YBM-BRI Gelar Operasi Katarak

 

20. Operasi Katarak surabaya

Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) menggelar kegiatan Operasi Katarak gratis bagi kalangan Dhuafa, di Rumah Sakit Mata Masyarakat (RS. MM), Jl. Gayungan Surabaya, Kamis (17/12). Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT BRI ke-120.

Ada sekitar 50 orang peserta yang mengikuti Operasi Katarak ini. Mereka sebagian besar adalah para pensiunan karyawan BRI. Mereka berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Tuban, Lamongan, dan Madura. “Para pensiunan BRI ini yang memang kita prioritaskan,” kata Ketua Pengurus YBM-BRI Kanwil Surabaya Amaliah Rahajeng.

Amaliah menambahkan, dana yang dipakai untuk biaya Operasi Katarak ini merupakan hasil dari kumpulan zakat para karyawan BRI. Karena bersumber dari dana zakat, maka penggunaannya harus untuk orang-orang yang membutuhkan. ’’Kalau tidak tepat sasaran, tidak boleh. Ini amanah yang besar karena dana zakat karyawan,” terangnya.

Selain operasi katarak, juga ada kegiatan lain. Di antaranya Khitanan Massal, Benah Warung Ustadz, Badan Usaha Milik Majlis Ta’lim (BUMT), Gerobak Bersemangat, Difabel Punya Karya, Berbagi Senyum Lansia, Bantuan Sarana Informasi dan Teknologi bagi Pulau Terluar, dan Nikah Massal. Total biayanya mencapai Rp 838,5 juta.

Sumber: Koran Radar Surabaya, 18 Desember 2015

BRI Perbanyak Program Berbagi

36. Jakarta 1

Arsip Foto : YBM BRI

Ratusan warga mengikuti kegiatan Yayasan Baitul Maal (YBM)- BRI di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, belum lama ini. Rangkaian kegiatan digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT] BRI yang ke-120 tahun.

Pada HUT kali ini, YBM-BRI memperluas program sosialnya menjadi enam kategori. Selain sunatan massal, juga diadakan Gerobak Bersemangat, Benah Warung Ustaz, Bantuan Usaha Majelis Ta’lim (BUMT), Difabel Punya Karya (DPK), dan Berbagi Senyum Lansia.

Wakil Pemimpin Kantor BRI Wilayah Jakarta 1, M. Sidik Heruwibowo mengatakan, penambahan kategori bantuan ini juga mengartikan perkembangan BRI yang semakin baik. Dengan perusahaan yang semakin sejahtera, banyak memperoleh keuntungan, maka harus semakin banyak pula aktivitas berbagi kepada masyarakat. Dana santunan kegiatan tersebut dihimpundari zakat profesi para karyawan BRI.

“Inilah sebagai bentuk kepedulian, karena kami memiliki komitmen membagi zakat, sehingga keberkahan bisa kita rasakan terus menerus dan berbagi man- faatyang sebesar-besarnya,” kata Sidik.

Menurut Sidik, antusiasme masyarakat tahun ini dalam mengikuti rangkaian acara HUT BRI. juga tampak luar biasa. Untuk khitanan massal, setidaknya ada 120-an peserta dengan santunan senilai Rp 90,25 juta. Lalu, 25 gerobak senilai Rp 131,75 juta, 12 Warung Ustaz senilai Rp 72 juta, satu komunitas BUMT dengan total 20 orang senilai Rp 80,7 juta, dua komunitas DPK total 40 orang sebesar Rp 121,4 juta, dan 50 paket bantuan Berbagi Senyum Lansia sejumlah Rp 50 juta.

Berbagai bantuan diberikan guna menyokong usaha masyarakat dan merenovasi warung usaha agar semakin representatif. Sidik menjelaskan, penambahan program berbagi ini juga didasarkan pada survei yang melihat apa saja kebutuhan masyarakat, sehingga BRI bisa semakin dekat di hati seluruh stakeholder.

Staf Pelaksana Harian YBM BRI, Muhajir Anshori mengatakan, penambahan program CSR tahun ini disusun oleh YBM Pusat. Setidaknya ada empat program utama YBM-BRI, di antaranya Berbagi Smart (pendidikan), Berbagi Sehat (kesehatan), Berbagi Sejahtera (ekonomi) dan Berbagi Syiar (dakwah). Penyaluran dana zakat profesi dilakukan YBM-BRI dengan prinsip keasnapan, kebenaran, dan ketetapan syariat Islam. “Kegiatan seperti ini juga dimplementasikan di setiap kantor wilayah BRI se- Indonesia,” kata dia.

 

Sumber: Koran Republika, 29 Desember 2015

Layanan Kesehatan Ambulance Gratis bagi Masyarakat Semarang

34. Acara penyerahan KUR BRI semarang 3

Semarang, 22 Oktober 2015 bertepatan dengan acara Kredit Usaha Rakyat Bank Rakyat Indonesia (KUR BRI), YBM-BRI turut serta memberikan bantuan Ambulance kepada lembaga kemanusiaan BBI (Bahagia Berbagi Indonesia).

Ambulance diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama BRI Bpk. Asmawi Syam dan Menteri BUMN Rini M. Sumarno kepada perwakilan BBI Bpk. Iman S. Suhartono. Dalam acara ini, juga dihadiri 3 Direktur Utama bank BUMN, dan seluruh elemen kanwil BRI Semarang.

Pengadaan bantuan Ambulance merupakan salah satu program rutin YBM-BRI dalam bidang kesehatan yang diperuntukkan bagi mustahik. Penempatan lokasi di Semarang sebagai bentuk penghargaan atas prestasi YBM-BRI kanwil terbaik tahun 2014. Selain di Semarang, bantuan serupa juga diberikan di Yogyakarta, Banjarmasin, Medan, Bandung.

 

YBM-BRI Bantu Kaum Dhuafa Cegah Hepatitis A

 

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Yayasan Baitul Maal BRI ikut mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A dengan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sebanyak 100 anak-anak dhuafa di Masjid Miftahul Jannah, Bogor menjadi peserta sosialisasi, akhir pekan lalu.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus mengajak anak-anak untuk hidup bersih dan sehat dengan pendekatan ruhiyah di masjid,” tutur Ketua DKM Masjid Miftahul Jannah Ustaz Tatang Siswana dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (22/12).

Plt. Manajer Sosial YBM BRI, Deden Kuswanda menyampaikan bahwa kepekaan dan antusiasme terhadap kebersihan dan kesehatan harus dimulai sejak dini.

“Utamanya bagi dhuafa patut diprioritaskan,”katanya.

Selain itu, disosialisasikan pula Pedoman Gizi Seimbang (PSG) dengan metode yang unik dan kreatif sehingga pesan dapat sampai kepada peserta. Para peserta juga dilatih untuk mencuci tangan dengan baik dan benar oleh panitia dan sekaligus praktik cuci tangan.

Kegiatan diakhiri dengan kultum tentang hidup bersih dan sehat oleh Ustaz Amiril Mukminin serta pemberian paket makanan sehat. Peserta yang telah mengikuti kegiatan ini terdiri atas anak yatim piatu, yatim, dan dari keluarga tidak mampu.

Sumber : Republika Online

Syiar di Area Minoritas, YBM BRI Berbagi dengan Muslim NTT

Syiar-di-Area-Minoritas-YBM-BRI-Berbagi-dengan-Muslim-NTT

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) Wilayah Denpasar menyalurkan bantuan sandang berupa pakaian Muslim ke Betun Malaka dan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan ini untuk memberi dukungan bagi masyarakat Muslim, khususnya di kawasan minoritas.

“Bantuan ini sangat diperlukan masyarakat dan siswa Muslim daerah perbatasan,” kata pengurus YBM BRI Kantor Cabang Atambua, Ariyadi, Senin (30/11).

Ariyadi mengatakan, tantangan perjuangan dakwah Islam di perbatasan terkendala sarana dan prasarana, serta lemahnya dukungan dari lingkungan.

YBM BRI akan tetap berupaya memberi dukungan, terutama yang bersifat produktif, seperti bantuan modal usaha bagi masyarakat kampung petani mualaf.

Hal ini diharapkan mampu memberi kesempatan bagi para mustahik untuk memperbaiki kondisi perekonomian dan kesejahteraannya. Dengan upaya ini, kata Ariyadi kondisi perekonomian para mustahik menjadi lebih baik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ‘Berbagi Syiar Rakyat Indonesia.’ Ini melibatkan 100 orang mustahik di daerah Sukabitetek dan masyarakat Muslim di Betun Malaka. Pemberian bantuan berupa mukena dan baju koko sebagai salah satu perlengkapan ibadah.

“Kami mendoakan keberkahan diberikan kepada muzakki yang ikhlas menyisihkan harta untuk saudara sesama Muslim yang berhak dan amat membutuhkan dukungan dalam mempertahankan akidahnya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqien.

YBM BRI juga menyalurkan bantuan paket pendidikan dan beasiswa kepada 200 siswa di Betun Malaka dan Atambua. Bantuan ini diberikan dalam rangka memperluas kesempatan bagi siswa-siswi di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mendapatkan sarana pendidikan memadai.

Dana kegiatan YBM BRI bersumber dari zakat penghasilan para pekerja BRI seluruh Indonesia. Penyalurannya sesuai dengan prinsip keasnafan, kebenaran dan ketetapan sesuai syariat Islam.

Sumber : Republika