YBM-BRI Beri Modal 18 Pedagang Takjil

photo_2016-06-10_09-01-43YAYASAN Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Kantor Wilayah Bandar Lampung memodali 18 pedagang makan dan minuman berbuka puasa (takjil) setempat. Hingga 3 Juli 2016, pedagang akan menjajakan takjil dalam bazar Ramadhan 1437  Hijriah di Lapangan Korem 043/Garuda Hitam, Sabrusai, Bandar Lampung.

Menurut Ketua YBM-BRI Kantor Wilayah Bandara Lampung, Ahmad Mutawalli, pedagang takjil yang dimodali merupakan mustahik  (orang yang berhak menerima zakat). Hal itu sejalan dengan tugas YBM-BRI, yakni mendistribusikan zakat pegawai BRI kepada mustahik.

Dia mengatakan pada program kali ini pihaknya berupaya menggerakkan ekonomi mustahik. Kami berikan zakat tersebut bukan hanya untuk konsumtif , melainkan zakat produktif sehingga para penerima mampu menyejahterakan keluarganya,” kata dia saat ditemui di Kantor Wilayah BRI Bandar Lampung, Rabu (8/6).

Dia melanjutkan pedagang diberi bantuan sewa tempat, modal usaha senilai Rp 1 juta, dan kelengkapan lainnya. Total bantuan yang diberikan senilai Rp 75,9 juta,

” Program ini ditunjukkan pedagang kecil dan masuk kategori miskin. Jadi, YBM-BRI tidak memberikan ikan, tetapi memberi kail yang artinya kami berharap bisa berupaya mandiri menggerakkan ekonomi nya,.”

Pelaksanaan Harian YBM-BRI Kanwil Bandar Lampung, Amir Mudari, menambahkan pihaknya telah melakukan seleksi yang cukup ketat. Pihaknya mengutamakan dua hal dalam penentuan pedagang. Yakni mustahik dan variasi produk.(Rabu, 08 Juni 2016, LAMPUNG POST) 

YBM-BRI Modali 23 Pedagang Takjil

BANDA ACEH – Yayasan Baitul Mal-Bank Indonesia (YBM-BRI) memodali 23 pedagang kecil untuk menjual makanan dan minuman berbuka puasa (takjil) dalam bazar Ramadhan selama 20 hari puasa di depan Masjid Ateuk Pahlawan. Banda Aceh.

Ketua YBM-BRI Kantor Wilayah Banda Aceh, Hendra Saputra, kepada Serambi, Senin (6/6), mengatakan ke-23 pedagang takjil ini merupakan mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Kali ini YBM-BRI memberikan kepada mereka masing-masing Rp 1 juta untuk modal berjualan di bazar Ramadhan selama 20 hari.

“Kami mengakomodir semua kesiapan bazar tersebut, termasuk memodali ke-23 pedagang kecil itu, yang sebenarnya mereka adalah mustahiq zakat. Para pedagang kecil ini secara keseluruhan masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya,” kata Hendra.

Adapun sumber zakat yang dibagikan kepada pedagang kecil itu, kata Hendra
dari zakat karyawan BRI yang dihimpun oleh YBM-BRI. “Kali ini kami berikan zakat tersebut bukan hanya untuk konsumtif, tetapi zakat produktif sehingga para penerima mampu menyejahterakan keluarganya,” ujar Hendra. (Koran Serambi Indonesia edisi Selasa, 7 Juni 2016)