Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren

Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren 1

YBM-BRI pada tahun 2014 menjadikan Pondok Pesantren sebagai pusat pemberdayaan melalui Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren. Hingga akhir 2014, YBM-BRI telah melakukan asessment dan membina 53 pondok pesantren yang tersebar di Seluruh Indonesia. Pondok pesantren menerima bantuan dalam hal beasiswa; apresiasi pendidik; sarana prasarana; dan Badan Usaha Milik Pesantren.

Pada tahun 2015 YBM-BRI kembali melakukan asessment pondok pesantren di 19 Kanwil BRI yang dilaksanakan sejak tanggal 4 Mei 2015 hingga 13 Juni 2015 dengan target 151 pondok pesantren binaan di seluruh Indonesia. Berbeda dengan tahun 2014, pada pelaksanaan asessment tahun ini YBM-BRI bekerjasama dengan Kementrian Agama dan Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Pondok Pesantren 2

Asessment ini mengemban target penyaluran sebesar Rp 30.623.256.000 untuk bantuan dalam hal beasiswa; apresiasi pendidik; sarana prasarana; dan Badan Usaha Milik Pesantren. Jika pada tahun lalu proses asessment pondok pesantren menyisakan program ekonomi yang belum terimplementasikan di seluruh pondok pesantren, maka pada tahun ini tim asessment pondok pesantren sudah harus menetapkan program ekonomi apa yang akan di implementasikan pada pondok pesantren terpilih.

Untuk mendukung hal tersebut, Divisi Program Ekonomi menyusun Katalog Usaha Pondok Pesantren dan LKA (Lembar Kerja Asesor) Syarat Minimal Usaha beserta kunci jawabannya, yang kemudian dibawa oleh masing-masing tim sebagai panduan selama di lapangan. Selain katalog dan LKA Syarat Minimal Usaha, tim asessment pondok pesantren juga dilengkapi dengan LKA Pondok Pesantren untuk memudahkan proses asessment.
Pada saat yang bersamaan tim asessment pondok pesantren binaan tahun 2015, juga melakukan asessment untuk Program Badan Usaha Milik Pesantren di Pondok Pesantren binaan YBM-BRI tahun 2014 yang belum memiliki Badan Usaha Milik Pesantren.

Rakor Persiapan Launching Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof. Dr. HR. Agus Sartono, MBA. didampingi Direktur Pendidikan Madrasah Prof.Dr. Nur Kholis Setiawan, MA. Direkteru Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr.Mohsen Alyidrus,MA, General Magager YBM -BRI Muhammad Iqbal dan tim teknis semua hadir lengkap, saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) Lanjutan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah dan Pondok Pesantren) dalam rangka Persiapan Launching Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah dan Pondok Pesantren) Rabu, Tanggal 8 Juni 2015 di Ruang rapat Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3 Jakarta.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof. Dr. HR. Agus Sartono, MBA, dalam arahan rakor, menegaskan bahwa Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah dan Pondok Pesantren) merupakan kerjasama antara Kementerian Kementerian Agama dan Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) yang di inisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sejak awal bulan Pebruari 2015. Hadir dalam rakor antara lain Asdep Bimbingan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Asdep Kerukunan dan Pemberdayaan Umat Beragama, Asdep Pendidikan Tinggi dan Menengah, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama dan Manajer YBM BRI denganya tim lengkap.

Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah dan Pondok Pesantren) merupakan program bantuan kepada 151 kepada lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis Pondok Pesantren. Atau Pesantren yang di dalamnya ada madrasahnya. Beberapa jenis bantuan kepada  lembaga pendidikan keagamaan ini ada 4 (empat) macam jenis bantuan yaitu berupa: 1)Beasiswa untuk santri,2) Dana apresiasi kesejahteraan guru/ustadz, 3)Dana pembangunan/rehab asrama santri atau ruang kelas baru madrasah, dan 4)Dana untuk pengembangan usaha kemandirian ekonomi pesantren.

Program ini sungguh sangat strategis sesuai dengan program Pemerintahan Jokowi-JK yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dalam rangka membangun ketahanan pangan dan daya saing masyarakat melalui pendidikan. Sekaligus ini merupakan bukti nyata untuk mendukung peningkatan program Indonesia Pintar, demikian tandas Agus Sartono.

Selain hal tersebut salah satu keputusan rakor ini,  yaitu merencanakan launching Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah dan Pondok Pesantren) yang akan direncanakan pada hari Jum’at 3 Juli 2015 atau bertepatan dengan Peringatan Nuzulul Qur’an tanggal 17 Ramadhon 1436 H. Rencana launching akan dilaksanakan oleh Ibu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Agama, Direktur Utama BRI dan Gubernur BI dan dihadiri oleh 7 Menteri terkait dengan Program Pemberdayaan Ekonomi melalui Pondok Pesantren dan dihadiri oleh perwakilan Pondok Pesantren dan madrasah dari seluruh Indonesia.

Rapat dilanjutkan dengan pembahasan teknis dipimpin oleh Drs.H.Sahlan, MSI selaku Asdep Bimbingan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan, diantaranya mematangkan  jadwal terkait dengan persiapan launching, verifikasi data madrasah/pondok pesantren yang telah divisitasi, juklak-juknis bantuan, rancangan MoU yang akan di tandatangani oleh Dirjen Pendidikan Islam dan Ketua Pengurus YBM-BRI dan lain-lain yang terkait dengan launching Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah dan Pondok Pesantren) dan persiapan program pembinaan bulan suci ramadhon. (Kedeputian IV)

Sumber : KEMENKOPMK.GO.ID