Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Raih Rekor MURI

photo_2016-01-07_07-34-06

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA  — Yayasan Baitul Maal BRI (YBM-BRI) mencatat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah di lokasi terbanyak di seluruh Indonesia, yakni di 16 lokasi.

Lokasi pelatihan meliputi Banda Aceh, Medan, Lampung, Padang, Pekanbaru, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Makassar dan Banjarmasin.

Penghargaan dari MURI tersebut diberikan kepada Wakil Ketua YBM-BRI Bambang Istiyono  di Gedung BRI 1, Jakarta, Sabtu (29/8).

“Pelatihan tersebut sebagai respon YBM-BRI yang melihat banyak masyarakat Muslim yang belum terlalu memahami benar mengenai tata cara mengurus jenazah yang sesuai dengan syariat Islam,” terangnya.

Dalam pelatihan tersebut YBM-BRI memberikan bantuan berupa 4.800 paket perlengkapan pemulasaraan jenazah kepada 850 peserta. Peserta terdiri dari marbot, pengurus masjid, perwakilan pondok pesantren binaan YBM-BRI dan pengurus majelis taklim.

Paket yang diberikan oleh BRI berisi alat-alat pengurusan jenazah berisi kain kafan, alat mandi, kapas, wewangian dan tikar pandan.

Acara tersebut diisi para pakar hukum dan tata cara pemulasaraan jenazah. Yakni, Syahrul (Wakil Wali Kota Tanjung Pinang), Ustaz Mustafirin (Kemenag Kanwil Jateng), Abdurrahman Laica (Ketua Markaz Dakwah Ma’had Albirr Universitas Muhammadiyah Makassar), Edi Suyanto (Tim Forensik Polda Jatim), Abdullah Syukur Asnan (Pembina Yayasan Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya) dan lainnya.

Acara tersebut merupakan salah satu kegiatan YBM-BRI dalam program Berbagi Syiar Rakyat Indonesia. “Kami bangga memperoleh penghargaan dari MURI, namun yang terpenting adalah masyarakat mampu memahami implementasi pengurusan jenazah yang baik,” tutur Bambang.

 

Sumber : Republika Online

Sarasehan Nasional Keder Surau

Sarasehan Kader Surau bersamaBapak Adyaksa Daud
Bogor, 14-17 Agustus 2015 YBM-BRI menggelar Sarasehan Nasional Penerima Beasiswa Kader Surau 2015. Acara ini diikuti oleh 36 mahasiswa dari tiga Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (UNDIP). Peserta yang mengikuti sarasehan adalah mereka yang telah lulus seleksi beasiswa kader surau di masing-masing kampus.

Acara Sarasehan Nasional diselenggarakan sebagai orientasi peserta penerima beasiswa kader surau untuk lebih memahami pelaksanaan program beasiswa kader surau dan pengenalan YBM-BRI serta ajang silaturahim bagi seluruh penerima beasiswa kader surau.

Kader Surau 2015  Bapak Yazid Yuni Hadi

Acara yang berlangsung selama 4 hari tersebut dibuka oleh Ibu Hj. Ganefi (Wakil Ketua YBM-BRI) dan Bpk. H. Farid Hanafi (Sekretaris YBM-BRI). Selain diperkenalkan perihal beasiswa dan YBM-BRI, peserta juga mendapatkan berbagai macam materi tentang kepemudaan dan enterpreneurship dari beberapa tokoh nasional, diantaranya Bpk. Anggito Abimanyu (Ketua Ekonom BRI) yang memberikan materi tentang Menumbuhkan

jiwa entrepreneurship mahasiswa, Bpk. Irfan Syauqi Beik (Anggota BPH Dewan Syariah Nasional MUI) memberikan materi tentang Pemuda, Generasi Harapan Umat, Bpk. Adhyaksa Dault (Komisaris BRI) yang memberikan materi tentang Mencari model kontribusi mahasiswa untuk Pembangunan Bangsa dan Negara. Selain itu turut hadir dan memberikan materi pula Bpk. Bambang Istiyono (Wakil Ketua YBM-BRI), Bpk. Yazid Yuni Hadi (Sekretaris YBM-BRI) dan Bpk. Sepyan Uhyandi (Bendahara YBM-BRI).

Beasiswa kader surau adalah beasiswa yang diberikan oleh YBM-BRI kepada mahasiswa di tiga Perguruan Tinggi Negeri yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (UNDIP) yang berasal dari keluarga tidak mampu, memiliki prestasi akademik yang baik dan memiliki hafalan Al-Qur’an. Selain mendapatkan bantuan materi berupa biaya kuliah dan tempat tinggal, mereka juga mendapatkan pembinaan untuk menumbuhkan empat nilai yaitu: Intelektual Muslim; Muslim Leadership; Social Entrepreneurship dan Semangat Berindonesia YBM-BRI.