Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”1

Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”

Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”1

BELITUNG TIMUR — Banjir yang melanda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur telah berlangsung berhari-hari waktu itu. Kurang lebih 3.000 masyarakat menjadi korban. Adapun daerah terparah yang terdampak adalah Desa Canggu dan Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung timur. Kondisi terakhir Belitung Timur, akses jalan penghubung antar kecamatan terputus. Kondisi terkini Kecamatan Gantung, di Bendungan Pice, salah satu pintu bendungan jebol. Kondisi kian bertambah parah mengingat jalan provinsi rusak akibat banjir yang menggenangi Belitung dan Belitung Timur. Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) merespon kejadian tersebut melalui tanggap bencana selama tiga hari, yaitu pada 18-20 Juli 2017.Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”5Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”8

Menurut Edy Priyono selaku pemimpin BRI Palembang, menjelaskan, “bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BRI dan YBM-BRI kepada korban banjir. Kami bergerak cepat agar benar-benar dapat di rasakan oleh masyarakat korban banjir. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan korban banjir”.Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”2  Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”6

“Total bantuan YBM BRI bagi korban bencana banjir Belitung dan Belitung Timur, sebanyak 218 survival kits, 200 paket sembako dan 100 paket alat kebersihan. YBM-BRI memilih terjun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan. Karena warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan seperti makanan, pakaian kering dan obat obatan,” tambah Edy Priyono, melalui pesan singkat pada Kamis (20/7).

Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”7Selama tiga hari menggelar tanggap bencana di Belitung dan Belitung Timur, agenda hari pertama YBM-BRI adalah memberikan survival kits sebanyak 18 paket kepada masyarakat di posko kantor Camat Gantung. Survival kits tersebut diserahkan langsung oleh Edy Priyono. Berikutnya pada hari kedua paket survival kits ditambah 200 paket dan sembako sebanyak 200 paket. Tambahan bantuan tersebut diberikan kepada Camat Gantung, Khairil Anwar, dan hari ketiga YBM-BRI berkesempatan meninjau dan memberikan bantuan langsung bantuan kepada masyarakat di dampingi Wakil Bupati Belitung Timur, Burhanuddin.

Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”4       Tanggap Bencana Di “Negeri Laskar Pelangi”3

Menilik Usulan Program PKUR 2017 Di Kanwil Bandung

Menilik Usulan Program PKUR 2017 Di Kanwil Bandung

Menilik Usulan Program PKUR 2017 Di Kanwil Bandung

BANDUNG — Mengambil tempat di Auditorium Gedung Menara BRI Kanwil Bandung, pada Rabu (19/7), Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Bandung, menyelenggarkan forum sosialisasi jilid 2 usulan program PKUR 2017. Kali ini juga menghadirkan calon mentor usaha untuk mempresentasikan Analisa Usahanya masing-masing, dan juga turut hadir langsung, Jamilullah, selaku Tim Monev Program YBM-BRI, dengan didampingi Fikriyan Dinata, selaku Tim Keuangan YBM-BRI. Beliau adalah perwakilan langsung dari kantor pusat YBM-BRI Jakarta. Selain itu juga turut hadir Agus Kusnandang, Ketua YBM-BRI Kanwil Bandung.

Presentasi usaha yang dari para mentor antara lain Usaha Budidaya Labu Butter Nut, budidaya Cabai Merah, Kerajinan Tenun Akar Wangi, Olahan Mangrove, Ayam Organik, Kopi Arabica, dan Budidaya Ternak Lebah Madu. Pendalaman analisa usaha dan program disampaikan Jamil, dan beliau memberikan masukan bahwa program PKUR ini harus menjadi nilai tambah dengan memperhatikan manfaat berkelanjutan.

“Dimana program-program PKUR tersebut harus bergulir dengan memperhatikan 5 aset keberlanjutan usaha yaitu aset alam, aset infrastruktur, aset sumber daya manusia, aset keuangan, dan aset sosial. Sehingga memiliki dampak yang maksimal bagi para pelaku dan lingkungan sekitarnya,” tutur Jamil.

Kemudian Kiki, selaku calon mentor usaha Butter Nut juga menyampaikan harapan kepada YBM-BRI. “Semoga program PKUR ini menjadi contoh baik dalam memberdayakan dana zakat untuk masyarakat. Sukses selalu YBM-BRI, dan sukses juga BRI dengan semangat berIndonesianya”.

Berikan Paket Pendidikan Untuk 50 Anak-anak Penghafal Al Qur'an

Berikan Paket Pendidikan Untuk 50 Anak-anak Penghafal Al Qur’an

Berikan Paket Pendidikan Untuk 50 Anak-anak Penghafal Al Qur'an

BANJARMASIN — Bertempat di Rumah Qur’an Ash Sharif, Jl. A. Yani Km. 8, Desa Manarap, Rabu (19/7), Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), menyalurkan 50 paket pendidikan kepada santri-santri dhuafa yang belajar menghafal Al Qur’an. Ini menjadi wujud kepedulian dan mengurangi angka buta Qur’an bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Dengan lahirnya generasi muda yang melek Al Qur’an, tentung benteng keislaman akan semakin kuat. Lantaran generasi muda adalah cikal-bakal para pemimpin bangsa. Sehingga perlu penguatan iman melalui hafalan-hafalan Qur’an.

Ustadz Reza Ferdian selaku pengurus Rumah Qur’an mengucapkan terima kasih kepada YBM-BRI, lantaran sudah peduli dengan anak-anak santri yang menghafal di Rumah Qur’an Ash Sharif. “Semoga pemberian dari YBM-BRI ini menjadi pemicu anak-anak atau santri kami, untuk lebih giat lagi menghafal Al Qur’an,” harapnya.

Gulirkan Paket Ibadah Untuk Muallaf Di Masjid Nasional Surabaya1

Gulirkan Paket Ibadah Untuk Muallaf Di Masjid Nasional Surabaya

Gulirkan Paket Ibadah Untuk Muallaf Di Masjid Nasional Surabaya1

SURABAYA — Pada Senin (17/7), di Ruang Al Marwah, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) turut memeriahkan acara Halal Bi Halal (HBH) jajaran pengurus, staff, jamaah, instansi-instansi yang ada di sekitar MAS, dan juga para Muallaf yang berikrar syahadat di MAS. Dalam kesempatan itu, YBM-BRI Kanwil Surabaya melalui program Berbagi Syiar Rakyat Indonesia, turut memeriahkan HBH tersebut, dengan menyalurkan Paket Ibadah berupa Sarung, Mukena, Al-Qur’an & Sajadah sejumlah 90 paket. Tentunya paket tersebut utamnaya untuk Muallaf.
Gulirkan Paket Ibadah Untuk Muallaf Di Masjid Nasional Surabaya2 Dengan mengusung tagline “Serambi Muallaf,” acara tersebut berlangsung meriah. Atas nama YBM-BRI turut hadir Amaliyah Rahajeng, selaku Ketua YBM-BRI Kanwil Surabaya, Heru Santoso selaku Wakil Ketua, Aries Tursina, selaku Sekretaris dan Saudari Nilam Julianty selaku admin YBM-BRI Kanwil Surabaya. Di sela-sela acara, Heru Santoso secara simbolis menyerahkan paket ibadah kepada Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si, selaku Direktur Utama MAS. Kemudian, bersama-sama menyerahkan secara simbolis paket ibadah tersebut kepada lima muallaf perwakilan yang hadir.
Dalam sambutannya Drs.H. Endro Siswantoro, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada YBM-BRI. “Mewakili pengurus dan masyarakat, saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan rasa peduli YBM-BRI terhadap para Muallaf. Melalui bantuan tersebut, semoga para Muallaf lebih mencintai Islam dan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Aamiin,” ucapnya.

Persiapkan Kader Surau Berpotensi dari Wilayah Bandung1

Persiapkan Kader Surau Berpotensi dari Wilayah Bandung

Persiapkan Kader Surau Berpotensi dari Wilayah Bandung1

BANDUNG — Memajukan pendidikan di negeri ini, menjadi salah satu komitmen dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Salah satu langkah YBM-BRI memajukan pendidikan adalah melalui program Beasiswa Kader Surau.
Persiapkan Kader Surau Berpotensi dari Wilayah Bandung2

Kali ini, pada Senin (17/7), bertempat di Gedung Pusat Layanan Terpadu Universitas Padjajaran (UNPAD), Bandung, YBM-BRI melaksanakan wawancara dan perekrutan penerimaan Program Beasiswa Kader Surau. Dari sekitar 58 pendaftar online, ada 37 calon Kader Surau yang terseleksi secara administrasi berkas daftar online. Mereka yang mendaftar adalah mahasiswa san mahasiswi dari berbagai program studi yang ada di UNPAD.

Program beasiswa Kader Surau tak hanya memberikan dukungan secara finansial kepada para penerimanya. Tetapi juga membekali para penerimanya dengan keterampilan yang nantinya akan ditularkan kepada masyarakat luas, khususnya di sekitar kampus. Sehingga beasiswa ini tak hanya dinikmati secara pribadi. Tetapi juga memiliki manfaat berkelanjutan.

“Semoga Program Kader Surau UNPAD 2017 ini, menjadi sebuah syiar untuk mengoptimalkan pemberdayaan dana zakat melalui sektor Pendidikan. Sehingga wujud dari semangat berIndonesia benar-benar menjadi pembangun bangsa, bersama generasi terbaiknya,” ungkap Dwi Iqbal Noviawan, selaku GM YBM-BRI.

Peluncuran Program PKUR Unit Usaha Budidaya Jamur Tiram1

Peluncuran Program PKUR Unit Usaha Budidaya Jamur Tiram

Peluncuran Program PKUR Unit Usaha Budidaya Jamur Tiram1

BANJARBARU — Budidaya Jamur Tiram menjadi salah satu jalur pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digulirkan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Hal tersebut terbukti pada Sabtu (15/7),
bertempat di rumah Masrifah, mentor Budidaya Jamur Tiram, secara resmi PKUR Jamur Tiram diluncurkan YBM-BRI untuk warga Banjarbaru. Peluncuran program PKUR Budidaya Jamur Tiram tersebut langsung diisi juga dengan pelatihan.Peluncuran Program PKUR Unit Usaha Budidaya Jamur Tiram3

Pada kesempatan tersebut Novianoor Fajeri, selaku ketua YBM-BRI Kanwil Banjarmasin, menyerahkan secara simbolis bantuan dana kepada Nenden, selaku ketua PKUR Budidaya Jamur Tiram. Bantuan yang diserahkan tersebut senilai RP. 86.500.000,-.

Dalam sambutanya Novianoor Fajeri, mengenalkan mengenai YBM-BRI sebagai lembaga zakat yang zakatnya berasal dari pekerja muslim BRI di seluruh Indonesia. Dari zakat pekerja BRI ini kemudian dikelola menjadi beberapa programPeluncuran Program PKUR Unit Usaha Budidaya Jamur Tiram2.
Salah satunya berbagi sejahtera rakyat Indonesia, dan program PKUR ada di dalamnya. Sekaligus menjadi program unggulan dari Pemberdayaan Ekonomi YBM-BRI. Tujuanya adalah menjadikan mustahik menjadi muzakki.

“Semoga dengan pelatihan PKUR ini, peserta dapat menimba ilmu dengan baik mengenai program yang bergulir. Sehingga kebutuhan ekonomi kedepanya semakin baik dan bisa sejahtera masyarakatnya,” jelas Novianoor Fajeri.

Kemudian di sela acara, Masrifah, selaku mentor, mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada YBM-BRI. “Bersyukur sekali mendapatkan kepercayaan untuk membimbing peserta PKUR. Alhamdulillah jamur tiram sudah bisa kami panen, dan penjualan berlangsung dari 5 Juli s.d sekarang. Tercatat sudah terjual sekitar 90 Kg Jamur segar. Untuk pemasaran saat ini juga tidak ada kendala. Insyaa Allah masih dapat mencukupi permintaan jamur segar dari konsumen yang sangat tinggi,” ucap Masrifah, yang juga disaksikam langsung oleh Pelaksana Harian YBM-BRI Kanwil Banjarmasin, Fathul Muin, dan 10 anggota PKUR lainnya.

Bantuan Paket Pendidikan Bergulir untuk Anak-anak Subang

Bantuan Paket Pendidikan Bergulir untuk Anak-anak Subang

Bantuan Paket Pendidikan Bergulir untuk Anak-anak Subang

SUBANG — Pendidikan hadir memang untuk semua anak-anak generasi penerus bangsa. Namun, dalam kenyataan di lapangan, tak semua generasi penerus bangsa dapat menikmati pendidikan dengan mudah dan cuma-cuma. Terkadang ada juga yang mampu membayar biaya SPP, namun tak dapat memenuhi paket-paket penunjang kebutuhan lainnya. Tak lain lantaran keterbatasan kondisi perekonomian keluarga.

Untuk mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Bandung, menyalurkan bantuan dari program Berbagi Paket Pendidikan, di Subang, Jumat (14/7). Melalui YBM-BRI Cabang BRI Subang, bantuan tersebut bergulir bagi anak kurang mampu di lingkungan kantor BRI Unit Soklat.

Anak-anak penerima manfaat terlihat senang, saat menerima bantuan paket pendidikan dari YBM-BRI yang didampingi langsunh oleh Sutar, selaku Ketua RT 16/RW 11, Kelurahan Soklat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pembagian paket pendidikan yang sebelumnya terlaksana di Pondok Pesantren Nurul Anwar Mubtafdiin, Subang.

“Terima kasih kami ucapkan kepada YBM-BRI, atas perhatiannya untuk anak-anak di kampung ini. Insyaa Allah mereka semakin bersamangat dalam belajar. Sukses untuk kita semua,” ucap Sutar, di sela mendampingi anak-anak menerima paket pendidikan.

Kembangkan Padi Hitam Sebagai Produk Pertanian Kebanggaan Tasik dan Indonesia2

Kembangkan Padi Hitam Sebagai Produk Pertanian Kebanggaan Tasik dan Indonesia

BANDUNG — Sebagai upaya memajukan perekonomian masyarakat, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), terus menghadirkan program-program pemberdayaan. Kali ini, bertempat di Gedung Menara BRI Lantai 3, Bandung, pada Jumat (14/7), YBM-BRI melaksanakan penandatanganan surat perjanjian kerja program PKUR Budidaya Padi Hitam, yang mana juga merupakan komoditas unggulan Kota Tasikmalaya.

Dihadiri langsung Agus Kusnandang, selaku ketua YBM-BRI Kanwil Bandung, dan Dedi, selaku mentor usaha, serta Wahyudi, Ketua Kelompok. Selain itu juga beberapa anggota lainnya turut menyaksikan manfaat berkelanjutan dari proses penandatanganan SPK PKUR Padi Hitam, senilai Rp.70.840.000,-. 

“Terimakasih YBM-BRI, telah mengikutsertakan kelompok saya dalam pemberdayaannya. Lolos dan masuknya kriteria kelompok sebagai penerima program PKUR YBM-BRI, semoga menjadi semangat untuk kemandirian kami dan warga yang masuk sebagai anggota. Tentu juga mendorong usaha beras hitam sebagai komoditas unggulan Tasik, mampu berkompotisi di pasar lokal maupun luar,” tutur Wahyudi.

Kursi Roda, Harapan Baru Bagi Penderita Polio

TAPAN — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) kembali menebar manfaat kepada penderita polio melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Padang.  Sebanyak 13 unit kursi roda diberikan kepada penderita polio di wilayah Kenagarian Tapan Pesisir Selatan  (5/6). Total bantuan yang digulirkan pada program tersebut senilai Rp. 8.650.000,-.

Bantuan diserahkan langsung oleh Bpk. Roni Eka Putra (K.A Unit BRI Tapan) didampingi Ibu Wenny  (Div. E-Channel BRI Kanwil Padang), dan Aditya Prasetia (Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Padang).

“Semoga dapat memberikan manfaat bagi penderita dan memudahkan mereka dalam menjalankan aktivitas kesehariannya,” Harap Bpk. Roni Eka.

Salah satu orang tua dari penerima manfaat bantuan kursi roda menyampaikan  “Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih dan rasa syukur kepada YBM BRI yang sudah memberikan bantuan kursi roda untuk anak saya, sehingga anak saya bisa berjalan-jalan keluar dengan kursi roda tersebut untuk melihat lingkungan sekitar, karena anak saya telah menderita kelumpuhan sejak lahir”.