Rekrutmen Mudarris YBM BRI

Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional yang mengelola dana zakat pekerja BRI dan menyalurkannya dalam bentuk program ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah. Saat ini, YBM BRI telah tersebar di seluruh provinsi yang terbagi dalam 19 wilayah kerja.

Beasiswa Kader Surau merupakan salah satu program YBM BRI di bidang pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan dan pembinaan generasi muda umat Islam agar memiliki jiwa kepemimpinan dengan nilai-nilai dan falsafah kepemimpinan Islami, intelektual, berkarakter, berdaya saing, dan penghafal Al-Qur’an, serta  memiliki jiwa social entreprenurship. Penerima beasiswa merupakan mahasiswa terpilih dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang selain mendapatkan uang saku bulanan (living cost), penerima beasiswa juga mendapatkan pembinaan rutin di asrama (Rumah Layanan Umat) yang didampingi oleh seorang pembina/guru (Mudarris).

Program Beasiswa Kader Surau saat ini telah diselenggarakan di 3 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Diponegoro (UNDIP). Selanjutnya, pada tahun 2017, YBM BRI berencana memperluas program beasiswa ini ke 7 PTN lainnya, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Lampung (UNILA), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Negeri Malang (UM).

Berkenaan dengan hal tersebut, YBM BRI memanggil para  penggiat pendidikan dan dakwah yang memiliki minat dan perhatian tinggi dalam pembinaan Generasi Muda Islam yang Berbasis Qur’ani untuk bergabung sebagai Mudarris yang akan ditempatkan di PTN yang telah menjalin kemitraan dengan YBM BRI.

Berikut kualifikasi yang dibutuhkan:

A. KUALIFIKASI

Kualifikasi umum:

  1. S-1 dari PTN yang telah menjalin kemitraan dengan YBM BRI
  2. Laki-laki muslim dengan usia maksimal 28 tahun
  3. Memiliki hafalan minimal 3 juz
  4. Berbadan & berjiwa sehat
  5. Tidak merokok & bebas narkoba
  6. Berakhlak mulia & tidak terlibat dalam kegiatan/organisasi terlarang
  7. Bersedia mentaati peraturan/tata tertib yang berlaku di YBM BRI
  8. Memiliki pengalaman organisasi di kampus
  9. Memiliki kapabilitas sebagai pemimpin yang dibuktikan dari track record kepemimpinannya
  10. Memiliki perhatian yang nyata terhadap perkembangan generasi muda Islam
  11. Bersedia terikat kontrak pada masing-masing posisi tersebut sampai dengan Bulan Juni Tahun 2019
  12. Memenuhi kualifikasi khusus

Kualifikasi khusus:

  1. Bersedia berada di asrama selama 6 hari dalam sepekan (Senin Pagi – Sabtu Siang)
  2. Diutamakan belum menikah
  3. Memiliki surat rekomendasi dari Ustadz/Tokoh Masyarakat setempat
  4. Memiliki kemampuan pengelolaan administrasi dokumen-dokumen publik (perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan)
  5. Memiliki kemampuan untuk merancang dan menjalankan program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat

B. TUGAS

  1. Merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan proses pembinaan peserta di asrama serta kegiatan pemberdayaan RLU.
  2. Bertanggung jawab terhadap seluruh pengelolaan dan aktivitas pembinaan peserta.
  3. Mengumpulkan dan mengolah database peserta Beasiswa Kader Surau yang dibinanya.
  4. Melakukan monitoring dan evaluasi terkait aktivitas pembinaan dan pemberdayaan

C. FASILITAS

  1. Tempat tinggal beserta seluruh fasilitas asrama
  2. Kafalah Bulanan (Kompetitif)
  3. Mendapatkan pembinaan dari para tokoh dan penggiat zakat Nasional
  4. Jaringan Nasional
  5. Pengalaman pemberdayaan masyarakat

D. MEKANISME PENDAFTARAN

  1. Mengisi form online (cantumkan penempatan PTN yang diinginkan dan expected salary)
  2. Mengirimkan berkas berupa:
  • Curriculum Vitae dan Foto
  • Scan KTP & KK
  • Scan Surat Keterangan Dokter
  • Scan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Scan Surat Rekomendasi Ustadz/Tokoh Masyarakat
  • Grand Design pembinaan ketika menjadi Mudarris Kader Surau (dapat disusulkan ketika interview)
  • Dokumen pendukung (scan ijazah, transkrip nilai, sertifikat pelatihan, dll)

Berkas dalam Format Pdf dikirim ke soc.opr@baitulmaal.id selambat-lambatnya tanggal 07 April 2017. Pelamar yang memenuhi kualifikasi akan dihubungi untuk mengikuti proses selanjutnya.

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging1

Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging1

BARITO KUALA — Mengangkat perekonomian melalui pondok pesantren menjadi salah satu terobosan terbaik dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Sebagai pengelola zakat, infak, sedekah dari para pekerja BRI, kemudian YBM-BRI mengubahnya menjadi program-program pemberdayaan dengan berbagai sektor usaha. Salah satunya adalah Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), yang menggerakkan lini usaha di lingkup pesantren.

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging2Untuk terus memastikan usaha-usaha di BUMP bergulir dengan baik, pihak YBM-BRI terus memberikan pembinaan dan monitoring. Seperti yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Mujahidin, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Jumat (24/3). Di pondok pesantren tersebut, YBM-BRI merintis BUMP dengan konsentrasi usaha ternak ayam pedaging.

Pengelolaan BUMP ternak ayam pedaging dikelola oleh ustadz dan santri dari pondok pesantren tersebut. Untuk penanggung jawab utama, berada pada komando dua ustadz. Kemudian untuk perawatan ayam termasuk menjaga kandang dan memberikan makanan, dibagi sesuai jadwal yang dilaksanakan para santri.

“Ini menjadi salah satu program unggulan YBM-BRI dalam menebar manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang bergulir di Pondok Pesantren Al Mujahidin, salah satunya kami menggulirkan program BUMP usaha ternak ayam pedaging. Diharapkan ini dapat membantu dalam memberikan tambahan pemasukan bagi pesantren,” ungkap Dwi Iqbal Noviawan, selaku General Manager YBM-BRI pusat.

YBM_Berdayakan Pesantren Melalui BUMP Ternak Ayam Pedaging3

Saat monitoring dan pembinaan berlangsung, Jumat (24/3), usia ayam ternak di kandang Pondok Pesantren Al Mujahidin telah memasuki usia 32 hari. Saat dilakukan penimbangan, bobot ayam sudah mencapai dua kilogram per ekor. Bahkan, sudah banyak yang memesan ayam-ayam tersebut untuk dibeli dan kemudian dikonsumsi.

“Alhamdulillah, ini merupakan perputaran kedua dari ternak ayam pedaging ini. Setelah pada panen pertama November lalu, kami berhasil meraup laba Rp. 6 juta dari 500 ekor ayam, yang kemudian kami lanjutkan untuk periode ternak kedua ini. Alhamdulillahnya lagi, di periode kedua ini, sudah banyak masyarakat yang memesan ayam-ayam ini dan kami menjualnya Rp. 19.000/Kilogram. Terima kasih sekali atas dukungan dan bantuan dari YBM-BRI, ini terus memotivasi kami dalam menggerakkan usaha-usaha produktif di pesantren ini,” tutur Ustadz Nur Khair, selaku penanggung jawab BUMP ternak ayam pedaging Pondok Pesantren Al Mujahidin.

YBM_PKUR YBM-BRI Rintis Petani Berdaya Melalui Jagung Hibrida

PKUR YBM-BRI Rintis Petani Berdaya Melalui Jagung Hibrida

YBM_PKUR YBM-BRI Rintis Petani Berdaya Melalui Jagung Hibrida

DELI SERDANG, SUMATERA UTARA — Teriknya matahari di area lahan perkebunan eks PTPN 2, tak menyurutkan langkah tim survey Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Mereka dengan semangat menyusuri area perkebunan dan mendatangi para petani. Ini bertujuan untuk memastikan kelayakan mustahik dan usaha yang diusulkan ke YBM-BRI Kanwil Medan.

Ya, survey tersebut bergulir di kelompok petani jagung di Dusun Pondok Rowo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kawasan tersebut dihuni 400 kepala keluarga dengan minimnya fasilitas dan infrastruktur. Jalanan berlubang penuh debu menjadi lintasan keseharian masyarakat dalam beraktivitas.

Mereka yang bermukim di Dusun Pondok Rowo, rata-rata juga bekas karyawan perkebunan PTPN 2, dan kini tak lagi memiliki pekerjaan tetap. Minimnya modal usaha, hanya membawa mereka pada profesi sebagai buruh tani, peternak dan pekerja kebun milik tokeh pemodal, untuk terus menggerakkan roda ekonomi keluarga. Bagi hasil sebesar 25% terpaksa mereka terima sebagai upah pekerja kebun milik para tokeh pemodal. Tentu, itu menjadi penghasilan yang tergolong kecil, seolah hanya diperas tenaganya saja.

“Ya mau gak mau bang, daripada hanya menganggur. Sedikit-sedikit hasil tak apalah, yang penting halal dan ada penghasilan. Lumayan buat bayar sekolah anak. Kalau untuk makan, ya kita cari pekerjaan serabutan lainnya,” ucap Gito, ketua kelompok tani di Pondok Rowo.

Menjadi sebuah ironi, mereka bermukim dalam kepungan tanah perkebunan nan luas. Namun, ketidak mampuan dana untuk menyewa lahan, membuat mereka hanya bertahan sebagai pekerja serabutan dan buruh tani. Tentu, bukan hasil maksimal yang diperoleh dari keuntungan tinggal di area lahan perkebunan nan luas.

Tetapi, kini mereka boleh sedikit berlega hati. Hadirnya tim surey YBM-BRI ke dusun tersebut, tentu dengan maksud memberdayakan dan menggelorakan semangat berIndonesia para petani setempat. Program PKUR digadang-gadang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat petani Pondok Rowo.

“Alhamdulillah kami dapat melakukan survey langsung di Pondok Rowo. Semoga program ini dapat segera bergulir dan mengangkat perekonomian para petani. Jenis usaha budidaya Jagung Hibrida sudah kami siapkan untuk penerima manfaat di Pondok Rowo. Semoga PKUR ini menjadi manfaat berkelanjutan para petani, untuk berdikari di dusun sendiri,” harap Jhon Eriadi, salah satu tim pelaksana harian YBM-BRI Kanwil Medan.

YBM_Salurkan Bantuan Program Sanitasi Total Berbasis Komunitas Di Pesantren Walisanga Ende2

Ajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat Melalui STBK Pesantren Walisanga Ende

YBM_Salurkan Bantuan Program Sanitasi Total Berbasis Komunitas Di Pesantren Walisanga Ende2

ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR — Sanitasi menjadi salah satu sara penting bagi kehidupan masyarakat. Dengan adanya sanitasi dasar yang baik, dapat mewujudkan masyarakat berpola hidup sehat. Sehingga, kesehatan masyarakat dan lingkungannya dapat terjaga.

Menyadari pentingnya kebutuhan tersebut, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Denpasar, menyalurkan bantuan program Sanitasi Total Berbasis Komunitas (STBK). Untuk menggulirkan program tersebut YBM-BRI memilih pondok pesantren Walisanga Ende, Flores, sebagai lokasi STBK.

Selain menyajikan sarana sanitasi dan kebutuhan air bersih untuk masyarakat, penyaluran bantuan dan launching program tersebut merupakan rangkaian kemeriahan HUT ke-121 BRI. Penyaluran bantuan dan peluncuran program tersebut turut dihadiri oleh Umar Al-Faruq (AMP BRI Cabang Ende), pengurus YBM BRI Ende, jajaran pemerintahan di wilayah Kecamatan Ende Selatan, dan tokoh masyarakat setempat.

“Ini menjadi salah sath langkah kami dalam menjaga kesehatan masyarakat. Sekaligus juga menjadi sarana menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Semoga bantuan ini memiliki manfaat berkelanjutan yang luar biasa,” ungkap Umar Al-Faruq, di sela peresmian program.

YBM_Salurkan Bantuan Program Sanitasi Total Berbasis Komunitas Di Pesantren Walisanga Ende1

Bantuan yang diberikan berupa satu unit MCK dan bangunan penampungan air (torent utama) senilai Rp.134.129.000. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan Berbagi Sehat Rakyat Indonesia, dengan tujuan utama memberikan akses air bersih kepada pondok pesantren dan masyarakat di sekitarnya. Selain itu melalui program STBK, YBM-BRI berkontribusi dalam mencapai salah satu tujuan dari 17 goals, dokumen SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu “Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang”.

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat, serta santri di sini, kami menyampaikan terima kasih kepada YBM-BRI yang telah menyalurkan bantuan bermanfaat bagi pesantren dan masyarakat sekitar. Kami berharap, kerjasama antara pesantren dan BRI Ende dapat terus terjalain dalam bentuk apapun. Semoga ini tak hanya menjadi berkah kami di sini saja, tetapi juga keberkahan para muzakki (karyawan) BRI yang ikhlas menyisihkan hartanya untuk saudara sesama muslim, yang amat membutuhkan dukungan dalam mewujudkan pola hidup sehat,” ucap Siti Halimah, Pimpinan Yayasan Pesantren Walisanga.

Program Difabel Kanwil Jakarta 1

Tangerang, 18 Januari 2016

YBM BRI Kanwil Jakarta 1 telah menyalurkan bantuan program berbagi semangat difabel (Program SKP BRI) kepada peserta didik Yayasan PKTN di jl. KH Mas Mansyur No.100 Kunciran Indah, Pinang, Tangerang. Dihadiri oleh Bapak Panggeng (Ketua PKTN), Pak Arif (Sekretaris YBM/Spv. SDM) dan 28 peserta penerima bantuan.

Bantuan yg di berikan yaitu: Biaya sewa tempat selama 1 tahun, Laptop 5, meja dan kursi 5, soundsystem 1 paket, almari 2, kipas angin 3, tongkat 28, voice recorder 28, seragam 28, alat tulis braile 28, Iqra braile 500 dan uang transport 100.000. Total bantuan senilai 149.500.000.

“Bantuan yg diberikan dipergunakan sebagaimana mestinya, dan semoga dapat membatu kebutuhan-kebutuhan difabel, kebutuhan dasar, dan kebutuhan belajar untuk meningkatkankan kualitas hidupnya,” ujar Pak Arif dalam sambutannya.

Sebagai contoh bahwa dari peserta difabel ada yang sudah hafal al-Quran 5 juz jadi imam masjid, lulus S-1 kuliah jadi ustad, dan diterima di Indosiar karena keterampilan komputer. Salah satu peserta (Abdul Hayyi) mengucapkan terima kasih yang begitu dalam kepada YBM BRI atas bantuan yang diberikan, semoga seluruh pekerja BRI dan YBM BRI diberikan balasan dan keberkahan. Aamiin!

Pada moment tersebut sekaligus dilaksanakan potongan Pita oleh Bapak Arif dan Bapak Panggeng sebagai louncing untuk peresmian pemakaian tempat belajar PKTN selama 1 tahun ke depan (Januari s/d Desember 2017).

Program KUUR Kanwil Bandar Lampung

Bandar Lampung, 16 Januari 2017.

Pembinaan dan Evaluasi Realisasi Program KUUR Tahu Tempe YBM Kanwil Bandar Lampung sebesar                          Rp. 57.800.000,-, dihadiri oleh Bapak Ahmad Buchori Wakil Ketua, Santoso dan M Sadikin Pengurus Koperasi Jasa Keuangan Syariah SEHATI selaku Mitra Program.

Rangkaian acara berlangsung di Masjid Mualimin Jl. Sasonoloyo Gunung Sulah Sukarame  Bandar Lampung. Dalam kesempatan tersebut Dewan Pengurus memberikan bingkisan penghargaan kepada Pengurus KJKS Sehati yang telah berpartisipasi dalam membantu pendampingan Program.

Selain itu dalam acara tersebut juga diberikan Taushiyah oleh Ust. M. Khumaidi, M.H.I kepada 21 anggota yang hadir, akan pentingnya keseimbangan antara bekerja dan beribadah.

Kebahagiaan dan senyum ceria yang dirasakan oleh semua peserta, bersyukur atas program yang digulirkan, berharap pendampingan yang berkelanjutan oleh YBM.

Seluruh peserta menitipkan salam dan terima kasih untuk semua tim YBM. Semoga semakin Berkah. Aamiin.

Difabel Punya Karya Kanwil Jakarta 3

Tangerang, 21 Januari 2017

Sebanyak 20 penyandang tuna netra di daerah Tangerang ikut dalam kegiatan pelatihan pembuatan krim herbal oleh Yayasan Baitul Maal BRI (YBM BRI).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Januari 2017 di sekretariat pelatihan Yayasan Peduli Kesejahteraan Tuna Netra (PKTN). Adapun pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka program Difabel Punya Karya HUT BRI 121

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan PKTN, Bapak M. Panggenh dan Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Jakarta 3, Bapak Chandra Dis Pratomo. Total bantuan yang diserahkan mencakup biaya pelatihan dan bantuan perlengkapan senilai Rp 75.975.000

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan keterampilan untuk dapat membuat krim herbal untuk pijat. Harapannya, krim herbal ini dapat digunakan dalam keseharian pekerjaan pijat oleh peserta, dan juga dapat dipasarkan sehingga menambah pendapatan dari peserta.

Salah satu peserta Pak Sholikin mengungkapkan, “semoga pelatihan dan bantuan perlengkapan ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan penghasilan kami”

Merajut Kembali Semangat Indrawati Lewat ‘Benah Warung YBM-BRI’

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU — Menjadi sosok tulang punggung keluarga, Indrawati (42 tahun), harus menjadi penopang perekonomian keluarga. Suami dan tiga anaknya, semua tergantung pendapatnya dari warung Pondok Ikan Asin, sebagai keran rezekinya.

Sejak suaminya beberapa kali tertimpa musibah kecelakaan dan tidak dapat lagi bekerja keras, Indrawati menjadi tulang punggung keluarga. Untuk terus melanjutkan perputaran ekonomi keluarga dan biaya pendidikan ketiga anaknya,semua bergantung pada keuletan sosok perempuan tangguh dari Pematang Kapau, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau ini. Perjalanan kehidupannya semakin berat setelah terusir dari kontrakan, lantaran menunggak bayar. Bahkan, putri sulungnya terpaksa bertahan mengenakan seragam SMP, saat masuk ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Namun ia tak pantang menyerah.

“Alhamdulillah, walaupun banyak rintangan dalam kehidupan keluarga saya, masih banyak orang yang peduli. Setelah terusir dari kontrakan, kebetulan ada yang tergerak hatinya untuk meminjami saya ruko yang menjadi cikal bakal warung ini. Tetapi ya belum rutin bukanya, karena modal saya kan terbatas,” cerita perempuan yang kerap disapa dengan nama Iin tersebut.

Kondisi warung yang seadanya dan jadwal buka yang tak menentu, tetapi memiliki cita rasa masakan yang niknat, semakin menambah donatur untuk tergerak membantunya. Salah satunya hadir melalui Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Program benah warung dan bantuan modal usaha pun bergulir memupuk semangat usaha Iin.

General Manager YBM-BRI Dwi Iqbal Noviawan mengatakan pihaknya tergerak untuk membantu Indarwati. Kegigihan dan semangatnya untuk menghidupi keluarga, menurut dia layak untuk dijaga. “Dari latar belakang tersebut, YBM-BRI melalui perwakilan wilayah Pekanbaru, menghadirkan program Benah Warung dan bantuan modal usaha. Semoga roda perekonomian keluarga Bu Iin terus bergerak dan menjadi rakyat yang sejahtera,” ungkap dia.

Berkah guliran program dari YBM-BRI yang diterima Indarwati, kini mulai terlihat manfaat berkelanjutan untuk usahanya. Warung makan ‘Pondok Ikan Asin Nayla’ yang ia rintis, semakin bervariasi jenis makanan yang ia jajakan. Kini usahanya terus berkembang baik, ramai, dan tentu penghasilan pun meningkat.

Pangkas Kebutaan Akibat Katarak Melalui BRI Melihat Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Membantu menekan jumlah penderita kebutaan akibat katarak, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) melalui Yayasan Baitul Maal BRI menggelar operasi gratis bagi 1.000 penderita katarak di seluruh Indonesia. Saat ini, angka kebutaan akibat katarak secara nasional masih tergolong tinggi.

Berdasar survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap 15 provinsi di Indonesia secara acak, angka kasus katarak rata-rata masih dua persen dari jumlah populasi. Padahal, untuk dapat dikatakan bebas katarak, angkanya harus turun menjadi 0,5 persen saja.

General Manager YBM-BRI Dwi Iqbal Noviawan menuturkan, untuk menekan angka katarak di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia melalui Yayasan Baitul Maal BRI (YBM-BRI) dan BRIMEDIKA menggelar bakti sosial operasi katarak gratis untuk 1.000 pasien di 19 kantor wilayah BRI seluruh Indonesia. Gelaran tersebut berlangsung sejak November 2016 dan akan ditutup pada 2017 ini. Bakti sosial ini merupakan rangkaian dari kemeriahan HUT BRI ke 121.

Tak diduga, gelaran yang mengusung tema ‘BRI Melihat Dunia’ dibanjiri pendaftar operasi. Di Kanwil Jakarta 1, pasien yang mendaftar lebih dari 200 orang. Padahal, kuota yang tersedia untuk kanwil tersebut hanya 70 orang saja. Tentu pasien yang mendaftar harus melalui tahapan seleksi terlebih dahulu.

“Alhamdulillah, sebagai wujud syukur bertambahnya usia BRI, kami dapat menggelar baksos operasi katarak untuk masyarakat tidak mampu di Indonesia, khususnya DKI Jakarta,” ungkap Iqbal melalui keterangan tertulis kepada //Republika//, Rabu (22/3).

YBM-BRI tidak menyangka kalau antusias pasien yang mendaftar luar biasa bahkan tiga kali lipat dari kuota yang disediakan. YBM-BRI berharap, semoga ke depan mereka dapat meningkatkan kuota pasien operasi katarak gratis ini agar masyarakat Indonesia bebas dari kebutaan karena katarak.

YBM-BRI dan BRIMEDIKA menjadwalkan secara bertahap operasi katarak kali ini. 70 pasien yang lolos seleksi akan melangsungkan operasinya di RSPAD Gatot Subroto yang sudah menjalin kerjasama dengan BRIMEDIKA.

Salah satu pasien operasi katarak gratis BRI asal Sunter, Jakarta, Raharjo (62 tahun) sangat terharu dengan bantuan ini. Ia tidak menyangka matanya dapat melihat kembali dengan normal. Ia berterima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi operasi katarak gratis ini untuknya. “Sudah lama saya ingin bisa melihat normal seperti ini. Tapi kembali lagi, terkendala biaya. Sekali lagi, terima kasih,” tutur Raharjo.

 

YBM_Retas Perekonomian Keluarga-Keluarga Mustahik Di Serambi Mekah

Retas Perekonomian Keluarga-Keluarga Mustahik Di Serambi Mekah

YBM_Retas Perekonomian Keluarga-Keluarga Mustahik Di Serambi Mekah

ACEH — Menghidupkan perekonomian dari sektor kecil, dapat menjadi salah satu langkah membangun perekonomian bangsa. Saat mereka penjaja kaki lima, warung-warung kecil, dan usaha mikro kelas rumah tangga terus terjaga geliatnya, tentu tak hanya si penjual yang memperoleh berkah. Melainkan juga sekelompon keluarga kecil di sejumlah wilayah turut tersungging senyumnya.

Hal tersebut di atas, menjadi salah satu pemicu Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kanwil Aceh, menginisiasi program benah warung dan bantuan modal usaha. Langkah konkrit YBM-BRI tersebut menyentuh tujuh warung kecil di wilayah Aceh. Bergulirnya program tersebut, sekaligus memeriahkan HUT ke-121 Bank Rakyat Indonesia.

“Ini merupakansalah satu bagian pogram dari YBM-BRI di sektor pemberdayaan ekonomi. Kami menyentuh langsung para pelaku usaha mikro yang tentunya menjadi tumpuan hidup keluarga. Kali ini hadir dengan benah warung dan pemberian modal usaha berupa barang dagangan,” ungkap Muksalmina, selaku Pelaksana Harian YBM-BRI Kanwil Aceh.

Total bantuan yang bergulir pada program benah warung dan bantuan modal usaha kali ini senilai Rp. 52.990.000,-. Penyerapannya tertuju pada warung-warung kecil dengan berbagai jenis dagangan atau usaha.

“Harapannya tentu bantuan ini mampu meningkatkan perekonomian dan meningkatkan usaha para mustahik. Sehingga dengan bantuan dan pendampingan ini, saat usaha para mustahik berkembang, dapat mengakses pembiayaan mikro di BRI. Tentunya dari keluarga mustahik, kami meretas semangat berIndonesia dengan tujuan manfaat berkelanjutan,” pungkas Muksalmina.