YBM_MeretasManfaatProgramDifabelPunyaKarya2

Meretas Manfaat Program Difabel Punya Karya

YBM_MeretasManfaatProgramDifabelPunyaKarya1

YOGYAKARTA — Genap dua tahun sudah Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) menggulirkan bantuan usaha untuk Sulaiman. Sedikitnya ada sepuluh anggota kelompok usaha yang ia bina selama ini. YBM-BRI mengangkat potensi ekonomi dari komunitas lokal tersebut,  setelah lulus prasyarat sebagai penerima manfaat dana zakat.

Bertajuk Program Difabel Punya Karya, YBM-BRI menggulirkan bantuan modal usaha untuk anggota kelompok yang semuanya memiliki keterbatasan fisik (difabel). Dana zakat dari karyawan BRI menjelma menjadi karya yang dapat dinikmati hasilnya oleh kelompok usaha yang digawangi Sulaiman. Kelompok tersebut menghasilkan produk kerajinan seperti sabuk, dompet pria dan wanita, serta tas yang berasal dari kulit ikan pari. Produk yang dihasilkannya pun termasuk produk handmade berkualitas tinggi. Dimana dari segi jahitan dan presisi potongan sangatlah rapi. Sehingga digemari oleh banyak konsumen.

YBM_MeretasManfaatProgramDifabelPunyaKarya2

YBM-BRI percaya bahwa dengan pengelolaan secara professional, dana zakat yang berasal dari orang per orang karyawan BRI di seluruh Indonesia, mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Hal inilah yang melatarbelakangi YBM-BRI untuk kian fokus mengembangkan pemberdayaan masyarakat di sektor ekonomi. Di tahun 2016, Program Difabel Punya Karya juga bergulir di beberapa kota besar di Indonesia, yakni Banda Aceh, Medan, padang, pekanbaru, Palembang, Bandar lampung, Jakarta, Semarang, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Jayapura.

Disela-sela kunjungan program melalui arahan Pelaksana Harian YBM BRI Yogyakarta ke workshop yang terletak di Jalan Kaliurang KM13,5 ini, Sulaiman, menyampaikan apa yang menjadi bintang terangnya. Seiring semakin maju usaha yang digeluti bersama angota kelompok, dan atas bantuan modal usaha yang diberikan YBM-BRI, ia berharap dari keuntungan usaha yang terkumpul sedikit demi sedikit dapat berwujud downpayment rumah. Dimana, satu komplek perumahan tersebut dihuni oleh pengrajin difabel ikan pari semua. Insha Allah.

Program Difabel Punya Karya Jakarta 2

Sanggar Wijaya Kusuma, Parung Bogor. Sabtu, 14 Januari 2017

YBM BRI Kanwil Jakarta 2 melaksanakan Launching Program Difabel Punya Karya. Turut hadir dalam kegiatan Bapak Reza Afnan R. (Sekretaris YBM BRI Cab. Bogor Dewi Sartika), Bapak M.Ozi (Sekretaris Desa Warujaya), Bapak Rustomo (Pengurus Komunitas Disabilitas Bogor).

Program ini memberikan modal kepada 14 orang penyandang disabilitas dengan total bantuan Rp.66.000.000-.

Dalam sambutannya Bapak Reza menyampaikan, “Sangat terharu, di tengah keterbatasannya, para disabilitas tetap semangat menjalankan usaha mencari nafkah bagi keluarganya”. Program DPK ini, menegaskan bahwa BRI dan YBM BRI Cinta Disabilitas”

Program Komunitas Unggulan Banda Aceh

Banda Aceh, Rabu, 11 Januari 2017.

Telah terlaksana Program Komunitas Unggulan di Desa Ulee Pata Kec. Jaya Baru, Kota Banda Aceh yang diselenggarakan oleh YBM BRI Kanwil Banda Aceh bekerja sama dengan Mitra Marsya Guna dalam rangka memperingati HUT BRI ke-121.

Kegiatan ini dihadiri oleh:

– Bapak Syaiqul selaku Kasie BPSM Disnaker Mobduk Prov. Aceh

– Ibu Istiqomah selaku pimpinan Marsya Guna yg dalam kegiatan ini bertindak sebagai mitra kerjasama, dan

– Bapak Kepala desa Ulee Pata

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh PH Kanwil sebesar Rp 57.800.000,- kepada kelompok wirausaha yang beranggotakan 20 orang.

Dalam kata sambutannya, Ibu Istiqomah mengharapkan dengan adanya program ini semoga UKM yang sudah ada dapat menjadi UKM yang lebih baik dan menjadi komunitas yang unggul.

Klaster Usaha Unggulan Rakyat Yogyakarta

Bantul, 05 Januari 2017. Alhamdulillah telah dilaksanakan penyerahan simbolis bantuan modal usaha Klaster Unggulan senilai Rp. 57.800.000,- kepada kelompok Tani lahan pasir Eka Lestari yang beranggotakan 20 mustahik di Ds. Poncosari, Cangkring, Bantul dalam rangka HUT BRI ke 121.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan Pinca BRI KC Bantul Bp. Wahyu Setiawan, Wakil Ketua YBM BRI KW YK Bp. Fajar Wahyu Kurniawan, Ketua YBM BRI KC Bantul Bp. M. Zafri Fauzan dan pendamping program dari CV. Karunia Tani Bp. Agung Prastowo.

Simbolis diserahkan langsung oleh Bp. Wahyu Kurniawan selaku Pinca BRI KC Bantul. Dalam kesempatan sambutan beliau menitipkan amanah dana zakat untuk dikelola secara bertanggung jawab oleh kelompok dengan harapan dapat menjadi embrio kesuksesan dalam bidang pertanian sehingga kesejahteraan dapat meningkat serta membawa berkah bagi Muzaki.

Khitanan Massal YBM BRI Bandar Lampung

Minggu, 01 Januari 2017 telah terlaksana Program Khitanan Massal YBM Kanca BRI Kalianda di Pulau Sebesi Lampung Selatan. Kegiatan Khitanan Massal diikuti oleh 32 Anak yang berasal dari 4 dusun di Desa Tejang Pulau Sebesi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu. Enny Fitrya (Pemimpin Cabang BRI Kalianda) dan juga hadir Bpk.Erlan Murdiantono (Asisten 2 Ekonomi dan Pembangunan Pemda Kalianda Lampung Selatan), Bpk.Arlizon (Kades Tejang Pulau Sebesi),   Bpk.Anjar (Kabag MR Kanwil Bandar Lampung), Bpk.Ahmad Buchori (Ketua 1 YBM Kanwil Bandar Lampung), Bpk.Markan (Ketua YBM Kanca BRI Kalianda), serta diikuti oleh semua pengurus YBM Kanca BRI Kalianda.

Dalam sambutan Ibu. Enny Fitrya (Pimpinan Cabang BRI Kalianda), beliau menyampaikan kepada warga khususnya peserta khitan bahwa dana bantuan ini berasal dari dana zakat pegawai BRI seluruh Indonesia yang dikelola oleh YBM BRI dan disalurkan dalam program sosial dan ekonomi salah satunya kegiatan khitanan massal di Pulau sebesi ini. Kemudian dilanjutkan sambutan dari  Bpk. Erlan Murdiantono (Asisten 2 Ekonomi dan Pembangunan Pemda Kalianda Lampung Selatan), beliau mengucapkan terima kasih kepada pegawai BRI yang menyisihkan zakatnya melalui YBM BRI. Penyaluran bantuan dalam Program Khitanan Massal semoga bermanfaat dan BRI semakin maju.

Kemudian pemberian paket khitan kepada peserta khitanan massal berupa baju koko,  sarung , dan alat tulis serta pemberian uang saku sebesar Rp.100.000,- kepada masing-masing peserta. Adapun pemberian baju, celana jilbab bekas yang masih layak pakai dari pekerja BRI Kanwil B.lampung dan Kanca BRI Kalianda yang diserahkan secara simbolis oleh Ibu Enny Fitrya kapada Bpk. Arlizo selaku Kades Tejang Pulau Sebesi yang nanti akan dibagikan kepada warga desa tejang.

Alhamdulillah..Proses Khitan berjalan dengan lancar dan acara sampai selesai berlangsung dengan tertib.. Semoga kegiatan ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.. Aamiin..

YBM_Raup Omset Gorengan Setara Gaji Karyawan

Raup Omset Gorengan Setara Gaji Karyawan

YBM_Raup Omset Gorengan Setara Gaji Karyawan

PRINGSEWU, LAMPUNG — Rezeki dapat mengalir dari mana saja, selama kita mau untuk mencari keberkahannya. Tak selalu jabatan tinggi dan segudang prestasi untuk membuka keran rezeki. Namun kemauan dan tekad yang kuat menjadi kunci utamanya.

Seperti halnya Mardiastuti, yang mencari keberkahan rezeki melalui berdagang gorengan. Hilir mudik masyarakat pengguna jalan, menjadi pelanggan setianya. Dari jalur tersebut, Mardiastuti dapat mengantongi omset rata-rata Rp. 350 ribu/hari. Itu jika dikalikan sebulan, penghasilannya setara gaji karyawan di Ibukota Jakarta.

Sungguh Allah SWT mengalirkan berkah luar biasa bagi hamba-Nya yang bertekad kuat dalam mencari rezeki. Semangatnya membuat YBM-BRI meliriknya sebagai penerima manfaat Gerobak Bersemangat dan pembinaan usaha melalui program Pelatihan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR). Bergulirnya program tersebut kini semakin memantapkan diri dan meningkatkan semangat perempuan asal Pringsewu, Lampung, tersebut menekuni usaha dagangnya.

“Terima kasih banyak atas bantuan dari dana zakat karyawan BRI ini. Bantuan gerobak dan pembinaan yang digulirkan melalui YBM-BRI sangat membantu saya berwirausaha. Doakan terus supaya semakin laku dagangan gorengan saya,” ucap Mardiastutu, disela menyiapkan dagangan tahu isi racikannya.

Gerobak Bersemangat menjadi salah satu langkah YBM-BRI dalam menggulirkan program untuk menggerakkan roda perekonomian keluarga di Indonesia. Semoga bantuan ini terus mengalir memberikan manfaat berkelanjutan dalam semangat berIndonesia.

YBM_GerobakBaruPacuSemangatSitiNurbaya1

Gerobak Baru Pacu Semangat Siti Nurbaya

YBM_GerobakBaruPacuSemangatSitiNurbaya1

LAMPUNG — Siti Nurbaya, sebuah cerita percintaan yang menjadi legenda di negeri ini. Nama tersebut menjadi kisah epik tak terlupakan bersama Samsul Bahri dan Datuk Maringgih.

Ya, cerita di atas adalah rentetan nama tokoh dalam cerita percintaan kasih tak sampai dari Tanah Minang. Namun, Siti Nurbaya kali ini bukanlah seperti yang dikisahkan dalam cerita di atas. Melainkan sosok ibu hebat penjual rujak petis di Pasar Panjang, Bandar Lampung.

YBM_GerobakBaruPacuSemangatSitiNurbaya2Kegigihan Siti Nurbaya dalam mencari tambahan nafkah untuk keluarga, membuat YBM-BRI bergerak untuk terus menyalakan semangatnya. Kali ini YBM-BRI hadir melalui program bantuan Gerobak Bersemangat, dan terbukti meningkatkan semangatnya untuk berjualan. Bahkan, dengan adanya gerobak tersebut, Siti Nurbaya kini tak hanya menjual rujak petis, tetapi juga pecel ulek.

 

“Alhamdulillah dan terima kasih atas bantuan dari YBM-BRI. Gerobak ini sangat bermanfaat dan membantu saya dalam mencari rezeki. Saya pun semakin mudah untuk menjajakan rujak petis, dan kini menambah menu juga, yaitu pecel ulek,” ucap Siti Nurbaya, penuh rona bahagia sembari melayani pesanan rujak petis.

Tentu bahagia Siti Nurbaya juga merupakan kebahagiaan seluruh donatur YBM-BRI. Karena ini menjadi bukti dari kepedulian bersama dalam menebar manfaat berkelanjutan dari semangat berIndonesia.

YBM BRI Merespons Cepat Tanggap Bencana dengan Survival Kits

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Curah hujan tinggi terus mengguyur sejumlah wilayah Indonesia sejak akhir tahun lalu. Bahkan hingga Februari ini, intensitas hujan yang tinggi, masih terjadi. Dampaknya, sejumlah kota dilanda banjir. Terakhir, kawasan Ibu Kota dan kota penyangga lainnya, turut terendam banjir.

Sejumlah relawan turut serta terjun dalam penanganan bencana banjir. Salah satunya adalah YBM-BRI, yang selalu konsisten menghadirkan respons tanggap bencana. Bantuan demi bantuan digulirkan YBM-BRI sebagai wujud keterlibatan tanggap bencana.

“Alhamdulillah melalui seluruh cabang di kantor wilayah di Indonesia, YBM-BRI selalu terlibat dalam tanggap bencana. Dari banjir bandang Garut, Bima, Sumbawa, Brebes, dan terakhir di Ibukota, kami selalu kerahkan tim,” kata Dwi Iqbal Noviawan, General Manager YBM-BRI, dalam keterangan persnya kepada Republika.co.id, Kamis (23/2).

Di awal respons, kata Iqbal, YBM-BRI selalu memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Setelah itu, jika diperlukan baru di masa pemulihan akan gulirkan program jangka panjang melalui potensi ekonomi yang ada di lokasi bencana tersebut.

Bahkan, untuk menguatkan ‘Semangat Berindonesia’ dalam tanggap bencana, pada 2014 YBM-BRI menyiapkan “Survival Kits” untuk korban bencana. Itu menjadi standar bantuan di awal bencana dari YBM-BRI.

“Ya, sejak 2014 kami membuat standae bantuan kebencanaan berupa Survival Kits. Paket tersebut berisikan kebutuhan dasar yang mendesak pada saat terjadi bencana dan korban terpaksa mengungsi,” ujarnya.

Di dalam Survival Kits, pihaknya menyiapkan selimut, obat-obatan, pembalut wanita, dan pakaian ganti. Kemudian di 2017 ini, YBM BRI menambahkan isi paket dengan BiskuNEO. Sebuah makanan kaya nutrisi yang siap santap. BiskuNEO merupaka inovasi bersama yang YBM-BRI kembangkan bersama BPPT.

“Paket terbaru dari Survival Kits sudah kami coba distribusikan di pos pengungsian korban banjir RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, kemarin,” tambah Iqbal.

Dengan luasnya jaringan YBM-BRI yang tersebar di seluruh Indonesia, maka informasi dan tanggap bencana akan direspon secepat mungkin. Sehingga YBM-BRI memaksimalkan peranan sebagai katalisator penggerak potensi BRI. Kemudian terus dapat mengepakkan semangat manfaat berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

 

Pemberdayaan Ekonomi dan Pesantren Jadi Andalan YBM BRI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI masih mengjagokan program pemberdayaan ekonomi dan pesantren. Kedua program ini sama-sama ditujukan meningkatkan kemandirian penerima manfaat.

Ketua Yayasan Baitul Mal (YBM) BRI Tri Wintarto menjelaskan program unggulan YBM BRI masih pada pemberdayaan ekonomi dan pesantren. Pesantren banyak yang bisa dibantu terutama mereka yang dhuafa baik bantuan bagi santri, pengajar, maupun bantuan pembentukan badan usaha milik pesantren (BUMP) agar pesantren bisa mandiri ekonominya.

Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan membuat kelompok usaha terutama ibu-ibu. Mereka diberi pelatihan dan diberi bantuan modal. Sambil jalan, mereka tetap dikawal dan dibina sampai produknya siap dipasarkan.

“Pelatihannya macam-macam, bengkel otomotif, pemanfaatan limbah untuk kriya, tata rias, jahit, potong rambut, ada juga tani. Apa yang sekiranya laku dipasarkan di daerah tersebut,” kata Tri di sela-sela Workshop pengurus YBM BRI seluruh Indonesia di Kawasan Slipi.

YBM BRI Berdayakan Pesantren Pertama Pendidik Suku Baduy

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN — Berperan mendidik anak-anak Suku Baduy di Banten, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI memberdayakan Pesantren Sultan Hasanuddin melalui beasiswa dan program ekonomi.

Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Jakarta 3, Chandra Dispratomo, menuturkan, di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, berdiri Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin, yang memiliki 110 santri putra dan putri. Kecamatan Leuwidamar juga dikenal dengan sebutan wilayah Suku Baduy sebab sebagian besar Suku Baduy menetap di sana.

Di sana juga Pesantren Sultan Hasamuddin rintisan Kyai Zainudin Amir, telah lama merangkul anak-anak Suku Baduy. Perlahan dengan pasti, pembekalan ilmu dan pengetahuan Agama Islam, tertanam di anak-anak Baduy.

Melihat aktivitas Suku Baduy yang nomaden dan belum banyak merasakan pendidikan, melatar belakangi Kyai Zainudin mendirikan Pesantren Sultan Hasanuddin yang dirintis pada 1985. Telah lebih dari 30 tahun, Pesantren Sultan Hasanuddin konsisten membumikan Islam di Tanah Baduy melalui dakwah keliling ke seluruh pelosok Banten.

”Melihat konsistensi tersebut, YBM BRI melalui program beasiswa kami menyuntikkan semangat belajar bagi santri di pesantren binaan Kyai Zainudin tersebut. Ada 30 santri penerima beasiswa dimana 20 di antaranya adalah anak Suku Baduy,” ungkap Chandra dalam keterangan tertulis kepada Republika, Senin (20/2).

Selain beasiswa, YBM BRI pada akhir 2015 memberikan bantuan berupa pembuatan fasilitas MCK baik bagi pondok pesantren maupun masyarakat umum. Santri-santri juga diberikan bibit jahe merah dan pembekalan penanamannya oleh YBM BRI.

Luas area tanam jahe merah sekitar 200 meter persegi dan mampu menghasilkan sekitar dua ton jahe merah saat panen. Jahe merah dijual ke Pasar Ciboleger dan keuntungannya digunakan untuk membantu biaya operasional pesantren.