternut, dengan total Dana Program sebesar Rp. 99.250.000,-.Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1

Penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan langsung Pengurus YBM-BRI Kanwil Bandung, yang dalam hal ini diwakili oleh Rizali, selaku Bendahara. Turut hadir dalam acara tersebut, Kiki, selaku mentor usaha sekaligus sebagai Ketua Muda Petani Kuningan, dan Jumhari, sebagai Ketua Kelompok “Tiana Jaya,” yang mewadahi 20 orang mustahik penerima program PKUR YBM-BRI.

Suntik Semangat Wirausaha Melalui Budidaya Labu Butternut1“Kami sampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada YBM-BRI yang telah memercayakan program ini kepada kelompok kami. Semoga berkah dan menjadi pemicu untuk mengubah hidup kami. Juga menjadi jalan mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga,” tutur Jumhari.

Adanya program pemberdayaan ekonomi PKUR budidaya Labu Butternut ini, diharapkan dapat melecut semangat berIndonesia bagi para penerima manfaat pelaku usaha kecil. Sukses dan berkembang pesat menjadi cita-cita dari kerjasama ini.

Belajar-dengan-Mengikuti-Bazar

Belajar dengan Mengikuti Bazar

Belajar-dengan-Mengikuti-Bazar

MALANG — Antusiasme masyarakat tampak memadati bazar dalam rangka MTQMN di halaman Universitas Brawijaya, Malang, beberapa waktu lalu. Berbagai produk karya masyarakat UMKM di wilayah Malang dan sekitarnya tersaji dalam bazar tersebut. Tentu tak ketinggalan produk-produk dari ibu-ibu binaan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Malang.

Sejumlah pengunjung tampak antusias menyisir dari booth ke booth untuk sekedar melihat atau berbelanja produk UMKM, termasuk booth bazar produk binaan YBM-BRI. Bagi para penerima manfaat program YBM-BRI, ajang ini tak hanya sebagai sarana pemasaran produk. Tetapi juga sebagai sarana belajar dan mengenal kegiatan UMKM.

“Alhamdulillah ibu-ibu binaan UMKM program YBM-BRI Kanwil Malang begitu antusias mengikuti bazar ini. Selain memasarkan produk, mereka dapat saling mengenal dan belajar mengenai kegiatan UMKM, khususnya di wilayah Malang,” ungkap Ahmad Nafilul Huda, selaku penanggung jawab program binaan UMKM YBM-BRI Kanwil Malang.

Semoga semakin sukses untuk semua pelaku UMKM pada umumnya, dan binaan YBM-BRI Kanwil Malang pada umumnya. Sehingga dapat menjadi pemantik semangat keberIndonesiaan dalam berwirausaha, danbtentunya bangkit menjadi ibu mandiri yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga.

Meretas Manfaat Beasiswa Kader Surau YBM BRI4

Meretas Manfaat Beasiswa Kader Surau YBM BRI

Meretas Manfaat Beasiswa Kader Surau YBM BRI4

BOGOR — “Kami bagaikan melodi potensi yang diharmonisasikan dalam suatu rangkaian, yang tentunya akan menghasilkan sebuah tangga nada dari potensi yang luar biasa. Sebagai yayasan yang konsen dalam memberdayakan masyarakat, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), telah menanamkan nilai kebaikan kepada kami dan berusaha memberikan umpan untuk memperpanjang kebaikan itu dalam kehidupan berbangsa bernegara dan beragama,” ujar Ridho Iqbal Firdaus, salah seorang Kader Surau asal Universitas Lampung, saat mengikuti sarasehan Kader Surau di Bogor, akhir bulan lalu.

Sedikitnya 96 peserta yang berasal dari sembilan Perguruan Tinggi Negeri yaitu UGM, UNDIP, IPB, UNPAD, UNILA, ITS, UNAIR, UNSRI, dan UB. Para penerima beasiswa Kader Surau YBM-BRI mengikuti Sarasehan Kader Surau 2017 di Bogor, pada 24-27 Agustus 2017. Tujuan diselenggarakannya kegiatan adalah untuk melakukan orientasi target program yang harus dicapai peserta, dan menanamkan nilai-nilai Kader Surau. Meretas Manfaat Beasiswa Kader Surau YBM BRI1

Sarasehan ini terdiri atas seminar, pelatihan, dan outbond. Dalam kegiatan ini, para peserta menerima berbagai materi yang kaya akan manfaat, seperti Training Menghafal Al Quran Metode Mutqin, Character Building, Manajemen Pemberdayaan Berbasis Zakat hingga sharing optimalisasi teknologi media. Hadir sebagai narasumber di antaranya adalah Drs. H. Tarmidzi Tohor (Direktur Zakat Kemenag RI), dan Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA (Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK).

“Kegiatan Saresehan Kader Surau ini diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai kader surau agar mampu mencapai target program di tahun kedua. Target tersebut di antaranya adalah menghafal Al-Quran 4 Juz, mengikuti kompetisi tingkat Nasional dan Internasional, aktif di organisasi kampus, memiliki IPK minimal 3,00, dan menjadi fasilitator Program Sosial YBM-BRI,” tegas Dwi Iqbal Noviawan, selaku General Manager YBM BRI saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Meretas Manfaat Beasiswa Kader Surau YBM BRI1Sejak dirintis tahun 2015, YBM-BRI menempatkan Program Beasiswa Kader Surau menjadi salah satu program unggulan di bidang pendidikan. Tentu dengan menitikberatkan pada pembentukan dan pembinaan generasi muda Islam. Sebagai Organisasi zakat berbasis korporat, YBM-BRI berkhidmat menyalurkan amanah dari para donatur yang merupakan seluruh karyawan BRI di seluruh Indonesia, sesuai sasaran dan memiliki manfaat yang berkelanjutan.

Penerima Beasiswa Kader Surau merupakan mahasiswa terpilih dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang akan mendapatkan SPP, living cost, asrama dan kurikulum terintegrasi. Sehingga dapat memacu semangat para Kader Surau dalam mewujudkan mimpi dan cita-cita.